Sering Kentut di Malam Hari

Sering kentut di malam hari dapat terkait dengan pencernaan yang buruk. Terlalu banyak makanan yang mengandung gas juga dapat menyebabkan perut kembung dan bersendawa. Selama makan, makanan yang dikonsumsi melewati perut dan kemudian di usus kecil, di mana pencernaan dan penyerapan makanan terjadi. Sebagian makanan yang tidak tercerna bergerak ke bawah usus besar. Bakteri berbahaya yang berada dalam usus besar membawa metabolisme makanan yang tidak tercerna. Aktivitas bakteri ini adalah membantu memecah gas seperti metana dan hidrogen. Perut kembung sebagai awal dari rasa ingin kentut adalah indikasi dari gas yang berlebihan dalam perut.

Penyebab sering kentut di malam hari

Gangguan pencernaan
Selain kurangnya aktivitas fisik di malam hari, orang-orang cenderung mengkonsumsi makanan berat, yang pada akhirnya sering menyebabkan gangguan pencernaan. Makanan yang tidak tercerna turun ke usus besar dan menumpuk, sehingga menimbulkan masalah pada pencernaan. Dengan demikian, bakteri yang baik dalam usus besar mempunyai beban tinggi dalam mengolah makanan yang tidak tercerna, yang menghasilkan gas yang berlebihan, perut kembung, dan akhirnya sering kentut di malam hari.

Kebiasaan makan yang tidak benar
Kebiasaan makan tanpa mengunyah dapat membuat tubuh kita sulit untuk mencerna makanan. Hal ini dapat terjadi ketika kita makan dengan tergesa-gesa. Ketika makanan ini dicerna, sebagian mencapai usus besar, menciptakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti perut kembung dan sering kentut.

Makanan tinggi gas
Sewaktu makan malam, seseorang yang mengkonsumsi makanan yang mengandung gas yang tinggi cenderung merasakan ketidaknyamanan pada perutnya karena gas yang dihasilkan berlebihan. Makanan yang mengandung gas adalah bahan makanan yang meningkatkan produksi gas dalam usus. Oleh sebab itu, makan terlalu banyak makanan yang mengandung gas pada malam hari juga dapat menyebabkan bersendawa. Makanan berserat yang tinggi fruktosa dan karbohidrat kompleks, semuanya dianggap sebagai makanan yang mengandung gas dan menjadi alasan timbulnya gas yang berlebihan selama proses pencernaan. Beberapa bahan makanan yang terkenal untuk memproduksi gas yang tidak diinginkan antara lain adalah buncis, kubis, brokoli, kembang kol, buah persik, aprikot, jeruk, dan pisang.

Makanan pengganti gula
Sorbitol dan xylitol adalah pemanis buatan yang dapat ditemui pada makanan berlabel sebagai produk bebas gula. Meskipun ini adalah alternatif yang baik untuk gula, sorbitol dan xylitol tidak mudah dicerna. Hal ini membuat pencernaan berjalan dengan lambat, yang pada akhirnya menyebabkan produksi gas berlebihan.

Intoleransi laktosa
Seseorang dengan intoleransi laktosa dan suka mengkonsumsi produk susu pada malam hari juga dapat mengalami gangguan pencernaan, yang menyebabkan produksi gas yang berlebihan. Pada intoleransi laktosa berarti tubuh tidak dalam posisi untuk mencerna laktosa, sejenis gula yang hadir dalam produk susu. Hal ini terjadi karena kurangnya laktase di usus kecil, enzim yang diperlukan untuk pencernaan laktosa. Bahkan sebaliknya, produk susu tidak mudah dicerna.

>>  Penyebab Kentut Berbau Busuk

Populasi bakteri yang meningkat
Pada umumnya, bakteri bersahabat yang menghasilkan gas dan membantu pencernaan tinggal di dalam usus besar. Namun, ketika populasi mereka meningkat secara substansial, mereka mungkin berjalan sampai ke usus kecil dan berinteraksi dengan makanan yang belum dicerna. Bakteri yang bersinggungan dengan makanan yang belum tercerna di usus kecil, dapat menyebabkan bersendawa kapan saja setelah makan.

Kekurangan asam lambung
Pankreas juga memainkan peran penting untuk membantu pencernaan makanan. Pankreas melepaskan enzim tertentu ke dalam usus untuk memperlancar pencernaan. Di saat kekurangan asam lambung, pankreas tidak mampu memproduksi enzim pencernaan, yang berakibat pada gangguan pencernaan, malabsorpsi, dan gas berlebihan, alhasil sering kentut juga.

Minuman berkarbonasi
Suara mendesis dalam minuman berkarbonasi dikarenakan adanya gas karbondioksida. Maka itu, nampak jelas bahwa setelah minum minuman berkarbonasi, terdapat penumpukan gas berlebihan di dalam perut yang akhirnya keluar dalam bentuk sering bersendawa dan sering kentut.

Disfungsi otot perut
Agar pencernaan dapat bekerja dengan lebih baik, kekuatan otot perut dan usus sangatlah penting. Kontraksi dan relaksasi otot gastrointestinal mendorong maju makanan, yang membantu dalam pencernaan. Namun, ketika otot-otot ini tidak berfungsi dengan benar, makanan bergerak dengan kecepatan yang sangat lambat. Pada saatnya, hal ini memperlambat pencernaan dan menyebabkan sendawa yang berlebihan termasuk sering kentut di malam hari.

Gangguan pada usus
Masalah usus seperti sindrom iritasi usus dan divertikulitis juga dapat mengganggu pencernaan, yang menyebabkan produksi gas berlebihan setelah makan. Penderita divertikulitis menunjukkan adanya peradangan divertikula. Divertikula merupakan pertumbuhan jaringan secara abnormal yang terlihat menonjol pada dinding usus. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sakit perut, perubahan yang tidak diinginkan dalam usus yang mengakibatkan sembelit dan diare, serta penurunan nafsu makan karena perasaan mual.

Penyakit celiac
Seseorang yang tidak dapat mentoleransi konsumsi produk makanan yang mengandung gluten dipastikan menderita penyakit celiac. Gluten adalah sejenis protein dalam produk gandum. Pada penderita celiac, terdapat luka pada lapisan dalam usus kecil dan ditandai dengan gejala pencernaan yang buruk, sering kentut pada waktu malam dan rasa tidak nyaman pada perut.

Seperti disebutkan pada artikel di atas, sering kentut di malam hari merupakan hasil dari pencernaan. Mengetahui segala penyebab pencernaan yang buruk sangat diperlukan untuk mengatasi sering kentut di malam hari.

 
  Incoming Keywords: sering kentut, penyebab sering kentut, sering bersendawa dan kentut, sering buang angin, sering sendawa dan kentut, kenapa sering kentut ketika makan, kenapa kentut terus, kenapa bayi sering sendawa n kentut, tiap malam sakit perut keluar angin, cara agar tidak bersendawa saat mau tidur

, , ,

Trackbacks/Pingbacks

  1. Mengatasi Kentut pada Bayi + Penyebab & Gejala Bayi Kentut

    […] Bayi dengan usia antara 3 sampai 6 bulan sangat rentan terhadap masalah yang terkait dengan gas. Beberapa gejala yang sering nampak adalah gangguan tidur, lekas marah, gampang rewel, dan menangis untuk waktu yang lama tanpa alasan yang jelas. Biasanya, tanda-tanda iritasi tersebut terbentuk setelah menyusui. Gejala lain yang menunjukkan gas pada bayi adalah perut kembung, perut yang buncit, dan sering kentut. […]