Penyebab Gejala Anemia & Mengobati Berdasarkan Jenis Anemia

I stilah anemia diambil dari bahasa Yunani ‘anaimia‘ yang berarti kekurangan darah. Artikel penyakit anemia berikut ini adalah informasi tentang penyebab dan gejala anemia serta cara mengobati anemia berdasarkan jenis anemia.

Anemia lebih sering mempengaruhi kaum wanita daripada pria. Gejala anemia pada wanita terlihat lebih jelas pada masa datang bulan dan juga di saat kehamilan. Akan tetapi, anemia dapat terjadi pada siapa saja dengan pola makan yang rendah nutrisi. Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah yang cukup. Protein kompleks yang disebut hemoglobin, menanamkan warna merah pada darah. Ketika seseorang menderita penyakit anemia, terjadi penurunan drastis dari sel darah merah, atau suatu kondisi yang digambarkan dengan kapasitas darah yang rendah. Sel darah merah (eritrosit) diproduksi terutama di sumsum tulang, yang merupakan bagian dalam tulang. Jika anemia tidak diobati dalam jangka waktu yang lama, maka menyebabkan masalah kesehatan yang lebih kronis.

Penyebab anemia

Pada umumnya, penyebab anemia dikarenakan kekurangan gizi, terutama zat besi, vitamin B12, asam folat. Selainanemia itu, kekurangan vitamin B2, B6, C, A, D, E, dan K, seng, tembaga, kalsium, dan protein juga dapat menyebabkan anemia.

Gejala anemia

Karena terdapat banyak jenis anemia, gejala yang terjadi juga kadang berbeda, meski pada sebagian besar terlihat mirip. Gejala yang terjadi dapat bervariasi tergantung pada bentuk atau tingkat keparahan anemia. Gejala umum dari semua jenis anemia adalah pusing, warna kulit terlihat kuning dan pucat, insomnia, kram pada otot kaki, lemah terutama saat berolahraga atau beraktivitas, terlihat malas, dan sakit kepala konstan.

Gejala anemia yang disebabkan oleh kerusakan pada sel-sel darah merah adalah penyakit kuning, warna coklat pada urin, kram perut, dan memar berwarna biru muda di bawah kulit. Pada bayi, anemia cenderung menghambat pertumbuhan fisik. Gejala anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 adalah halusinasi, skizofrenia, demensia, kesemutan yang ditandai dengan hilangnya rasa sentuhan dan kesulitan dalam berjalan. Kekurangan zat besi menyebabkan gejala seperti kuku yang melengkung ke atas, nyeri. Kekurangan asam folat banyak ditemukan pada wanita hamil, orang tua, pecandu alkohol, dan orang-orang yang memiliki pola makan yang buruk. Pada umumnya, hal ini menunjukkan gejala seperti tekanan darah rendah, kelemahan, nyeri dada disertai nafas pendek, dan peningkatan denyut jantung.

3 jenis anemia

1. Anemia makrositik normokromik

Jenis anemia ini juga disebut anemia megaloblastik dan terjadi ketika eritrosit tidak terbentuk dengan normal, di sisi lain konsentrasi hemoglobin tetap normal. Kekurangan vitamin B12 atau folat mengakibatkan sintesis DNA yang rusak dan menyebabkan sel-sel mati sebelum waktunya. Hal ini mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh menjadi lemah untuk melawan antigen karena penurunan produksi limfosit (sel darah putih) yang membantu dengan membuat antibodi. Gejala anemia meliputi kelelahan, cheilosis (luka atau retak pada sudut mulut), glossitis (lidah bengkak dan merah), depresi, dan ingatan yang buruk.

2. Anemia mikrositik hipokromik

Hipokromia dapat terjadi ketika sel-sel darah dalam ukuran normal. Sakit maag dan perdarahan gastrointestinal karena angiodisplasia dapat menyebabkan anemia ini. Wanita yang sedang hamil atau sedang datang bulan juga cenderung menderita anemia jenis ini. Metabolisme yang terjadi pada masa kehamilan dan menyusui menguras banyak zat besi dalam tubuh. Untuk menghindari dan mengobati anemia jenis ini diperlukan makanan dengan kandungan zat besi, vitamin C, dan tembaga yang tinggi. Hindarilah minuman berkafein, susu, dan antasida karena hal ini membuat tubuh anda menjadi sulit untuk menyerap zat besi. Gejala anemia karena kekurangan zat besi meliputi kelelahan, mudah lesu, sesak napas, denyut jantung tidak teratur, mudah sakit kepala, lidah kelu, gatal-gatal, kesulitan menelan, kulit pucat dan
kering, kuku mengelupas, rambut rontok.

