Sel Darah Merah Berlebihan Dalam Urin

Sel darah merah biasanya juga ditemukan dalam urin, akan tetapi kelebihan jumlah sel darah merah dalam urin dapat menjadi akibat dari peradangan, penyakit, atau cedera pada sistem saluran kemih. Artikel ini akan memberikan informasi tentang penyebab, gejala, dan tips pengobatan.

Secara medis, kondisi ini dikenal dengan hematuria, sel darah merah dalam urin dianggap wajar. Pada umumnya sekitar 2,5 juta sel darah merah yang diekskresikan dalam urin sehari-hari sebagai bagian dari proses normal tubuh untuk menyingkirkan sel darah yang sudah tua dan tidak lagi efisien. Terdapat dua jenis hematuria yaitu mikroskopik dan makroskopik. Hematuria mikroskopis merupakan suatu kondisi di mana terdapat sel darah merah yang normal pada urin, yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang dan hanya dapat terlihat oleh mikroskop. Di sisi lain, pada hematuria makroskopik mampu untuk mengganti warna urin dari kuning menjadi merah muda atau bahkan merah.

Penyebab hematuria

Meskipun hal ini bukanlah kondisi medis yang mengancam jiwa, terdapat berbagai penyebab yang dapat mengakibatkan jumlah sel darah merah berlebihan pada urin.

Batu ginjal
Adanya batu dalam saluran ginjal dan bagian lain dari saluran kemih yang menyebabkan penyempitan. Batu ginjal terbentuk dari kalsium, fosfat, dan oksalat. Batu ginjal dapat menyebabkan sakit yang parah dan kesulitan saat kencing serta dapat menyebabkan urin berdarah.

Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih merupakan penyebab utama untuk kondisi ini. Hal ini terjadi karena kehadiran bakteri di dalam saluran kemih yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebar ke uretra, kandung kemih, dan dalam beberapa kondisi juga akan menuju ginjal.

Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan seperti kina, aspirin, phenytoin, rifampisin, warfarin, dsb dapat membantu dalam mengurangi gejala dari penyakit yang ada tetapi dapat menyebabkan efek samping berbahaya seperti sel darah merah dalam urin.

Prostat
Pembesaran prostat yang umumnya terlihat pada pria dewasa mampu menjadi penyebab darah dalam urin. Ini adalah kondisi non kanker dari kelenjar prostat, di mana terjadi pembelahan sel abnormal yang menyebabkan pembesaran bertahap dari kelenjar prostat.

Kanker
Kanker juga dapat menjadi faktor penyebab. Prostat, kandung kemih, dan kanker ginjal seringkali terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

Penyakit lain
Ada berbagai jenis penyakit yang dapat menjadi penyebab adanya darah berlebih pada urin seperti diabetes. Ini adalah penyakit yang mempengaruhi sekresi hormon insulin dari pankreas. Demikian pula, anemia sel sabit merupakan penyakit darah genetik yang juga dapat menyebabkan sel darah merah dalam urin.

>>  Tekanan Darah Rendah

Gejala lain dari hematuria

Berikut adalah beberapa gejala lain yang timbul selain darah dalam urin;

  • Bekuan darah kecil dalam urin
  • Nyeri pada panggul atau selangkangan
  • Nyeri dan terbakar saat kencing
  • Mual atau muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan turun drastis

Tips mengobati hematuria

Pengobatan untuk hematuria tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jangan mencoba untuk mengobati kondisi ini sendiri. Setelah anda melihat adanya darah dalam urin, segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter. Tes darah, tes urin, dan scan ginjal adalah beberapa tes diagnostik yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyebab sebenarnya di balik masalah ini. Jika penyebabnya adalah karena batu ginjal, pasien harus minum cukup cairan dan dapat meminum obat penghilang rasa sakit. Untuk infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal, pasien biasanya diberikan obat antibiotik.

Resiko yang membuat mudah terkena hematuria

Berikut ini adalah beberapa faktor ketika yang dapat memberikan resiko mengalami hematuria.

  • Wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih daripada pria. Lebih dari setengah dari populasi wanita menderita infeksi saluran kemih.
  • Riwayat keluarga dengan hematuria dapat meningkatkan resiko terkena.
  • Orang yang berusia di atas 50 tahun lebih mudah untuk menderita hematuria.

Sangat disarankan bagi penderita untuk melakukan pemantauan rutin pada urin, tes darah, dan tekanan darah. Hal ini untuk mengantisipasi, di mana hematuria dapat menjadi tanda awal dari adanya penyakit yang dapat berkembang di kemudian hari.

 
  Incoming Keywords: eritrosit tinggi dalam urine artinya, eritrosit tinggi dalam urine, eritrosit dalam urin, urine yang mengandung sel darah merah terjadi pada penderita, cara menurunkan eritrosit adalah, obat tradisional jika eritrosit tinggi, eritrosit dalam urine, akibat kelebihan sel darah merah adalah, cara menurunkan eritrosit tinggi, apa itu eritrosit dalam urin

Comments are closed.