Penyebab Perut Kembung Setelah Makan dan Tips Mencegahnya

Perut kembung setelah makan adalah salah satu gangguan pencernaan yang lazim. Perut yang kembung dapat menjadi indikasi dari kondisi kesehatan yang mendasari. Disajikan di bawah ini mengenai gambaran singkat tentang kondisi tersebut.

Perut yang kembung sering dikaitkan dengan makan terlalu banyak atau mungkin makan makanan yang tergolong berat. Tidak diragukan lagi bahwa menu makanan merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan perut kembung. Namun, apakah anda tahu bahwa hal itu juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu? Bahkan beberapa faktor gaya hidup, terkait dengan kembung dan sakit perut setelah makan. Kembung yang dirasa sesekali mungkin tidak menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Akan tetapi, jika hal itu terjadi secara teratur berkepanjangan atau dalam gejala yang parah, anda harus mencari bantuan medis.

Penyebab perut kembung

Perut kembung sering dikaitkan dengan sesak pada perut dan bersendawa. Pada umumnya, hal ini terjadi karena adanya sejumlah gas di dalam perut. Biasanya, sejumlah kecil gas dihasilkan di usus, ini adalah sebagai produk sampingan dari pencernaan. Dalam beberapa kondisi, sejumlah besar gas diproduksi di dalam usus karena berbagai sebab. Hal ini meningkatkan tekanan di dalam perut dan karenanya perut menjadi kembung. Peningkatan tekanan menyebabkan kram sesekali dan nyeri pada perut. Sakit perut yang disebabkan oleh rasa kembung dapat menyebar ke tempat lain, seperti dada dan punggung. Tubuh mencoba untuk mengusir gas melalui sendawa dan juga dengan kentut. Gejala-gejala mungkin dapat mereda dalam beberapa jam atau beberapa hari, sesuai dengan tingkat keparahan dari kondisi dan penyebab yang mendasarinya. Di lain sisi, penyakit tumor di usus juga dapat menyebabkan kembung. Penyebab kembung dapat secara luas diklasifikasikan ke dalam gaya hidup dan kondisi kesehatan terkait.

Perut kembung adalah salah satu gejala intoleransi makanan, yang juga dapat menyebabkan mual, sakit perut, diare dan juga sembelit. Gejala intoleransi makanan biasanya muncul dalam waktu beberapa jam atau dalam hitungan hari setelah mengkonsumsi makanan. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan enzim tertentu yang diperlukan untuk mencerna makanan tersebut. Hal ini sebagian besar terkait dengan makanan seperti produk dari gandum susu, produk kedelai, telur, kacang, kerang, dan coklat.

Perut kembung lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria. Fluktuasi kadar hormon merupakan salah satu penyebab mengapa seorang wanita merasakan kembung. Gejala tersebut biasanya dialami selama masa ovulasi, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Selama ovulasi dan kehamilan, tingkat peningkatan progesteron mempengaruhi otot-otot perut. Kondisi ini menyebabkan sembelit dan akhirnya terasa kembung. Kondisi medis lain yang terkait dengan perut kembung pada wanita adalah adanya kanker ovarium.

Sebuah kondisi medis yang disebabkan karena menelan udara berlebih ke dalam perut, disebut dengan aerophagia. Pernapasan mulut merupakan salah satu penyebab kondisi ini. Stres dan kecemasan juga terkait dengan pernapasan mulut dan sehingga menyebabkan aerophagia. Alat bantu pernafasan juga mungkin menyebabkan perut kembung, karena ada kemungkinan menelan udara ke dalam perut. Selain itu, minuman bersoda dan permen karet juga menjadi penyebab aerophagia. Menelan makanan tanpa mengunyah dengan tepat juga dapat menyebabkan perut kembung setelah makan.

Kondisi medis lainnya yang berhubungan dengan kembung adalah sembelit, insufisiensi lambung, parasit pada usus, diverticulosis, dan obstruksi usus parsial. Stres memicu sindrom iritasi usus, yang merupakan penyebab kembung. Penggunaan antibiotik dapat mengganggu keseimbangan antara mikroorganisme yang baik dan buruk di dalam usus. Antibiotik dapat mengurangi populasi bakteri yang bersifat baik dalam usus, sehingga mengganggu proses pencernaan. Pengurangan jumlah bakteri yang baik karena antibiotik membuka jalan bagi proliferasi yang buruk dan dapat menyebabkan masalah perut kembung.

>>  Sakit Perut Asam Lambung

Tips mencegah perut kembung setelah makan

  • Pola makan terbukti menjadi faktor utama yang terkait dengan masalah perut, cobalah untuk membuat daftar makanan yang memicu gejala dan kemudian menghindari makanan tersebut.
  • Hindari makanan yang digoreng dan berlemak, bersama dengan minuman berkarbonasi dan berkafein. Kurangi asupan makanan mentah serta makan makanan kaya serat.
  • Cobalah untuk tetap tenang sewaktu makan. Duduk lurus dan mengunyah makanan secara perlahan. Akan lebih baik untuk mengunyah dengan mulut tertutup, sehingga untuk menghindari asupan udara masuk ke perut bersamaan dengan makanan.
  • Hindari makanan yang terlalu panas atau dingin.
  • Jangan dulu berbaring setelah makanan. Anda mungkin rileks dulu dengan berjalan-jalan pendek yang akan meningkatkan proses pencernaan. Jika tidur, janganlah berbaring melainkan dalam posisi miring dan meninggikan kepala dengan bantal. Hindari merokok dan penggunaan produk tembakau lainnya untuk mencegah perut kembung.
  • Minum banyak air dan memiliki diet yang seimbang. Sedikit asupan air dapat memicu penyakit asam lambung. Hal ini juga akan menghambat proses pencernaan dan menyebabkan perut terasa kembung.

Sebagai kesimpulan, perut kembung dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Jika hal ini terkait dengan kondisi medis yang mendasari, maka diagnosis dan pengobatan akan bermanfaat. Selain itu, olahraga teratur dan gaya hidup sehat dapat membantu dalam mencegah perut kembung setelah makan.

 
  Incoming Keywords: perut kembung setelah makan, habis makan perut kembung, mengapa setelahmakan pertu malah merasa kembung, kenapa setiap habis makan perut terasa kembung, perut tidak nyaman setelah makan, perut kembung sehabis makan, penyebab perut kembung setelah makan, cara mengatasi perut kembung setelah makan, prut kmbung setelah mkn, setelah makan perut begah

Trackbacks/Pingbacks

  1. Tanda Gejala Perut Kembung

    […] Penyebab Perut Kembung Setelah Makan dan Tips Mencegahnya […]