Psikologi Kognitif

Psikologi kognitif merupakan salah satu cabang yang muncul dalam psikologi. Cabang psikologi ini berhubungan dengan proses mental dan mempelajari bagaimana manusia melihat, berpikir, memahami, mempelajari, dan mengingat hal-hal dalam kehidupan sehari-hari. Psikologi kognitif juga berkaitan dengan ilmu saraf, linguistik, kecerdasan buatan, ilmu menghitung, antropologi, biologi, fisika, filsafat, dan lebih menekankan pada eksperimen dan verifikasi. Berbagai psikolog telah membuat pernyataan setelah melakukan berbagai penelitian, sehingga cabang ini relatif lebih ilmiah daripada bidang psikologi yang lain, di mana tidak ada bukti nyata dapat diberikan.

Ada hal-hal tertentu yang membentuk inti dari psikologi, diantaranya adalah termasuk persepsi, perhatian, bahasa, penilaian, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, kecerdasan dan memori. Menurut psikologi kognitif, pikiran tidak lain adalah proses yang terjadi di otak. Singkatnya, cabang penelitian psikologi membahas fungsi otak manusia, bagaimana otak menyimpan data, bagaimana hal-hal bisa dikategorikan dalam otak, bagaimana manusia menilai probabilitas, bagaimana merencanakan, dsb.

Studi psikologi kognitif dimulai sejak abad ke-18 namun tidak populer, dan baru sangat populer di abad ke-20. Alasan ketidakpopuleran ini adalah munculnya behaviorisme. Para ahli mulai belajar behaviorisme untuk mengetahui solusi masalah psikologis. Tetapi behaviorisme memiliki keterbatasan sendiri, karena hanya berurusan dengan perilaku manusia yang diamati, sedangkan kognisi adalah proses yang berbeda dan berkaitan dengan proses mental internal.
Teori kognitif didasarkan pada penelitian ilmiah dan studi yang diverifikasi. Revolusi kognitif dimulai pada tahun 1950-an, ketika para peneliti di berbagai bidang mulai mengembangkan teori pikiran dan otak, berdasarkan proses komputasi dan representasi kompleks. Banyak psikolog seperti Noam Chomsky, Jean Piaget, Wolfgang Kohler, Edward Tolman, William James, Gustav Fechner, dll memberikan kontribusi bagi pemahaman akan psikologi melalui berbagai penelitian ilmiah dan eksperimen yang membantu dalam munculnya terapi perilaku kognitif. Pada 1960-an, menjadi dominan dan menjadi salah satu cabang yang muncul dalam psikologi.

Jean Piaget adalah psikolog pertama yang meletakkan dasar perkembangan kognitif anak melalui teori perkembangan kognitif. Dia melakukan berbagai penelitian dan menunjukkan bagaimana anak-anak mengembangkan kemampuan kognitif mereka saat mereka tumbuh. Misalnya, bagaimana mereka belajar dari metode trial and error dan beberapa eksperimen yang menjadi sangat populer. Setelah beberapa tahun, Noam Chomsky melakukan penelitian dan membuktikan bahwa manusia lahir dengan sistem organisasi yang berkembang sebagaimana manusia tumbuh. Pengembangan kognisi tergantung pada gen, lingkungan dan pengalaman orang dalam hidupnya. Dia juga membuktikan bahwa pikiran manusia terbuat dari bagian yang berbeda dan masing-masing bagian melakukan tugas-tugas kognitif tertentu.

Otak manusia, proses mental, dan pikiran sadar selalu menjadi misteri bagi semua orang. Jika anda tertarik dalam mempelajari pikiran manusia, mungkin bidang psikologi adalah karir yang cocok untuk anda.

Bookmark and Share

Comments are closed.

tetap semangat jangan pernah goyah DMCA.com