Penyebab Batuk Terus-Menerus

Batuk terus-menerus sering terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa atau bahkan orang tua, mereka semua menderita banyak masalah karena batuk terus-menerus ini. Artikel ini akan membahas penyebab batuk terus-menerus dan cara untuk mengatasinya.

Bila anda mengalami batuk yang berlangsung selama delapan minggu atau lebih, maka batuk terus-menerus semacam ini disebut dengan batuk persisten. Hal ini juga dikenal sebagai batuk kronis. Beberapa penyebab batuk terus-menerus tidak serius. Namun, hal itu dapat membuat frustrasi bagi orang-orang dari semua kelompok usia. Batuk secara terus-menerus ini sangat mengganggu aktivitas. Anda merasa jengkel dan kehilangan nafsu makan karena selalu mengalami batuk yang tiada henti.

Penyebab batuk terus menerus

Batuk terus-menerus dapat dipicu karena berbagai alasan. Kadang-kadang batuk ini dikarenakan oleh iritasi lingkungan. Di lain waktu, hal ini adalah gejala dari beberapa masalah kesehatan yang serius yang mendasarinya. Kemungkinan utama penyebab batuk terus-menerus adalah sebagai berikut:

Pilek
Kita semua tahu bahwa pilek adalah salah satu penyebab paling umum dari batuk terus-menerus. Virus flu menyerang bagian atas dari saluran pernapasan dan menyebabkan peradangan. Bagian ini tetap meradang untuk waktu yang lama bahkan setelah infeksi hilang. Jadi, batuk menjengkelkan terus-menerus terjadi selama berminggu-minggu, sementara itu gejala lain seperti pilek, sakit tenggorokan, demam, sebelumnya telah mereda dalam beberapa hari.

Asma
Ini adalah masalah pernapasan di mana saluran udara meradang dan mengalami iritasi. Penderita asma cenderung untuk mengalami batuk terus-menerus ketika mereka terkena kondisi suhu rendah. Demikian pula, hal itu mungkin terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas atau paparan iritasi lingkungan. Batuk terus-menerus ini bisa menjadi batuk kering ataupun basah disertai dengan sesak nafas, mengi dan sesak pada bagian dada.

Pneumonia
Penyakit ini menyebabkan peradangan di paru-paru dan menyebabkan pelebaran dari tabung bronkial yang bertahan untuk waktu yang lama. Akibatnya, saluran bronkial gagal untuk membersihkan lendir dari paru-paru dengan baik. Kondisi ini menyebabkan batuk yang disertai dengan dahak berwarna atau juga darah.

Penyakit asam lambung
Banyak dari anda akan terkejut mengetahuinya, tetapi ini adalah fakta bahwa masalah ini menyebabkan batuk. Dalam kondisi ini, asam lambung kembali mengalir melalui kerongkongan. Gejala-gejala yang menyertai batuk ini adalah mulas atau rasa panas di dada dan rasa asam di mulut.

Tuberkulosis
Ini adalah infeksi bakteri yang sangat menular yang kebanyakan mempengaruhi paru-paru. Salah satu gejala utama dari serangan ini adalah bakteri pada paru-paru menyebabkan batuk persisten. Penderita tuberkolosis ini sering memuntahkan lendir berdarah saat batuk. Terlalu sering batuk dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas.

Pertusis
Hal ini pada umumnya dikenal sebagai batuk rejan. Ini adalah bentuk infeksi bakteri pada saluran pernapasan yang memicu batuk tak terkendali terutama batuk di malam hari. Ini adalah kejadian yang berlangsung pada anak-anak kecil dan bayi. Batuk rejan pada anak-anak dapat berlangsung selama 2 – 3 bulan.

Penyebab lain
Orang-orang yang rentan terhadap alergi cenderung untuk menderita batuk terus-menerus akibat paparan rutin terhadap alergen lingkungan seperti debu, asap atau polusi. Hal ini dapat menjadi efek samping dari beberapa obat-obatan yang kita pakai. Seorang perokok dapat mengembangkan masalah ini karena bronkitis kronis di mana saluran bronkial rusak oleh asap dan meradang.

Tips batuk terus menerus

Batuk kering terus-menerus dapat diobati dengan obat penekan batuk. Namun, obat ini tidak efektif untuk batuk rejan. Anak-anak dengan batuk rejan sering dirawat di rumah sakit dan diobati dengan antibiotik serta obat-obatan kortikosteroid. Infeksi bakteri lain seperti pneumonia dan TBC harus diobati dengan obat-obatan yang sesuai. Penderita asma dapat diberikan obat anti inflamasi dan bronkodilator untuk inhalasi yang dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Penderita penyakit asam lambung memerlukan obat-obatan seperti inhibitor pompa proton yang dapat mengontrol produksi asam berlebih dalam perut. Alergi batuk terkait juga wajib diobati dengan antihistamin dan dekongestan.

Bookmark and Share

, ,

Comments are closed.

tetap semangat jangan pernah goyah DMCA.com