Nyeri Dada Setelah Makan Panas dan Terbakar

Jika anda mengalami nyeri dada setelah makan, maka sudah saatnya untuk anda melakukan diet harian, dan yang lebih penting mengatur kebiasaan dan pola makan. Lebih sering hal itu karena kebiasaan makan yang tidak sehat dan menyebabkan masalah sakit dada.

Nyeri dada sering menyebabkan rasa yang tidak nyaman yang dirasakan di dada, leher atau daerah perut bagian atas. Seringkali nyeri dada dikaitkan dengan penyakit jantung. Tapi terkadang penyebabnya juga karena non jantung.

Penyebab nyeri dada setelah makan

Jika cairan asam dari perut naik ke kerongkongan, hal itu dapat menyebabkan dada terasa sakit dan terbakar di daerah tepat di bawah tulang dada. Hal ini juga dapat mengakibatkan masalah seperti kembung. Sakit dada ini adalah gejala dari penyakit gastroesophageal reflux dan itu juga salah satu penyebab utama nyeri dada setelah makan. Jika anda berulang kali mengalami mulas setelah makan, anda mungkin memiliki penyakit gastroesophageal reflux atau asam lambung. Rasa seperti panas dan terbakar di tenggorokan atau rasa asam maupun pahit di dalam mulut juga berhubungan dalam hal ini. Ketika asam lambung naik ke atas menuju ke kerongkongan, hal itu juga dapat mencapai ke bagian belakang tenggorokan sehingga menyebabkan rasa asam dan pahit di mulut. Mual setelah makan juga sering disebabkan karena alasan yang sama.

Ulkus dapat menjadi penyebab utama nyeri dada setelah makan. Ulkus adalah luka terbuka yang berkembang di lapisan saluran pencernaan akibat infeksi bakteri. Sebagaimana kondisi berkembang, lapisan sistem pencernaan terikis dan makanan yang anda makan memperburuk lapisan yang rusak, dan menyebabkan rasa sakit. Pengobatan yang tepat harus diambil untuk menyembuhkan masalah ini.

Kadang-kadang anda mungkin mengalami kesulitan dalam menelan makanan. Hal ini biasanya disebabkan karena gangguan pencernaan. Makan berlebihan sering menyebabkan gangguan pencernaan yang merupakan salah satu penyebab nyeri dada setelah makan.

Radang selaput perut disebut juga gastritis. Peradangan ini kemungkinan besar disebabkan karena pola makan, minuman beralkohol dan kafein. Pusing setelah makan juga sering berhubungan dengan gastritis, yang dapat menyebabkan sakit pada dada.

Pengobatan

  1. Menghindari makanan berlemak, kopi, dan minuman beralkohol akan membantu dalam mengurangi masalah ini.
  2. Buah jeruk dan tomat kadang dapat mengiritasi dan merusak lapisan kerongkongan, sehingga hal ini harus benar-benar dihindari.
  3. Hidrasi yang tepat sangat penting untuk menyembuhkan masalah pencernaan yang terkait. Minum 7-8 gelas air putih setiap hari.
  4. Makan makanan setidaknya 2 jam sebelum anda tidur.
  5. Jalan-jalan kecil setelah makan sangat bermanfaat untuk pencernaan.

Pastikan bahwa anda memeriksakan diri ke dokter jika mengalami nyeri dada setelah makan berulang kali untuk mengetahui penyebab pastinya. Ketidaktahuan dapat menyebabkan perkembangan masalah kesehatan yang serius.

Comments are closed.