Takut Melihat Darah

H emophobia adalah suatu rasa takut yang dialami oleh seseorang jika dirinya melihat darah ataupun hal yang terkait dengan itu. Rasa takut melihat darah ini teramat sangat, disamping itu, seseorang yang menderita fobia darah juga menunjukkan tanda-tanda kegelisahan dan bahkan terkesan dirinya seperti diteror. Tidak hanya takut melihat darah secara langsung, orang tersebut juga takut jika melihat gambar dan film di mana terdapat darah atau pertumpahan darah. Pengejawantahan fisik seperti fobia dapat berupa penurunan pada detak jantung yang abnormal, menurunnya tekanan darah, telapak tangan dan kaki yang dingin dan berkeringat, mual, dsb.

Di antara semua cairan tubuh, darah selalu memegang posisi yang penting. Darah diyakini sebagai pembawa kekuatan hidup dan vitalitas. Dengan demikian, kehilangan darah sering dianggap sebagai hilangnya sebagian vitalitas dan kekuatan hidup. Dalam beberapa kebudayaan kuno, darah dikaitkan dengan dunia sihir. Oleh karena itu, darah memiliki arti positif dan negatif dalam budaya-budaya tersebut dan dianggap sebagai sesuatu yang misterius dan ajaib. Fakta bahwa manusia takut apa yang dia tidak mengerti adalah kebenaran aksiomatis.

Apakah penyebab hemophobia?

Semua dari kita pasti memiliki alasan mengapa merasa tidak nyaman dengan adanya darah. Sebagian besar alasan muncul dari kekhawatiran psikologis yang berakar dari kebersihan dan takut adanya infeksi. Namun, ketika rasa takut itu melintasi batas-batas rasionalitas, ada banyak hal yang lebih dari sekedar penyebab tersebut. Pada sebagian besar waktu, rasa ketakutan ini adalah sesuatu yang mengerikan terhadap darah setelah menyaksikan suatu insiden berdarah atau tindak kekerasan seperti kecelakaan, pembunuhan, kematian dengan kekerasan, penyiksaan fisik, dsb pada anak usia dini. Ada kemungkinan besar bahwa peristiwa-peristiwa berdarah semacam ini sudah tertanam dalam alam bawah sadar seseorang. Ketika muncul suatu peristiwa lagi mengenai hal semacam itu, ingatan yang telah tertanam tersebut akan terdorong keluar dari memori sadar yang kemudian mengakibatkan timbulnya rasa takut akan darah. Dalam kebanyakan kasus, takut akan darah berasal dari ketakutan irasional tentang kematian atau sekarat, kecelakaan ataupun cedera. Selain itu, predisposisi genetik juga dapat menjadi penyebab yang signifikan. Fobia macam ini bukanlah salah satu fobia yang paling umum, namun, hemophobia adalah kondisi psikologis yang serius dan dapat mempunyai implikasi serius terhadap kehidupan dan kebiasaan seseorang.

Bagaimana caranya untuk mengatasi hemophobia?

Hemophobia adalah kondisi klinis yang dapat diobati dan dapat berhasil diatasi dengan bantuan media psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif, perawatan desensitisasi dan kecemasan. Hipnoterapi juga membawa dampak positif yang sangat efektif untuk mengatasi rasa takut akan darah.

Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut akan darah ini adalah dengan meyakinkan diri sendiri bahwa darah hanyalah cairan yang ada di dalam tubuh. Darah bahkan juga mengalir dalam pembuluh dan tidak ada sisi negatif tentang hal itu. Sama halnya seperti air yang mengalir keluar dari tempat air, jika tempat air pecah, darah akan mengalir keluar ketika kulit atau daging terkoyak karena mengalami cedera atau selama proses pembedahan. Darah membawa nutrisi ke seluruh bagian tubuh dan membantu dalam mengantar oksigen ke berbagai bagian tubuh serta membawa limbah dan karbondioksida dari tubuh. Belajarlah untuk melihat darah dengan cara yang positif, ilmiah, dan realistis, maka tidak akan lagi memiliki alasan untuk takut pada darah.

 
  Incoming Keywords: cara menghilangkan phobia darah, takut darah, cara menghilangkan trauma takut darah, istilah orang yang takut darah, cara mengatasi takut darah, ciri-ciri hemophobia, cara menghilangkan pobia darah, hemophobia, fobia darah, cara mengatasi hemophobia

Comments are closed.