Penyebab Pembuluh Darah di Mata Pecah

Penyebab pembuluh darah di mata pecah dapat dikarenakan trauma pada mata yang menjadi salah satu alasan umum di balik pecahnya pembuluh darah di mata. Selain itu peningkatan tekanan episcleral di pembuluh darah dapat menyebabkan pembuluh darah mata pecah. Berikut ini adalah artikel mengenai penyebab pembuluh darah yang pecah di mata dan cara untuk mencegah kondisi pembuluh darah mata pecah.

Konjungtiva mengacu pada membran yang menutupi bagian putih mata atau sklera dan bagian dalam kelopak mata. Hal ini berisi beberapa pembuluh darah kecil. Karena pembuluh darah yang rapuh, dinding pembuluh darah bisa pecah karena suatu sebab tertentu pada mata atau peningkatan tekanan secara tiba-tiba oleh darah pada dinding pembuluh darah. Ketika pembuluh darah pecah, darah dari pembuluh darah yang pecah mungkin terjebak di antara konjungtiva dan sclera. Darah menjadi terjebak dan akan terlihat dalam bentuk bintik-bintik merah pada mata. Kondisi ini secara medis disebut sebagai perdarahan subconjunctival.

Penyebab pembuluh darah di mata pecah

Perdarahan subconjunctival biasanya adalah kondisi yang tidak berbahaya. Hal itu tidak mengganggu penglihatan seseorang. Kondisi seperti ini dapat sembuh dengan sendirinya  tanpa perawatan medis dalam beberapa minggu. Berikut adalah beberapa penyebab pecahnya pembuluh darah di mata;

  1. Tekanan pada pembuluh darah karena batuk, bersin dan muntah dapat menyebabkan perdarahan subconjunctival.
  2. Mengangkat beban berat juga bisa menyebabkan perdarahan subconjunctival. Ketika seseorang mengangkat beban berat, sejumlah besar tekanan dapat diberikan pada pembuluh darah yang terletak di kepala. Situasi ini meningkatkan tekanan vena dan menjadi penyebab pembuluh darah di mata pecah.
  3. Bayi yang baru lahir bisa terpengaruh oleh kondisi ini. Perubahan tekanan dapat menyebabkan terjadinya perdarahan subconjunctival pada bayi yang baru lahir.
  4. Pembuluh darah di konjungtiva juga bisa pecah sebagai akibat dari trauma pada mata. Menggosok mata dengan keras juga dapat menyebabkan kondisi ini. Jika anda menggosok-gosok mata, sedangkan anda sedang memakai lensa kontak, maka akan mengalami lecet dan muncul bintik-bintik merah pada mata. Oleh karena itu para pemakai lensa kontak harus sangat berhati-hati.
  5. Ada kondisi medis tertentu yang menyebabkan resiko terkena perdarahan subconjunctival. Kondisi ini termasuk hipertensi, diabetes, konjungtivitis dan glaukoma. Glaukoma adalah suatu kondisi medis oleh tekanan intraokular tinggi. Tekanan intraokular mengacu pada tekanan yang diberikan oleh cairan di dalam bola mata. Tekanan intraokular tinggi bisa menjadi faktor penyebab pembuluh darah mata pecah.
  6. Konjungtivitis adalah kondisi mata yang ditandai dengan peradangan konjungtiva. Hal ini bisa terjadi karena infeksi bakteri atau virus. Pembuluh darah di mata bisa pecah jika penyebab penyakit seperti bakteri atau virus melemahkan dinding pembuluh darah.
  7. Dosis tinggi dari ginseng, bawang putih, cabe merah, jahe atau obat pengencer darah juga bisa menyebabkan pembuluh darah di mata pecah.

Mencegah pecahnya pembuluh darah di mata

Seperti disebutkan sebelumnya, perdarahan subconjunctival adalah kondisi yang tidak berbahaya. Darah yang terjebak dalam konjungtiva dan sclera akan diserap oleh konjungtiva dalam waktu beberapa minggu. Jika titik merah tidak hilang dalam beberapa minggu dan juga disertai dengan gejala lain seperti nyeri atau perubahan visual, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

  • Seringkali hipertensi menjadi penyebab pembuluh darah di mata pecah. Jika anda menderita hipertensi, cobalah untuk menjaga tensi anda dalam batas normal.
  • Jika perdarahan subconjunctival disebabkan karena trauma atau infeksi, dokter mata mungkin akan memberikan obat tertentu untuk mengatasinya dan mengobati infeksi.
  • Menggaruk mata akan memperburuk kondisi. Oleh karena itu tahan diri anda dari menggosok atau menggaruk mata.
  • Makanan yang kaya vitamin C dapat membantu dalam memperkuat dinding pembuluh darah. Ikuti pola makan yang sehat dan menghindari ketegangan mata untuk mencegah perdarahan subconjunctival yang berulang.

Perdarahan subconjunctival bukanlah kondisi kesehatan yang serius. Namun, jangan mengabaikan perdarahan subconjunctival jika disertai dengan rasa sakit atau perubahan pada penglihatan. Dalam keadaan seperti itu, akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secepatnya. Mata kita adalah organ yang sangat halus dan karena itu harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.

Bookmark and Share

, ,

Comments are closed.

tetap semangat jangan pernah goyah DMCA.com