Bronkitis Akut VS Bronkitis Kronis

Bronkitis adalah suatu kondisi paru-paru yang mempengaruhi pernapasan orang yang terkena. Ingin tahu lebih lanjut tentang bronkitis? Artikel berikut akan menjelaskan antara bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Tabung bronkial bertugas untuk mengangkut udara. Faktor-faktor tertentu dapat menyebabkan lapisan tabung ini menjadi meradang dan teriritasi. Kondisi ini dikenal dengan istilah bronkitis. Hal ini dapat bersifat akut atau kronis. Bronkitis akut seringkali merupakan komplikasi dari penyakit seperti infeksi pernapasan. Sedangkan pada bronkitis kronis, adalah kondisi jangka panjang sehingga membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Bronkitis akut dan kronis

Bronkitis akut
Seseorang yang mengalami pilek atau flu, dapat mengembangkan bronkitis akut setelah sekitar 3-4 hari. Gejala utamanya adalah batuk. Pada mulanya, hal ini biasanya dimulai dengan batuk non produktif, tidak menghasilkan dahak ataupun lendir, yang mungkin dapat berkembang menjadi batuk produktif. Lendir pada batuk dapat terlihat berwarna abu-abu atau kuning. Pada beberapa orang, peradangan pada saluran bronkial dapat menyebabkan perdarahan yang suatu saat dapat muncul dalam lendir.

Di samping batuk, kondisi ini dapat disertai dengan demam ringan, menggigil, dan rasa lemah. Suara serak dapat terjadi karena batuk dan penderita juga bisa mengalami rasa terbakar pada dada. Pada sebagian besar, gejala di atas akan membaik dalam beberapa minggu. Namun, setelah berakhir mungkin penderita harus berurusan dengan batuk berkepanjangan yang dapat berlangsung hingga beberapa minggu.

Bronkitis kronis
Seseorang dapat dikatakan mengembangkan bronkitis kronis jika dia terus mengalami gejala di atas setiap hari dan setidaknya selama tiga bulan. Dan jika hal ini berlanjut selama dua tahun berturut-turut, maka hal itu adalah bronkitis kronis. Dalam hal ini, batuk menjadi lebih parah daripada sebelumnya, dan penderita mungkin merasa lebih sulit untuk bernapas karena kondisi yang makin memburuk. Gejala lainnya termasuk sakit kepala, nyeri otot, dan sianosis. Bronkitis kronis pada umumnya disebabkan karena aktivitas merokok. Jika mengalami demam bersama dengan gejala di atas, maka dapat menunjukkan infeksi bakteri atau virus.

>>  Gejala Bronkitis dan Pengertiannya

Mengobati bronkitis

Bronkitis akut adalah suatu kondisi diri yang dapat dengan mudah terselesaikan. Hanya dengan mengikuti beberapa langkah-langkah perawatan sendiri di rumah. Hal ini termasuk meminum banyak cairan, istirahat yang cukup, dan meningkatkan kelembaban lingkungan sekitar. Karena pada kebanyakan kasus bronkitis akut adalah komplikasi dari infeksi virus, maka antibiotik tidak dapat membantu. Namun, jika dokter mencurigai adanya infeksi bakteri sekunder maka antibiotik dapat diresepkan untuk menghindari komplikasi.

Bronkitis kronis mengharuskan perawatan seumur hidup. Satu hal yang paling penting untuk mengobati kondisi ini adalah untuk berhenti merokok. Kebanyakan penderita berhenti batuk setelah mereka menghindari merokok sepenuhnya. Obat yang biasanya diresepkan termasuk bronkodilator dan steroid. Bronkodilator bekerja dengan melebarkan saluran udara yang tertutup di paru-paru. Steroid akan diberikan untuk orang-orang dengan bronkitis kronis, setelah bronkodilator kurang membantu. Steroid membantu mengurangi respon inflamasi yang mengurangi produksi dahak dan menghasilkan pernapasan yang lebih baik. Metode lain pengobatan termasuk program rehabilitasi paru-paru. Program ini meliputi terapi yang membantu pasien mempelajari teknik pernapasan untuk mengatasi kondisi tersebut, dan meningkatkan kemampuannya untuk berolahraga. Pasien juga disarankan untuk menghindari menghirup udara dingin atau kering.

Bronkitis akut dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan mendapatkan vaksin flu tahunan. Orang-orang dengan bronkitis akut dapat dengan mudah mencegah kondisinya berkembang menjadi kronis dengan menghindari merokok, paparan polutan tertentu, uap kimia, deodoran, cat semprot, dsb.

,

Comments are closed.