Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala kekurangan zat besi atau rendahnya kadar besi dapat disebabkan karena beberapa alasan tertentu. Artikel yang berikut ini membahas informasi rinci tentang penyebab dan gejala kekurangan zat besi.

Tubuh kita memang membutuhkan beberapa nutrisi dan mineral untuk menjalankan fungsi tubuh dengan baik. Masing-masing mineral ini memiliki fungsinya sendiri-sendiri, dan yang terpenting adalah untuk menjaga kesehatan. Kurangnya mineral dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan yang terkadang juga dapat mengancam jiwa. Zat besi adalah salah satu mineral utama yang penting untuk melaksanakan fungsi tubuh.

Zat besi adalah salah satu unsur yang paling penting dari hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin dan zat besi membantu dalam melakukan transportasi oksigen dan karbondioksida ke berbagai bagian tubuh. Kandungan besi juga memainkan peran penting dalam pembentukan adenosin trifosfat, yang merupakan sumber energi dalam tubuh. Karena adanya alasan tertentu, seseorang mungkin dapat menderita kekurangan jumlah zat besi yang juga disebut dengan defisiensi zat besi. Total rata-rata kadar besi pada pria sehat adalah 3,8 g dan 2,3 g pada wanita sehat.kekurangan zat besi

Penyebab rendahnya zat besi

Dalam sebagian besar kondisi, diet yang tidak tepat dan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dalam jangka waktu yang panjang dapat menjadi penyebab utama. Disamping itu, kondisi pendarahan yang dapat disebabkan karena kehilangan darah waktu kecelakaan, melahirkan, menstruasi, dsb, dapat menyebabkan kadar zat besi menurun drastis. Di sisi lain, penyakit ginjal dan sakit maag juga dapat menyebabkan gejala kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dalam jangka panjang disebut dengan anemia defisiensi zat besi.

Gejala kekurangan zat besi pada umumnya

Gejala kekurangan zat besi pada awalnya akan sulit untuk dikenali. Pada sebagian besar kasus, gejala kekurangan zat besi ini muncul menyerupai gejala gangguan lain dan oleh karena itu sulit untuk memastikannya. Namun, terdapat beberapa gejala umum dan tanda-tanda kekurangan zat besi yang dapat dicermati sebagai diagnosa kondisi ini, meliputi:

Merasa pusing, nyeri pada perut, rambut rapuh, tangan dan kaki dingin, sakit kepala, fungsi yang tidak tepat dari sistem kekebalan tubuh, mudah merasa lemah dan mudah lelah, tekanan darah rendah, kulit berwarna pucat, nafsu makan yang buruk, memori yang buruk, detak jantung yang cepat, lidah sakit, kerentanan terhadap infeksi, gangguan tidur, kuku jari yang menipis dan rapuh, kesulitan dalam menelan, pika.



Gejala kekurangan zat besi pada anak

Bayi yang baru lahir mempunyai kandungan zat besi sekitar 500 mg dalam tubuh. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka membutuhkan sekitar 5k mg zat besi untuk kelancaran fungsi tubuh mereka. Anak-anak membutuhkan sekitar 10 mg zat besi per hari melalui makanan mereka. Beberapa gejala kekurangan zat besi pada anak dan bayi antara lain:

Mudah lemah, pika, fokus yang tidak terarah, sesak napas, pertumbuhan yang lambat, darah pada tinja, kuku rapuh, muka putih dan pucat, kulit pucat, lambatnya perkembangan motorik.

Ini adalah beberapa gejala kekurangan zat besi pada anak. Perawatan yang tepat harus segera dimulai setelah berkonsultasi dengan dokter. Tindakan cepat sangat diperlukan, karena keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan permanen.

>>  Anemia Pada Wanita

Gejala kekurangan zat besi pada pria

Berikut adalah gejala kekurangan zat besi pada pria yang dapat diamati, antara lain;

Letih dan lesu, depresi, memori yang buruk, nafsu makan kurang, kram kaki, pusing, sesak nafas, kuku melengkung ke atas, kecenderungan asmatik, rambut rontok, kesulitan menelan makanan, infeksi kandung kemih kronis, angina.

Jika terdapat salah satu dari gejala di atas, ada baiknya anda mengunjungi dokter untuk diagnosa lebih lanjut. Gejala kekurangan zat besi pada pria dapat disebabkan karena pola makan yang buruk, berkeringat, beser, dan kehilangan darah.

Gejala kekurangan zat besi pada wanita

Gejala kekurangan zat besi pada wanita selama kehamilan perlu diawasi secara ketat karena mereka harus memiliki kandungan zat besi 3 kali lebih banyak daripada biasanya. Asupan yang dianjurkan untuk ini adalah 27 mg/ hari. Berikut adalah beberapa gejala defisiensi zat besi yang nampak pada wanita;

Kulit dan muka kepucatan, sakit kepala, sesak napas selama berolahraga, kedigninan pada tangan dan kaki, detak jantung cepat, tulang dan kuku yang rapuh, penyembuhan luka yang lama, perrdarahan menstruasi yang berlebih, pika, dan angina.

Rendahnya zat besi pada wanita tidak dapat dilihat secara kolektif. Gejala-gejala yang terlihat mungkin berbeda, tetapi jika salah satu diantaranya terus berlanjut, lebih baik untuk segera mengunjungi dokter. Penyebab utama kekurangan zat besi pada wanita dapat disebabkan karena perdarahan waktu datang bulan. Selain itu, kondisi ini juga dapat muncul pada fase kehamilan atau pasca melahirkan.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala di atas, maka dia harus berkonsultasi dengan dokter. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat membantu untuk mengobati. Pada kasus yang sederhana, mengubah pola makan termasuk mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dapat membantu dalam mengatasinya. Dalam kondisi yang parah, suplemen zat besi dan metode pengobatan lain mungkin diperlukan.

, , , ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Penyakit Anemia Pada Wanita Disertai Tanda-tanda Anemia

    […] anemia pada kehamilan juga. Seperti yang sudah disebutkan, ada berbagai jenis anemia seperti anemia kekurangan zat besi, anemia kekurangan vitamin, anemia aplastik, anemia hemolitik, anemia sel sabit dan anemia yang […]