Gaya Kepemimpinan Dalam Pendidikan

Berbagai gaya kepemimpinan dalam pendidikan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran, proses belajar mengajar, dan untuk menciptakan kombinasi yang efektif dari keduanya. Karena tingginya persaingan dalam dunia pendidikan yang terus meningkat, pelaksanaan gaya kepemimpinan ini menjadi semakin penting. Peran setiap individu mulai dari kepala sekolah, para guru, dan siswa akan berpengaruh dalam peningkatan hubungan belajar mengajar. Tugas setiap individu dalam kepemimpinan pendidikan adalah untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi guru untuk mengembangkan dan melaksanakan gaya mengajar dan metode mereka sendiri, dengan cara yang sederhana dan paling efektif bagi siswa. Selain itu, pengembangan aspek-aspek lain dari kerangka pendidikan, seperti asosiasi dengan kelompok eksternal yang memfasilitasi pengajaran, infrastruktur, dll berada di bawah lingkup kepemimpinan dalam pendidikan.

Gaya Kepemimpinan Dalam Pendidikan

Kepemimpinan instruksional
Dalam metode kepemimpinan instruksional, juga dikenal dengan istilah kepemimpinan hirarkis. Kepala sekolah berada di bagian paling atas, di mana keputusan yang diambil untuk memajukan pertumbuhan dan pembelajaran siswa. Dengan demikian, penetapan tujuan, penyediaan sumber daya penting untuk pencapaian tujuan, pengawasan guru, dan koordinasi dari tugas-tugas sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pokok. Agar gaya kepemimpinan dalam pendidikan menjadi sukses, kepala sekolah harus terus memelihara seluruh sistem pendidikan dan memiliki kepribadian yang akan membantu dalam pelaksanaan persyaratan tersebut(dalam kepemimpinan instruksional).

Kepemimpinan visioner
Dalam kerangka pendidikan, kepemimpinan visioner memainkan peran penting. Hal ini didefinisikan sebagai penciptaan visi oleh pemimpin(kepala sekolah), pelaksanaannya kemudian dilakukan oleh anggota kelompok(guru). Keterlibatan kelompok di semua tingkatan sangat penting, sehingga visi secara efektif dapat dijalankan. Pada akhirnya hal itu menjadi tugas guru, sehingga melibatkan mereka pada tahap perencanaan itu sendiri. Tidak semua orang siap untuk perubahan, sehingga memberikan cukup waktu untuk merespon dan mengikutinya. Agar kepemimpinan visioner menjadi sukses, maka diperlukan dorongan, perencanaan, analisis, penilaian dan pengembangan rencana.

Kepemimpinan fasilitatif
Berlawanan dengan metode kepemimpinan instruksional yang tradisional, gaya kepemimpinan fasilitatif atau partisipatif, mengacu pada keterlibatan pemimpin serta anggota staf dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi. Sementara struktur hirarkis tetap sama. Hal itu melibatkan setiap anggota dalam proses pengambilan keputusan yang membuatnya berbeda dari gaya kepemimpinan lainnya. Orang akan menganggap kepala sekolah bertanggung jawab sebagai pemimpin dari organisasi pendidikan. Jenis kepemimpinan ini dapat meningkatkan kinerja para guru dan mempersiapkan mereka untuk peran administrasi masa mendatang, dan juga siswa sendiri.

Setiap orang idealnya memiliki beberapa keterampilan kepemimpinan yang kemudian dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan kerangka dan organisasi. Dengan demikian, agar salah satu gaya kepemimpinan dalam pendidikan menjadi efektif, membawa sifat-sifat kepemimpinan yang melekat akan membuat perbedaan dan membawa perubahan yang diperlukan. Pengembangan visi dan pelaksanaannya didasarkan pada perencanaan dan manajemen, yang akhirnya akan memenuhi kebutuhan kepemimpinan dalam pendidikan, dan memfasilitasi hubungan antara belajar dan mengajar.

, ,

Comments are closed.