Makanan yang Harus Dihindari Penderita Bronkitis

Makanan tertentu harus dihindari sepenuhnya ketika anda menderita bronkitis, karena mengandung oksidan yang dapat membuat selaput lendir mengalami iritasi.

Bronkitis adalah suatu kondisi medis di mana saluran udara dari paru-paru menjadi bengkak akibat iritasi oleh stimulus eksternal. Ini juga mungkin merupakan gejala sekunder pilek atau flu yang dapat disebabkan karena infeksi virus. Bentuk akut bronkitis biasanya tidak serius. Gejala-gejala dapat berlangsung selama sekitar 12-15 hari. Berbeda dengan itu, dalam kasus bronkitis kronis, batuk bersama dengan dahak, dapat terus bertahan antara 3 bulan sampai 2 tahun.

Jadi, jika anda melihat gejala seperti mengi saat bernapas, batuk mengeluarkan dahak berwarna, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan, tanda-tanda ini biasanya adalah penyakit bronkitis. Setelah berkonsultasi dengan ahli medis, jika kondisi ini memang didiagnosis sebagai bronkitis, selain obat-obatan, menghindari makanan tertentu dapat membantu anda untuk sembuh lebih cepat.

Makanan yang harus dihindari penderita bronkitis

Bahan makanan yang memicu pembentukan lendir harus dihindari sepenuhnya. Produk susu, coklat, pisang, dan semua makanan gorengan harus dihindari.

Produk susu
Susu adalah salah satu bahan makanan yang sehat. Tetapi bila anda menderita bronkitis, susu dianggap buruk karena mengandung lemak jenuh. Ketika lemak jenuh dikonsumsi selama masa bronkitis, hal ini meningkatkan produksi dahak dan menyebabkan ketidaknyamanan ketika bernafas. Makanan seperti keju, pizza, es krim, mayones, serta saos juga harus dihindari.

Jika anda masih merasa harus mengkonsumsi produk susu, gunakanlah yang rendah lemak. Susu skim, keju rendah lemak, atau yoghurt mungkin pilihan yang lebih baik. Bakteri dalam yogurt juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda yang lemah.

Makanan berminyak
Kita semua menyukai makanan yang digoreng, tetapi ketika anda mengalami bronkitis, anda mungkin harus meninggalkannya jauh-jauh. Alasannya adalah bahwa makanan yang digoreng mengandung oksidan dan tinggi lemak jenuh. Hal ini tidak baik malah menambah pembentukan lendir dan dahak.

Sementara itu, setiap produk makanan yang dipanggang, dikukus, atau direbus bermanfaat dan dapat dikonsumsi.

Produk dengan pemanis
Produk seperti minuman manis, minuman berkarbonasi, sereal, sirup, permen, coklat, kue harus benar-benar dihindari. Ini tidak menawarkan nilai gizi dan justru menekan fungsi kekebalan tubuh, dan sering merupakan penyebab kenaikan berat badan, yang akhirnya dapat menyebabkan kesulitan dalam bernafas. Penderita bronkitis harus memeriksa berat badan mereka dan tidak membiarkannya meningkat.

Makanan asin
Garam bertindak sebagai pengencer darah. Karena bronkitis, saluran udara menjadi meradang dan menyempit, anda mencoba untuk bernafas lebih keras untuk menghirup oksigen dengan setiap nafas, hal ini akan membebani jantung anda.

Jantung anda yang sudah terbebani harus bekerja lebih keras untuk memompa darah tambahan, akibat dari garam yang meningkatkan volume darah. Sekarang anda mengerti mengapa produk dengan kandungan garam tinggi berbahaya bagi tubuh ketika anda menderita serangan bronkitis.

Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Jika anda mengalami gejala bronkitis, banyaklah istirahat dan melakukan pengobatan yang tepat, serta menghindari makanan yang disebutkan di atas.

Comments are closed.