Penyebab Lubang pada Retina, Gejala, dan Pengobatan

Sebuah lubang pada retina mata atau disebut juga lubang makula merupakan cacat yang terjadi di bagian tengah retina. Artikel ini akan membahas penyebab retina berlubang, apa saja gejalanya, dan langkah pengobatan.

Cahaya yang memasuki mata diarahkan oleh lensa dan kornea, kemudian diproyeksikan kembali ke retina. Retina terdiri dari tujuh lapisan sel berlapis dan memproses persepsi visual kita. Makula sendiri adalah bagian retina yang memungkinkan ketajaman, penglihatan terpusat, dan secara rinci.

Gejala lubang makula

Penderita yang mengalami gangguan retina berlubang terdapat kemungkinan dalam tahap awal akan menunjukkan retina berlubanggejala penglihatan kabur dan penglihatan berkabut. Pada awalnya masalah penglihatan ini sering dialami di pagi hari. Kemungkinan lain dari gejala ini adalah meliputi penglihatan yang kabur di bagian tengah mata, tidak bisa fokus dalam penglihatan, dan terdapat bintik di pusat mata.

Penyebab lubang di retina

Penyebab lubang makula tidak seperti pada masalah mata lainnya, seperti degenerasi makula, yang terjadi pada orang di atas 60 tahun dan cukup sering. Mekanisme atau proses terjadinya lubang di retina masih belum diketahui secara pasti oleh para ahli medis. Beberapa penjelasan yang mungkin termasuk adalah menyusutnya ruang vitreous dan dengan demikian menyebabkan masalah bagi retina. Vitreous adalah jelly transparan yang mengisi ruang antara retina dan lensa mata. Vitreous bertindak sebagai shock absorber dan menahan retina pada tempatnya. Beberapa kemungkinan penyebab lubang makula adalah sebagai berikut:

  1. Penyusutan atau pemisahan vitreous
  2. Penyakit mata karena diabetes
  3. Miopia atau rabun dekat
  4. Retina terlepas
  5. Cedera mata yang parah

Pengobatan lubang makula

Pada beberapa kasus, dokter mata melakukan tes angiogram fluorescein. Dalam tes ini, pembuluh darah di belakang mata akan diambil potretnya.

Mengobati lubang retina cukup sulit karena meliputi proses bedah mikro. Operasi bedah untuk masalah ini disebut dengan operasi vitrectomy, di mana dokter spesialis mata menggunakan instrumen yang sangat kecil untuk menghilangkan masalah yang menyebabkan cacat di mata. Jelly yang mencakup makula akan dihapus dan digantikan dengan gelembung gas khusus yang akhirnya akan larut seiring dengan waktu.

>>  Penyakit Mata Penyebab Kebutaan

Salah satu langkah yang paling penting dalam prosedur ini adalah posisi kepala pasien. Untuk menjaga makula dan gelembung tetap berhubungan, pasien harus mempertahankan posisi tertelungkup selama setidaknya dua minggu setelah dioperasi. Keberhasilan operasi sangat tergantung pada seberapa kehati-hatian proses ini dilakukan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, gelembung gas ditempatkan dalam posisi di belakang mata untuk menutup lubang makula pada retina. Karena gelembung ditempatkan di bagian belakang mata, wajah menghadap ke bawah sangat diperlukan. Selama fase ini, pasien pasti akan memerlukan bantuan dari anggota keluarga dan perawat ahli, karena ini adalah posisi yang sangat sulit untuk dipertahankan bagi siapa pun untuk jangka waktu lama.

Setelah 2 sampai 3 minggu melewati masa operasi, pasien mungkin diperbolehkan untuk mempertahankan posisi dengan wajah tegak, namun gelembung gas baru benar-benar dapat larut sekitar 6 sampai 8 minggu. Setelah 6 sampai 8 minggu tersebut, gelembung gas diserap dan kemudian mata diperiksa lagi untuk direkomendasikan dengan kacamata yang sesuai. Beberapa resiko yang terkait dengan operasi vitrectomy adalah infeksi, perdarahan, kehilangan penglihatan, dan pembentukan katarak.

Operasi mengatasi retina berlubang memiliki peluang tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dan pasien harus berlatih dengan wajah dalam posisi ke bawah beberapa minggu sebelum operasi. Hal ini akan membantu pasca operasi. Pasien harus menyiapkan mental dan fisik sebelum memilih untuk melakukan operasi ini.

 
  Incoming Keywords: penyebab mata berlubang

,

Comments are closed.