>>  Anemia Pada Wanita

3. Anemia normositik normokromikaplastik, hemolitik, sel sabit

Pada jenis anemia hemolitik terjadi penurunan sel darah merah normal. Ukuran dan isi hemoglobin normal, tetapi jumlahnya tidak cukup. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, anemia hemolitik dapat menyebabkan gagal jantung. Kondisi ini juga dapat memperburuk penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau penyakit serebrovaskular. Gejala-gejala anemia hemolitik antara lain terjadi pembesaran pada limpa, kelelahan, demam, warna kulit yang pucat, denyut jantung yang cepat, sesak napas, penyakit kuning.

Anemia sel sabit adalah penyakit di mana sel-sel darah merah mengasumsikan bentuk abnormal seperti sabit dan terlihat rapuh. Bentuk sabit ini terjadi karena perubahan pada gen hemoglobin. Hal ini menyebabkan kerusakan yang berlebihan dari sel-sel darah dan  menyebabkan keadaan hemolisis, yang merupakan penyebab anemia yang sesungguhnya. Gejala yang terlihat dalam kondisi ini adalah sama dengan yang terlihat pada anemia lain, seperti sesak nafas, gelisah, jantung berdebar. Akan tetapi, karena penyakit ini adalah karena masalah genetik dalam etiologi, maka tidak ada obatnya. Namun, tindakan pencegahan tertentu dapat diterapkan guna mencegah tingkat keparahan meliputi; makan makanan yang kaya zat besi dan asam folat. Dalam kondisi yang parah, transfusi darah dan transplantasi sumsum tulang juga bisa dilakukan.

Anemia aplastik adalah suatu kondisi di mana sumsum tulang tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Disamping itu sel darah tidak diganti dan diproduksi dengan tepat waktu. Dengan demikian, sel-sel darah merah, yang memiliki umur hanya 120 hari, akhirnya mati tapi tidak digantikan dengan yang baru. Dalam kondisi yang sangat parah, satu-satunya pengobatan yang terbaik adalah dengan penggantian sumsum tulang.

Selain 3 tipe utama di atas, terdapat juga anemia yang lain seperti anemia prematuritas, sferositosis herediter, anemia myelophthisic, posthemorrhagic, dsb.

Untuk memastikan tubuh anda tidak menderita anemia yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan lebih lanjut, maka yang terbaik adalah makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup. Banyak orang melakukan diet, namun cenderung mengalami anemia karena mereka tidak mendapatkan nutrisi yang tepat sesuai yang dibutuhkan. Ada banyak cara diet yang baik untuk menurunkan berat badan tanpa menyiksa tubuh terlalu banyak. Anemia pada anak-anak dapat membuat mereka tidak mampu untuk fokus pada kegiatan. Pastikan anak anda tidak minum terlalu banyak minuman ringan dan menjauhkan diri dari kopi, teh, dan gula.

Tes darah dapat dilakukan untuk menentukan kadar sel darah merah dan kondisi yang mendasari terjadinya anemia. Pengobatan untuk anemia karena kehilangan darah atau rendahnya produksi sel darah dapat diobati dengan transfusi darah, cairan oksigen, dan suplemen zat besi untuk membantu tubuh membangun sel darah merah baru. Anemia yang disebabkan karena kekurangan vitamin B12 dapat diatasi dengan mengkonsumsi vitamin B12. Suplemen asam folat biasanya dapat mengembalikan keseimbangan. Anemia yang disebabkan oleh adanya kelainan pada sumsum tulang dapat diatasi dengan transfusi darah dan obat-obatan. Makan makanan yang seimbang tiga atau empat kali sehari juga bagus untuk mencegah anemia.

, ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Penyakit Anemia Pada Wanita Disertai Tanda-tanda Anemia

    […] di atas, jenis anemia yang parah seperti anemia sel sabit dapat menghasilkan beberapa gejala lain seperti tangan dan kaki […]