Penyebab dan Gejala Batu Ginjal pada Wanita

Apakah yang menjadi penyebab batu ginjal pada wanita? Bagaimana kemunculannya di dalam tubuh dapat diketahui? Apa saja cara untuk mencegah penyakit batu ginjal dan mengobatinya? Artikel tentang masalah-masalah penyebab batu ginjal pada wanita ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Kita semua menyadari fakta bahwa ginjal merupakan salah satu organ yang paling penting dari sistem tubuh manusia, yang berfungsi sebagai alat penyaring limbah racun dari tubuh. Urinary juga termasuk dalam proses filtrasi dengan membuang limbah beracun dari darah. Kadang-kadang kelebihan kalsium dan protein dalam tubuh juga dibuang dari tubuh melalui urin. Filtrasi pada ginjal terjadi di glomeruli. Pada saat terdapat kelebihan kalsium dalam ginjal, karena gangguan fungsi glomerulus, akhirnya dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Kondisi ini mempengaruhi laki-laki maupun perempuan, yang lebih sering dialami pada usia 30 sampai 60 tahun. Namun, untuk alasan yang tidak diketahui, kejadian ini lebih sering menimpa pada pria dibandingkan pada wanita.

Penyebab batu ginjal

Ada berbagai jenis batu ginjal berdasarkan pada komposisi. Kasus yang paling umum adalah batu gijnal terbentuk dari kalsium oksalat yang mengkristal. Faktor penyebab untuk masalah batu ginjal pada wanita hampir sama dengan pria.

  1. Salah satu penyebab paling umum adalah kurang asupan air dan cairan. Karena alasan ini, tubuh akan mengalami dehidrasi dan ginjal tidak mampu untuk melarutkan dan membuang garam kalsium dari tubuh. Dosis tinggi vitamin D, gangguan metabolisme, faktor makanan juga dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.
  2. Batu asam urat adalah indikasi dari tingginya asam urat pada ginjal, yang dapat terlihat dalam urin. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang menderita dehidrasi kronis.
  3. Batu struvite atau batu magnesium amonium fosfat lebih besar dari batu kalsium. Batu-batu ini dapat disebabkan karena infeksi saluran urin. Bakteri yang menyebabkan infeksi ini mengeluarkan sejumlah tinggi amonia, meningkatkan pH urin dan juga membuang magnesium berlebih.
  4. Beberapa ahli juga berpendapat bahwa faktor genetik juga berperan dalam terjadinya batu ginjal. Batu ginjal yang disebabkan karena faktor keturunan disebut cystinuria, di mana ada kadar asam amino yang tinggi dalam urin.

Gejala batu ginjal pada wanita

Sayangnya tanda dan gejala batu ginjal pada wanita tidak selalu mudah terdeteksi. Hal ini karena nyeri perut bagian bawah pada wanita akibat batu ginjal seringkali diabaikan. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang mungkin menunjukkan adanya kristal kalsium dalam ginjal;

  1. Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu gejala batu ginjal, pada pertama kali mengalami sakit perut. Nyeri ini dapat memancar ke arah belakang dan juga akan merasa seperti terkena sakit gagal ginjal.
  2. Gejala batu ginjal lain adalah urin merah muda atau merah karena adanya darah. Beberapa wanita mungkin juga sering mengalami dorongan untuk buang air kecil dan rasa terbakar saat kencing.
  3. Dalam kasus adanya infeksi ginjal, beberapa wanita mungkin juga mengalami dapat mengalami demam tinggi, mual muntah, dan menggigil.

Pencegahan dan pengobatan batu ginjal pada wanita

Hal ini penting untuk mendiagnosa dan mengobati batu ginjal sebelum menjadi parah dan memicu terjadinya gagal ginjal. Tes diagnostik termasuk pemeriksaan fisik, tes urin dan sonografi. Sejarah medis pasien juga dapat dievaluasi sebelum memberikan pengobatan. Obat penghilang rasa sakit dapat diresepkan untuk meringankan peradangan dan rasa sakit karena penyakit batu ginjal. Penderita batu ginjal mungkin memerlukan litotripsi, di mana gelombang suara digunakan untuk memecahkan kristal. Dalam beberapa kondisi, dokter mungkin lebih memilih untuk mengoperasi batu ginjal jika batu ginjal terlalu besar.

Diet untuk batu ginjal harus terdiri dari banyak buah-buahan dan sayuran. Makanan yang kaya kalsium harus benar-benar dihindari. Minum banyak air dan cairan akan mencegah akumulasi garam kalsium dalam ginjal. Makanan seperti unggas, daging dan ikan harus dibatasi. Cek kesehatan rutin ke penyedia layanan kesehatan juga akan membantu mendiagnosa kondisi ini pada tahap awal dan mencegahnya menjadi lebih parah.

Bookmark and Share

,

Comments are closed.