Proses Terbentuknya Tata Surya

Terdapat berbagai macam teori dari proses terbentuknya tata surya namun sampai saat ini yang paling dianggap mendekati kebenaran adalah nebula.

Tata surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari bintang, planet dan benda-benda lain di sekitarnya. Tata surya kita terdiri dari matahari dan 8 planet termasuk bumi yang kita tinggali, dan banyak benda lain seperti bulan, asteroid dan meteor. Beberapa benda langit seperti matahari, bulan, merkurius, venus, mars, jupiter dan saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang, sedangkan sisanya  dapat dilihat melalui teleskop.

Matahari adalah salah satu bagian yang paling penting dari sistem tata surya karena memberikan energi cahaya, panas dan energi lainnya bagi keberadaan kehidupan. Delapan planet mengitari matahari dalam orbit yang sedikit oval, 4 planet yang pertama adalah; merkurius, venus, bumi dan mars yang merupakan planet batuan, sedangkan empat planet berikutnya adalah; jupiter, saturnus, uranus dan neptunus adalah planet gas. Pluto adalah planet kesembilan sebelumnya dan karena sangat kecil dalam ukuran, para ilmuwan dari seluruh dunia secara kolektif tidak memasukkan pluto ke dalam daftar planet dalam sistem tata surya kita. Oleh karena itu, sekarang sudah tidak lagi dianggap sebagai planet.

Terbentuknya Tata Surya

Dengan menganalisis peluruhan radioaktif dari unsur-unsur radioaktif dalam meteorit, astronom dapat mengatakan bahwa asal usul dan terbentuknya tata surya dapat ditelusuri kembali pada 4,6 miliar tahun lalu. Pada saat itu adalah terjadinya gaya tarik gravitasi dari sebagian kecil awan molekul raksasa. Hal ini dikenal sebagai hipotesis nebula yang dikembangkan untuk pertama kalinya oleh Emanuel Swedenborg, Immanuel Kant dan Pierre Simon Laplace di abad ke-18, dan merupakan teori yang diterima secara luas di seluruh dunia. Teori ini kemudian telah disempurnakan setelah adanya penemuan planet lain dalam tata surya di tahun 1950 dan 1990-an.

Menurut teori nebula, tata surya terbentuk dari putaran awan, debu dan gas yang disebut nebula matahari. Dan secara kebetulan nebula mulai runtuh karena gaya gravitasinya sendiri. Beberapa ilmuwan percaya bahwa runtuhnya awan gas raksasa ini dipicu oleh supernova di dekatnya. Hal ini membuat hawa panas meningkat dan menyebabkan partikel debu menguap dan mengakibatkan tekanan yang kuat.

proses terbentuknya tata surya dan matahariSebuah fragmen besar memisahkan diri dan membentuk tata surya. Matahari muncul dari massa yang terbesar di pusat nebula. Tekanan di pusat nebula menjadi cukup tinggi untuk memicu reaksi nuklir. Lama-kelamaan nebula mulai menyusut dan berputar lebih cepat dan lebih cepat. Massa yang mengelilingi matahari terkumpul dan membentuk seperti cakram di sekelilingnya.

Selanjutnya, partikel dalam cakram bertabrakan satu sama lain dengan frekuensi yang meningkat dan melebur, sehingga membentuk asteroid yang dikenal sebagai planetesimal. Beberapa planetesimal ini lebih lanjut bertabrakan dan terkombinasi satu sama lain untuk membentuk planet-planet yang kita kenal sekarang. Sisa-sisa planetesimal yang melebur dan bergabung membentuk bulan, meteor, komet dan asteroid.

Dengan adanya erupsi yang sedang berlangsung maka terciptalah angin. Angin ini begitu kuat dan menyapu sebagian besar elemen ringan seperti helium dan hidrogen dari tata surya. Helium dan hidrogen ini juga berdampak lebih luas terhadap planet-planet, khususnya keempat planet gas. Ini menjelaskan sifat gas dari planet-planet tersebut.

Para ilmuwan percaya bahwa astronomi terus berubah dan tidak tetap konstan. Mereka percaya bahwa dalam 5 miliar tahun ke depan, lapisan luar matahari akan mengembang, membuat matahari lebih besar dan lebih panas. Perluasan matahari akan menyebabkan dirinya menjadi sebuah bola api yang akan melahap semua planet-planet batuan, termasuk bumi. Para ilmuwan juga percaya bahwa setelah periode 100 juta tahun, matahari akan kehilangan kapasitasnya untuk membuat energi dan akan berakhir sebagai sebuah planet kecil.

Disebutkan di atas bahwa hipotesis nebula adalah yang paling banyak diterima sebagai teori proses terbentuknya tata surya. Namun, hal ini belum disepakati sebagai teori utama karena munculnya berbagai masalah teoritis lain terkait dengan observasi-observasi baru.

Bookmark and Share

,

Comments are closed.