Dampak Globalisasi Terhadap Lingkungan Hidup

Globalisasi telah membantu dalam pertumbuhan yang sangat besar dalam perdagangan internasional dan keuangan. Dan ini telah membuat negara-negara untuk bekerja lebih erat satu sama lain, menghasilkan beberapa inovasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Globalisasi memiliki dampak luas pada gaya hidup kita. Hal ini menyebabkan akses cepat teknologi, peningkatan komunikasi dan inovasi. Selain memainkan peran penting dalam membawa orang-orang dari budaya yang berbeda secara bersama-sama, hal itu telah membawa era baru dalam kemakmuran ekonomi dan telah membuka jalur besar pembangunan. Namun, globalisasi juga telah menciptakan beberapa bidang yang menjadi perhatian dan menonjol di antaranya adalah dampak pada lingkungan hidup. Globalisasi telah tampil secara luas dalam perdebatan mengenai lingkungan hidup dan aktivis lingkungan telah menyoroti jauh dampaknya.

Dampak globalisasi pada lingkungan kita

Para aktivis telah menunjukkan bahwa globalisasi telah menyebabkan peningkatan konsumsi produk, yang telah berdampak pada siklus ekologis. Konsumsi yang meningkat menyebabkan peningkatan dalam produksi barang, yang pada gilirannya memberi tekanan pada lingkungan. Globalisasi juga telah menyebabkan peningkatan transportasi bahan baku dan makanan dari satu tempat ke tempat lain. Sebelumnya, orang mengkonsumsi makanan lokal, tetapi dengan adanya globalisasi, orang mengkonsumsi produk yang telah dikembangkan di luar negeri. Jumlah bahan bakar yang dikonsumsi dalam mengangkut produk ini telah menyebabkan peningkatan tingkat polusi pada lingkungan hidup. Hal ini juga menyebabkan beberapa masalah lingkungan lain seperti polusi suara. Transportasi menggunakan sumber energi yang tak dapat diperbarui seperti bensin. Gas-gas yang dipancarkan dari alat-alat transportasi telah menyebabkan penipisan lapisan ozon selain meningkatkan efek rumah kaca. Limbah industri yang dihasilkan sebagai hasil produksi dibuang ke lautan. Hal ini telah membunuh banyak organisme air dan telah tersimpan banyak bahan kimia berbahaya di laut. Kerusakan yang disebabkan ekosistem dari minyak yang tumpah dari salah satu tempat yang bocor oleh British Petroleum pada tahun 2010 adalah salah satu contoh dari dampak globalisasi terhadap lingkungan hidup.

Karena globalisasi dan industrialisasi, berbagai bahan kimia telah dilemparkan ke tanah yang telah menghasilkan pertumbuhan gulma berbahaya. Limbah beracun telah menyebabkan banyak kerusakan pada tanaman dengan mengganggu susunan genetik. Hal ini telah memberikan tekanan pada sumber daya lahan yang tersedia. Di berbagai belahan dunia, pegunungan telah dipangkas dan dibuat jalan seperti terowongan atau jalan raya. Tanah tandus yang luas telah dirambah untuk membuka jalan bagi bangunan baru. Sementara manusia bersukacita pada inovasi ini, hal ini dapat memiliki efek jangka panjang terhadap lingkungan hidup. Berbagai penelitian selama bertahun-tahun telah menyatakan bahwa plastik merupakan salah satu polutan beracun yang utama, karena merupakan produk yang tidak dapat diuraikan secara biologi. Meningkatnya penggunaan plastik akan menyebabkan pencemaran lingkungan yang luas.

Globalisasi adalah tentang kompetisi, dan jika perusahaan swasta tertentu dapat memimpin dalam program ramah lingkungan, maka akan mendorong orang lain untuk mengikutinya. Adalah penting bahwa kita dimasukkan ke dalam beberapa upaya untuk menjaga keharmonisan dengan lingkungan. Kelangsungan hidup umat manusia di planet ini tergantung pada konsekuensi dari tindakan kita sendiri. Semoga artikel ini membantu anda dalam memahami dampak globalisasi terhadap lingkungan hidup dan pentingnya mengambil tindakan konkret terhadap hal itu.

Comments are closed.