Gejala Stres pada Anak

Gejala stres pada anak mungkin tidak sama dengan kita yang sudah dewasa dalam berpikir. Ada saat-saat tertentu ketika anak mengalami stres dan dampaknya. Artikel ini akan membantu anda memahami gejala stres pada anak-anak.

Kebanyakan pada orang dewasa mungkin tetap tidak yakin ketika mereka mengetahui bahwa anak mengalami stres. Anak-anak dalam kehidupan normal, adalah orang-orang yang menikmati hidup sepenuhnya. Makan, bermain, tidur, dan selalu memiliki orang tua yang merawat mereka. Meskipun hal itu menyenangkan, anak-anak juga memiliki persepsi mereka meliputi perasaan dan pola pikir yang digunakan sehingga dapat mengalami stres. Dalam kebanyakan kasus, gejala stres pada anak-anak merupakan manifestasi dari setiap fase yang pasti akan dilalui. Gejala stres ini bisa bersifat psikologis atau fisik.

Gejala stres pada anak dalam bentuk fisik

Berikut ini adalah gejala-gejala stres pada anak dalam bentuk fisik yang dapat menunjukkan gejala stres pada anak-anak:

Munculnya penyakit kulit, asma yang kambuh, gangguan susah tidur atau insomnia, sakit kepala, nyeri pada perut, nyeri otot, dan mudah merasa lelah.

Gejala stres pada anak secara psikologis

  • Perubahan perilaku seperti menjadi lebih agresif, garang, dan lebih mudah marah dari biasanya.
  • Perasaan bingung dan rasa bersalah, berbohong tanpa alasan juga dapat terjadi.
  • Anak-anak cenderung mengembangkan kebiasaan seperti mengupil, bermain dengan rambut atau mengisap jempol mereka.
  • Anak-anak yang lebih tua mungkin menunjukkan gejala seperti tidak mematuhi aturan dari orang tua dan guru.
  • Beberapa anak yang mengalami stres yang parah dapat mengalami gangguan perilaku atau gangguan stres pasca trauma. Beberapa gejala dari gangguan pada anak-anak ini seperti
  • ketakutan, sensitivitas terhadap suara keras, dan kehilangan minat dalam bermain.
  • Orang tua juga dapat melihat mereka makan secara berlebihan atau mungkin justru melewatkan makan, dan berkinerja buruk dalam karir akademik mereka.
  • Rasa cemas, depresi, dan rendah diri adalah beberapa gejala stres pada anak remaja yang menjalani fase stres dalam hidup mereka.

Penyebab stres pada anak

  • Pada anak-anak prasekolah, keluarga broken home dapat menjadi penyebab stres yang utama.
  • Masalah keluarga seperti pertengkaran bahkan perkelahian antara orang tua dapat menyebabkan stres pada anak.
  • Pindah ke tempat yang baru, kegiatan ekstrakurikuler yang intensif, tekanan akademis atau mungkin tekanan teman sebaya dapat menyebabkan gejala stres pada anak.

Tips mengatasi stres pada anak

Istirahat yang cukup dan makanan bergizi adalah dua metode yang paling efisien untuk mengatasi stres. Namun, keterlibatan orangtua tidak bisa dipungkiri, orang tua wajib membantu anak-anak mereka mengatasi stres dan gejala stres pada anak tersebut. Jangan biarkan kurangnya komunikasi untuk membangun hubungan antara anda dan anak. Sangatlah penting untuk menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak dan membantu mereka untuk curhat kepada anda. Yang sering terjadi, stres pada anak-anak dapat berkurang jika mereka berbicara kepada orang tua mereka. Berbicara dengan anak-anak akan membantu anda mengatasi penyebab stres pada anak bersama dengan solusinya. Ingat, jangan malah membuat anak menjadi dirinya rendah.

Penting untuk mengamati ketika anak mulai menunjukkan gejala abnormal seperti berperilaku agresif atau menjadi tidak sopan. Untuk menghadapinya, tidak akan bijaksana jika anda juga bereaksi dengan cara yang sama. Sulit untuk menenangkan anak yang terlalu agresif. Namun, perlu dipahami bahwa mereka tidak melakukannya dengan sengaja dan harus ada beberapa alasan untuk itu. Bersikaplah tenang dan tegas, yang akhirnya akan membantu mengetahui penyebabnya. Dan hal yang paling penting adalah membantu anak untuk melawan stres.

Tidaklah selalu mungkin bagi setiap orang tua untuk menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak mereka, setelah orang tua melalui hari-harinya yang sibuk. Namun, dengan memberikan sedikit waktu akan membantu mereka untuk menyadari bahwa hal-hal yang mereka lakukan adalah sama pentingnya. Pada kebanyakan kasus, orang tua cukup terampil untuk membantu anak-anak mereka mengatasi stres. Namun, jika mereka menyadari bahwa perilaku anak-anak mereka berubah dengan drastis dan berjalan terus-menerus, maka orang tua harus mempertimbangkannya untuk mencari bantuan ahli.

,

Comments are closed.