Pengaruh Musik Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Musik memiliki pengaruh yang mendalam pada semua orang. Mulai dari yang berbau klasik, jazz, bahkan dangdut, musik memiliki kemampuan untuk mengubah suasana hati kita. Akan tetapi apakah musik juga mempengaruhi tanaman? Artikel berikut ini akan membahas pengaruh musik terhadap pertumbuhan tanaman.

Selama hampir tiga dekade, manusia telah bereksperimen dengan musik dan tanaman. Dari tingkat amatir sampai ke tingkat eksperimen ilmiah, pengaruh musik pada tanaman telah menjadi topik yang menarik. Banyak orang menyatakan telah mengamati respon tanaman terhadap musik. Namun, para ilmuwan berpendapat bahwa tanaman tidak mempunyai sistem saraf sehingga tidak dapat memahami musik atau tidak bisa merespon.

Tanaman memanglah sesuatu yang bernafas dan hidup. Tapi apakah tanaman juga merasakan? Banyak pendapat yang bertentangan tentang pengaruh musik pada tanaman, apakah tanaman juga merasakan atau memahami makna musik. Sebelum masuk pada kesimpulan, mari kita memahami arti dari musik dan pertumbuhan tanaman.

Musik
Musik adalah suara atau gelombang suara yang dihasilkan oleh getaran. Dengan demikian, gelombang suara membutuhkan media untuk melakukan perjalanan. Suara dipancarkan oleh sumber dan frekuensi atau volume. Musik yang berasal dari radio atau gitar yang dimainkan, semua ini adalah gelombang mekanis yang menghasilkan suara.

Pertumbuhan tanaman
Pertumbuhan tanaman adalah suatu proses yang menghasilkan peningkatan jumlah, ukuran daun, dan batang tanaman. Hal ini juga menyebabkan penguatan akar dan produksi bunga. Pertumbuhan tanaman adalah hasil dari pembelahan sel yang terjadi di dalam sel. Nukleus, kloroplas, vakuola, dan ribosom memainkan peran penting dalam pembelahan sel. Genetik, kelembaban, suhu, kualitas tanah, retensi air dan mineral, perubahan atmosfer, adalah berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Pengaruh musik terhadap pertumbuhan tanaman

Pada manusia, musik memiliki efek yang kuat pada kesehatan dan suasana hati, dan selama bertahun-tahun banyak orang menyatakan bahwa musik juga mempunyai efek pada tanaman. Tanaman juga mengenal rasa sensitif dan banyak orang berpendapat bahwa tanaman juga mempunyai perasaan seperti manusia. Ada cerita yang mengkisahkan tentang tanaman yang menangis. Meskipun para ilmuwan tidak mendukung ini sebagai fakta, mitos ini telah menyebabkan mereka untuk mengambil berbagai eksperimen pada tanaman.

Eksperimen Retallack
Dalam bukunya pathbreaking, Dorothy Retallack menuliskan tentang hasil penelitiannya. Melalui studi dan observasi, dia menyimpulkan bahwa tanaman tumbuh subur dengan musik klasik dibandingkan dengan rock and roll. Anehnya, ketika genre jazz dimainkan, beberapa tanaman mencondongkan tubuhnya pada speaker sedangkan beberapa tanaman ada yang menjauh. Setelah penelitian lebih lanjut, Retallack melihat bahwa genre musik tidak ada hubungannya dengan respon, itu adalah jenis instrumen yang digunakan dan resonansi yang mungkin membuat perbedaan. Bukunya mengatakan bahwa frekuensi musik yang keras dapat mempengaruhi kesehatan tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi sangat lambat dan terhambat.

Joel Sternheimer
Dalam peneltiannya, Joel Sternheimer mempelajari frekuensi getaran dari asam amino. Ribosom memainkan peran penting dalam penciptaan protein dari berbagai asam amino tergantung pada kebutuhan sel dan organisme tersebut. Sementara proses ini berlangsung dalam ribosom, asam amino berubah relatif lambat, sehingga memungkinkan bagi para peneliti untuk dapat mengukur frekuensi. Ketika frekuensi dikenali, masing-masing dapat direkam ke dalam urutan atau melodi. Sternheiner berhasil mereplikasi rekaman melodi pada protein tertentu. Ketika melodi tersebut dimainkan, dia melihat bahwa hal itu meningkatkan manifestasi dari protein yang sesuai dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Sternheiner menegaskan bahwa tomat tumbuh hingga dua setengah kali lebih besar ketika melodinya dimainkan.

Mi-Jeong Jeong
Seorang ilmuwan Korea Selatan bernama Mi-Jeong Jeong memainkan Beethoven Moonlight Sonata pada tanaman padi. Dia menyatakan bahwa itu membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih tinggi. Dia mengklaim telah mengidentifikasi gen tanaman yang bisa mendengar. Bunyi yang dihasilkan dengan frekuensi antara 125 hertz – 250 hertz membuat gen tanaman semakin aktif. Di sisi lain, gelombang suara dari 50 hertz mengurangi aktivitas tanaman. Percobaan ini diulangi lagi dalam gelap, untuk menghindari gangguan cahaya dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan mereka. Para peneliti menyimpulkan bahwa karena paparan musik, perubahan kimia terjadi pada tanaman.

Beberapa penelitian yang disebutkan di atas membuktikan bahwa musik memang mempengaruhi tanaman. Tapi hal ini bukanlah karena lirik lagu atau maknanya, melainkan frekuensi dan getaran yang dipancarkan dan membuat perbedaan. Penelitian oleh Dorothy Retallack untuk membuktikan bahwa musik keras dapat merusak kesehatan tanaman. Musik yang lembut dengan frekuensi yang lebih rendah lebih baik untuk pertumbuhan tanaman. Meskipun banyak yang menyatakan bahwa percobaan yang dilakukan oleh Retallack tidak profesional dan membuahkan hasil tidak layak, percobaan ini telah menemukan titik terang bagaimana cara tanaman bereaksi terhadap berbagai frekuensi.

Bookmark and Share

Comments are closed.