Fungsi Sel Darah Merah

Fungsi sel darah merah memainkan peranan yang sangat penting pada tubuh manusia. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang dan memiliki umur yang pendek hanya sekitar 100-120 hari, di mana sel darah ini melakukan peran penting dalam mengangkut oksigen ke berbagai bagian tubuh.

Darah membentuk 7% dari berat badan seseorang dan volume darah dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Ini adalah cairan kehidupan yang beredar ke seluruh tubuh, melalui pembuluh darah yang disebut arteri dan vena. Darah memainkan peran penting dalam kehidupan kita karena membawa oksigen, nutrisi, vitamin, hormon, antibodi, panas dan elektrolit ke berbagai bagian tubuh yang penting untuk berfungsinya tubuh. Darah juga membawa dan menyingkirkan karbon dioksida dan limbah dari darah. Darah manusia terdiri dari 78% zat cair dan 22% zat padat. Darah mengandung plasma di mana sel-sel darah seperti sel darah merah, sel darah putih dan trombosit darah saling bergantungan. Semua komponen ini memainkan peran yang sangat penting dalam tubuh, namun dalam artikel ini kita hanya akan fokus pada fungsi sel darah merah.

Fungsi Sel Darah Merah

Sel darah merah juga disebut sebagai eritrosit dan merupakan sel-sel darah yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan leukosit dan trombosit, terhitung sekitar 45% dari total volume darah. Ukurannya berkisar 6 – 8 mikrometer dan tubuh manusia mengandung sekitar 4 – 6 juta/ mm3. Sel darah merah tidak memiliki inti sel dan terdiri dari protein yang disebut hemoglobin. Bahkan, 33% sel darah merah adalah hemoglobin. Molekul dalam hemoglobin adalah besi, yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam darah.

Sel darah merah dibentuk di sumsum tulang, di bawah pengaruh hormon erythropoietin  yang terbentuk di ginjal, dengan proses yang disebut eritropoiesis, hanya dalam 7 hari. Sel-sel ini beredar dalam tubuh selama hampir 3 bulan sebelum mereka hancur di limpa, atau didaur ulang oleh makrofag dalam tubuh. Jadi pada umumnya umur dari sel darah merah hanyalah 3 bulan. Nah, jadi apakah yang dilakukan oleh sel darah merah dengan umurnya yang pendek dan mengapa sangat penting bagi hidup kita? Untuk memahami hal ini, kita harus melihat beberapa fungsi sel darah merah lebih lanjut.

1. Oksigen

Fungsi sel darah merah yang pertama adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan lain dan sel-sel tubuh. Dan bagaimanakah sel darah merah berhasil melakukan hal ini? Hemoglobin yang hadir dalam sel darah merah adalah protein, yang mengikat dirinya ke molekul oksigen. Ketika seseorang menghirup oksigen, oksigen memasuki tubuh melalui lubang hidung dan mencapai paru-paru. Pada paru-paru, molekul hemoglobin mengikatkan diri pada molekul oksigen dan bergerak ke jantung. Dari jantung, darah yang mengandung oksigen yang sama dipompa ke seluruh bagian tubuh (otot, jaringan dan organ lainnya). Molekul-molekul hemoglobin kemudian melepaskan molekul oksigen ke sel-sel tubuh. Pada dasarnya, hemoglobin membawa oksigen dari tingkat oksigen yang tinggi dan melepaskannya di daerah dengan tingkat oksigen yang rendah dalam tubuh. Dengan demikian, sel darah merah benar-benar melakukan fungsi pengangkutan oksigen ke berbagai bagian tubuh.

2. Karbon dioksida

Fungsi sel darah merah yang lainnya adalah untuk membawa karbon dioksida, yang merupakan produk limbah dari aktivitas metabolisme dalam tubuh. Karbon dioksida sebenarnya dibentuk di dalam sel sebagai akibat dari reaksi kimia yang berlangsung. Produk limbah ini kemudian dibuang melalui plasma darah dan sel darah merah. Sementara sel darah merah memainkan peran utama dalam menghilangkan karbon dioksida dari sel-sel, plasma darah juga menyumbang sejumlah kecil penghapusan karbondioksida. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat molekul karbon dioksida untuk membentuk carbaminohaemoglobin. Namun, tidak seperti molekul oksigen, molekul karbon dioksida tidak mengikat ke bagian besi dari hemoglobin. Sebaliknya, mereka menggabungkan diri dengan gugus asam amino pada rantai polipeptida hemoglobin. Dengan demikian, sel darah merah mengangkut karbon dioksida dari berbagai sel-sel tubuh dan membawanya ke paru-paru, dari mana itu dibuang oleh nafas.

Kemampuan sel darah merah mengangkut oksigen tergantung pada beberapa faktor seperti pH darah, suhu, dsb. Selain itu, adanya karbon monoksida, hidrogen sulfida, dsb dalam darah juga mempengaruhi oksigen dalam hemoglobin.

Proses oksigen dan hemoglobin ke jaringan tubuh adalah satu hal yang kompleks. Namun, ini adalah cara sederhana untuk menjelaskan fungsi sel darah merah. Jika pada semua sel darah merah berhenti berfungsi, maka tubuh pasti akan memiliki masalah yang mengancam jiwa. Kelainan darah seperti anemia sel sabit, anemia hemolitik, hemochromatosis, sferositosis herediter dan berbagai kekurangan enzim sel darah merah lainnya dapat mengancam kehidupan seseorang.

,

Comments are closed.