Rasa Terbakar Pada Perut

Rasa terbakar pada perut bukan selalu menjadi sebuah masalah yang sangat serius, meski hal itu tetap memberikan rasa tidak nyaman. Dalam artikel berikut anda akan diajak untuk mengetahui lebih banyak tentang penyebab rasa terbakar pada perut dan cara mengobati perut yang terasa terbakar.

Perut adalah ruang tertutup yang terletak di bawah tulang rusuk. Perut adalah sebagai tempat makanan diolah menjadi potongan-potongan kecil dan dengan demikian membantu dalam proses pencernaan makanan. Dalam hal ini, perut membutuhkan cairan-cairan berbeda yang terdiri dari enzim dan asam yang dikeluarkan oleh berbagai kelenjar di dalam dinding lambung. Jika terdapat kerusakan pada lapisan dalam perut, maka anda akan merasakan perut terasa seperti terbakar, ketika bagian yang rusak terkena cairan untuk pencernaan. Rasa terbakar ini sebagian besar terjadi pada bagian atas perut.

Penyebab rasa terbakar pada perut

Perut yang terasa seperti terbakar seringkali disebabkan karena terjadinya peradangan pada lapisan lambung. Secara medis, kondisi ini dikenal dengan gastritis. Tanda-tanda kondisi ini disertai dengan rasa mual, pembengkakan, dan kram perut. Kondisi umum yang menimbulkan masalah perut terasa seperti terbakar adalah sebagai berikut;

Alergi makanan
Jika anda mengalami rasa terbakar pada perut setelah makan, maka masalahnya mungkin disebabkan karena makanan. Mereka yang alergi terhadap beberapa makanan tertentu mungkin mengalami kondisi semacam ini. Perut yang terasa terbakar diikuti dengan gejala lain seperti diare, muntah, dan demam.

Flu perut
Gastroenteritis atau flu perut ini disebabkan karena terjadi infeksi virus pada usus. Rasa terbakar di perut adalah salah satu gejala infeksi ini.

Infeksi bakteri
Bakteri pylori atau helicobacter pylori dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan dalam perut. Orang-orang yang sebagian besar dipengaruhi oleh bakteri di masa kecilnya, kemungkinan bakteri tersebut akan menetap di dalam perut mereka sepanjang hidup mereka. Hal ini pada dasarnya ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik langsung. Pada awalnya, bakteri tersebut tidak menyebabkan kerusakan. Namun, lama kelamaaan, bakteri mengikis jaringan lapisan lambung dan menyebabkan peradangan.

Luka pada lambung
ulkus lambung merupakan luka terbuka yang ditemukan pada lapisan dalam perut. Luka yang mengalami kontak dengan asam lambung dapat menyebabkan rasa sakit dan terbakar.

Asupan alkohol berlebihan dan merokok
Zat lain yang dapat memperburuk masalah ini adalah asupan alkohol berlebihan, merokok atau penyalahgunaan obat keras.

Obat-obatan
Penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu seperti obat anti inflamasi untuk mengurangi rasa sakit perut dapat menekan membran pelindung perut dan menyebabkan gastritis.

Stres mental
Stres dapat menjadi sebagai pemicu dalam masalah ini.

Pengobatan perut yang terbakar

Kondisi ini didiagnosis dengan mempelajari riwayat kesehatan pasien. Kadang-kadang, tes darah dan sinar-X dilakukan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan yang tepat mengurangi dapat resiko pembentukan ulkus.

Antasida
Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk mengontrol pembentukan asam dalam perut. Pada tahap awal, antasid dalam bentuk tablet atau cair diberikan kepada pasien.

Antibiotik
Rasa terbakar yang terjadi pada perut karena infeksi bakteri pylori harus diobati dengan obat antibiotik.

Tips mencegah dan mengobati

Ada beberapa cara mencegah dan mengobati masalah perut diantaranya;

  1. Perubahan gaya hidup meliputi asupan alkohol yang terbatas. Akan lebih baik jika anda bisa menghindari minuman beralkohol karena dapat memperburuk peradangan lambung lebih lanjut.
  2. Merokok menyebabkan kerusakan pada lapisan perut. Jadi, adalah penting untuk berhenti merokok dalam kondisi seperti ini.
  3. Mengkonsumsi buah pisang, semangka, air kelapa muda untuk meedakan rasa terbakar di perut.
  4. Madu sangat bermanfaat utuk mengatasi masalah keasaman. Ambil satu sendok teh madu dicampur dengan seperempat sendok teh kayu manis akan sangat membantu.
  5. Memijat perut antara pusar dan tulang dada. Ini akan membantu dalam melepaskan gas lebih lancar.
  6. Makan makanan yang mudah dicerna saja. Makanan pedas, makanan berlemak, minuman bersoda dan kafein harus dihindari karena dapat memicu iritasi lambung.
  7. Stres dapat memicu terjadinya iritasi lambung, teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga dapat membantu untuk menghilangkan stres.
  8. Olahraga teratur atau aktivitas fisik minimal 30 sampai 40 menit setiap hari akan membuat anda lebih sehat dan jauh dari masalah tersebut.

Gejala masalah pada perut tidak boleh diabaikan dan perlu diobati tepat pada waktunya. Anda mungkin tidak bisa makan dengan benar dan nyaman jika anda mengalami rasa terbakar pada perut. Hal ini akan menyebabkan penurunan berat badan drastis.

Bookmark and Share

,

Comments are closed.

tetap semangat jangan pernah goyah DMCA.com