Benjolan di Leher Berbahaya

Benjolan di leher memang dapat terkait dengan sesuatu seperti kanker, diagnosis medis akan memberikan bantuan untuk mengatasi masalah benjolan di leher.

Di daerah leher dan kepala, tubuh kita memiliki banyak sekali kelenjar getah bening yang dapat membengkak karena infeksi atau beberapa masalah lain. Benjolan ini mungkin saja tidak berbahaya, namun ada kemungkinan juga disebabkan karena adanya kanker. Anda tidak akan tahu tentang sifat sebenarnya dari benjolan ini kecuali anda memeriksakan hal ini kepada seorang dokter spesialis.

Benjolan di leher

Untuk menentukan apakah benjolan tersebut berbahaya ataukah tidak, maka perlu mempertimbangkan dari segi ukuran, konsistensi, warnanya, di daerah mana benjolan itu berada, dsb.

Pada umumnya benjolan ini muncul di belakang atau bawah telinga, dan di bawah rahang. Setelah melihat terdapat benjolan di leher, kebanyakan orang menarik kesimpulan bahwa ini merupakan tumor. Namun, anda mungkin saja tidak benar dabenjolan di leher bergeraklam mendiagnosis diri sendiri karena ada juga banyak penyebab lain yang dapat menyebabkan pembentukan benjolan di daerah leher. Berikut adalah beberapa penyebab benjolan pada area leher:

Penyebab benjolan di leher

  1. Pembesaran kelenjar getah bening adalah salah satu alasan umum penyebab pembentukan benjolan di leher.
  2. Sebuah benjolan kecil di leher muncul karena adanya folikel rambut yang telah terinfeksi. Kondisi ini menjadi gatal dan terasa sakit. Nanah yang terbentuk dapat menyebabkan peradangan. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya atau dengan obat topikal.
  3. Folikel rambut yang bengkak atau iritasi kulit dapat menyebabkan kista. Kista sebaceous kecil tidak berbahaya dan dapat dilakukan pengobatan sendiri. Namun, jika ukurannya meningkat, mungkin memerlukan pengobatan lanjutan.
  4. Lipoma tumor jinak dan bergerak terlihat sebagai benjolan di bawah kulit. Seringkali, tumor ini tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat dihilangkan dengan mudah melalui bedah kosmetik.
  5. Benjolan besar di leher dapat disebabkan oleh gondok dikarenakan kekurangan yodium. Gondok dapat menyebabkan perluasan benjolan ke sisi leher. Benjolan gondok yang sangat besar harus diangkat dengan operasi.
  6. Kelenjar tiroid terletak di daerah tenggorokan. Setiap malfungsi dari kelenjar tiroid dapat menyebabkan benjolan di leher.
  7. Pembengkakan amandel dapat menyebabkan benjolan pada leher. Seseorang yang menderita tonsilitis akan mengalami rasa sakit saat batuk dan menelan.

Penyakit-penyakit lain yang mungkin menjadi penyebab timbulnya benjolan di daerah leher adalah mononucleosis, otitis media, rubella, higroma kistik, laryngocele, kanker orofaringeal, kantong faring, kista tiroglosus, dsb. Infeksi juga dapat menimbulkan benjolan di bawah kulit atau di belakang leher. Benjolan yang tumbuh di leher pada anak bisa berakibat fatal dan harus didiagnosis sesegera mungkin.

Benjolan bergerak di leher

Sering kali, kulit menunjukkan rasa tidak nyaman melalui berbagai tanda dan gejala yang dapat diamati. Ruam kulit dan jerawat adalah masalah umum yang membuat anda tidak begitu menaruh perhatian besar. Baru setelah kita menyadari yang sebenarnya, bahwa terdapat benjolan di leher atau pembengkakan yang mungkin bergerak dan menyakitkan. Sebuah tonjolan dari daging di bawah kulit dapat disebut sebagai benjolan di leher. Sebuah benjolan akan menjadi benjolan yang keras namun tidak begitu keras, bahkan anda dapat merasakannya dengan meraba memakai tangan. Beberapa benjolan mungkin saja hanyalah merupakan pertumbuhan dari jaringan lemak berlebih. Namun, beberapa diantaranya dapat menjadi hal yang serius dan memerlukan perhatian medis. Benjolan di leher yang bergerak juga menjadi masalah yang dihadapi oleh banyak orang, dan ini dapat menyebabkan penderita menjadi panik.

Benjolan yang bergerak sering juga disebabkan oleh kelenjar getah bening yang bengkak, karena infeksi oleh bakteri dan virus. Benjolan kecil juga dapat diakibatkan dari nodul lemak atau lipoma, dimana gejalanya meliputi demam dan berkeringat di malam hari. Penyebab lainnya adalah kista dermoid seperti kista sebasea, tiroglosus kista, dsb. Sangat jarang sekali jika benjolan yang bergerak berkembang menjadi kanker. Masalah tiroid juga dapat menyebabkan benjolan tersebut. Pemeriksaan medis seperti biopsi, sinar X-ray, CT scan, MRI, tes darah, dsb dapat memperjelas apakah permasalahan sebenarnya.

Benjolan di leher perlu diperiksa segera oleh dokter ahli. Ada banyak perawatan yang dapat menangani benjolan tersebut. Segera periksakan diri anda setelah menemukan benjolan apapun, dan mendapatkan perawatan tepat waktu untuk mengurangi resiko lebih parah. Benjolan di leher sering kali tidak menyebabkan rasa sakit yang intens, meski begitu nampak tidak menyenangkan.

Benjolan yang terasa sakit pada leher bisa menjadi berbahaya dan harus segera mendapatkan bantuan medis. Alasan untuk benjolan di belakang leher atau juga di bagian leher dan di bawah telinga dapat bervariasi dari hal-hal sederhana seperti alergi. Setiap benjolan di daerah leher yang lebih besar dari ukuran kacang akan mengkhawatirkan. Jika menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu, mungkin hal ini justru berbahaya. Jika tumbuh disertai rasa sakit, jalan keluar terbaik adalah segera mengunjungi dokter.

 
  Incoming Keywords: apakah benjolan di leher bisa hilang dengan sendirinya, benjolan di leher sebelah kanan, benjolan di leher sebelah kanan bawah telinga, benjolan di leher, benjolan banyak dileher gejala penyakit apa, leher bengkak sebelah kanan, benjolan di leher sebelah kanan pada anak, benjolan di belakang leher, benjolan di rahang bawah dekat leher, benjolan di leher anak

, ,

Comments are closed.