Dampak Urbanisasi Bagi Perkotaan

Dampak urbanisasi membawa banyak perubahan dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Artikel berikut ini menyoroti efek dari urbanisasi dan industrialisasi pada masyarakat pada umumnya.

Urbanisasi membawa tantangan yang harus kita tangani. Urbanisasi yang tidak terencana telah menyebabkan dampak urbanisasiterciptanya beberapa masalah. Khususnya kota-kota di negara berkembang adalah rumah bagi penghuni neo perkotaan, dan akan menanggung beban maksimum dari semua itu. Berikut adalah tentang urbanisasi dan beberapa konsekuensi negatif dari urbanisasi yang tidak terstruktur.

Pengertian urbanisasi

Dalam kalimat yang sederhana, urbanisasi membuat perkotaan cenderung tumbuh pada tingkat yang sangat cepat. Manusia diketahui telah melakukan urbanisasi dari waktu ke waktu sepanjang perjalanan sejarah, karena berbagai alasan tertentu. Dalam suatu proses urbanisasi, selalu ditandai dengan migrasi besar-besaran oleh orang-orang dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan, sehingga menyebabkan ledakan penduduk yang tiba-tiba dan sering tak terduga. Hal ini juga ditandai dengan pertumbuhan produksi(industrialisasi), terlepas dari sektor pertanian.

Dampak buruk urbanisasi

Terlepas dari kenyataan bahwa pertumbuhan pusat-pusat perkotaan mengarah pada perluasan lapangan kerja bagi masyarakat, harus diketahui bahwa urbanisasi hampir selalu dianggap sebagai tren negatif. Kenaikan populasi di kota-kota menimbulkan banyak masalah seperti pencemaran air yang kerap menjadi masalah utama. Masalah lain yang diciptakan oleh urbanisasi meliputi tingkat peningkatan angka kriminalitas, kemiskinan, penggundulan hutan untuk perluasan perkotaan, dan pembentukan pemukiman kumuh yang dianggap sebagai salah satu dampak terburuk dari urbanisasi. Berikut adalah beberapa dampak buruk dari urbanisasi lebih detail;

Peningkatan polusi
Daerah perkotaan selalu disalahkan atas kontribusi mereka ke tingkat polusi yang tinggi. Daerah padat penduduk, ditambah dengan kurang memperhatikan hukum lingkungan menambah kesengsaraan. Sarana transportasi yang terus bertambah menambah emisi gas beracun ditambah dengan kemacetan lalu lintas yang telah membudaya tanpa solusi yang layak.

Gaya hidup di perkotaan meliputi penciptaan limbah yang sebagian besar tidak dapat terurai secara hayati. Hal ini menyebabkan peningkatan masalah sampah yang mencemari tanah dan air selama bertahun-tahun.

Ledakan Penduduk
Daerah kota yang sebelumnya mengalami pertumbuhan penduduk yang stabil mengalami ledakan penduduk dalam waktu singkat. Meningkatnya pertumbuhan penduduk juga mendorong harga properti naik lebih tinggi, sekaligus membuka jalan bagi penciptaan lahan kumuh.

>>  Dampak Sampah Plastik Terhadap Lautan

Tingginya biaya hidup
Biaya hidup di kota tidaklah murah. Orang-orang harus membayar biaya tambahan untuk transportasi dan pajak untuk tiap komoditas. Tidak heran jika penduduk kota akan diminta untuk membayar pajak yang tinggi atas oksigen yang mereka hirup. Populasi yang membengkak membuat setiap komoditas menjadi mahal. Sementara itu pada saat yang sama akan menyebabkan masuknya komoditas pengganti dengan kelas rendah dari banyak produk seperti makanan, air, dan bahkan obat-obatan. Biaya untuk makan, transportasi, sewa, dan keperluan lainnya terus-menerus mengalami peningkatan karena permintaan yang selalu melebihi pasokan.

Kesenjangan ekonomi
Kota adalah surga bagi para pencari peluang, di lain sisi, realitas yang disayangkan adalah tidak meratanya perekonomian. Kota adalah tempat terbaik untuk melihat contoh ketimpangan ekonomi, di mana orang kaya akan terus bertambah kaya, dan orang miskin semakin miskin. Tingginya tingkat kompetisi dapat mengakibatkan pengangguran.

Peningkatan angka kriminalitas
Dengan tekanan yang tidak semestinya pada daerah perkotaan setiap hari, ini akan menjadi suatu tantangan bagi badan pemerintah untuk mengelola daerah-daerah metropolitan yang luas. Kehidupan kota menarik bagi segala macam orang dan memungkinkan juga bagi segala macam kegiatan untuk berkembang, termasuk kejahatan. Kejahatan menjadi bagian umum dari daerah perkotaan yang ramai. Pada akhirnya warga sendiri yang harus menanggung akibatnya.

Urbanisasi merupakan bagian tak terelakkan dari pembangunan,dan itu adalah masa depan kita. Jika hal ini tidak diatur secara ketat dan tidak dilakukan secara terorganisasi, maka pertumbuhan ini menjadi lepas kendali dan menciptakan masalah lebih jauh.

Comments are closed.