Efek Samping Diet Tinggi Protein

Diet yang kaya akan protein namun rendah karbohidrat dan lemak tidak aman untuk menurunkan berat badan dalam jangka waktu lama. Beberapa efek samping akibat diet tinggi protein dapat menyebabkan gangguan ginjal, alergi, gangguan pencernaan, osteoporosis, dan kekurangan nutrisi.

Pada umumnya, diet dengan tinggi protein akan dilakukan oleh para olahragawan dan binaragawan untuk membantu mendapatkan otot sehat dan pada saat yang sama akan mengurangi lemak dalam tubuh. Diet tinggi protein seringkali digunakan sebagai diet dalam penurunan berat badan untuk menjaga berat badan tanpa melalui olahraga berat atau mungkin minum pil diet. Sementara itu, pelaku diet tidak boleh mengabaikan dampak negatif dari diet yang tinggi protein ini.

Diet tinggi protein

Agar seseorang tetap terjaga kesehatannya, diperlukan aturan dalam mengkonsumsi diet seimbang dan menjaga aktivitas fisik secara teratur. Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan sarat dengan protein dan mengorbankan nutrisi lainnya akan mengganggu keseimbangan sistem tubuh yang dapat menyebabkan dampak negatif. Maka itu orang-orang yang ingin melakukan diet harus memahami efek samping akibat diet protein tinggi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Efek samping diet tinggi protein

Menurut apa yang dikemukakan oleh banyak pakar kesehatan, asupan protein yang dianjurkan per hari adalah 0,8-1 gram per kilogram berat badan. Di dalam diet tinggi protein, kebutuhan kalori seseorang perlu dianalisis dengan seksama sebelum melakukannya. Bahaya diet protein tinggi jauh lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya. Di bawah ini adalah beberapa efek samping diet protein tinggi:

Gangguan ginjal
Diet protein tinggi mempunyai efek samping kesehatan yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal. Seseorang yang melakukan diet ini untuk waktu lama mempunyai resiko mendapatkan masalah ginjal, batu ginjal, dan dalam kondisi yang parah akan menyebabkan gagal ginjal.

Osteoporosis
Sebagai akibat dari pencernaan protein dalam jumlah besar, maka terjadi peningkatan dalam produksi asam. Tubuh kita menghilangkan asam dengan bantuan kalsium. Seiring dengan waktu, jumlah kalsium di dalam makin tulang berkurang sehingga menyebabkan tulang jadi lemah dan keropos. Menambahkan kalsium dapat membantu mengurangi efek samping dari diet protein tinggi sampai batas tertentu.

>>  Efek Samping Kelebihan Protein

Gangguan pencernaan
Asupan tinggi protein membuat seseorang menjadi merasa kenyang dalam waktu yang lama. Hal ini juga berakibat mengurangi nafsu makan. Makanan dengan protein yang tinggi seringkali tidak banyak mengandung serat. Asupan rendah serat dapat menyebabkan masalah kesehatan yang terkait dengan pencernaan, beberapa di antaranya meliputi sembelit dan buang air besar yang tidak teratur.

Alergi
Akibat negatif lain dari diet tinggi protein dalam tubuh adalah hipersensitivitas dari sistem kekebalan tubuh terhadap alergen, termasuk polusi lingkungan, bahan kimia, dan makanan tertentu. Kelebihan makanan yang kaya kandungan protein dapat memicu alergi.

Komplikasi kesehatan
Efek samping dari diet dengan protein tinggi untuk menurunkan berat badan dapat dikaitkan dengan beberapa komplikasi medis, ini termasuk ketosis, penyakit jantung, penyebab kanker, dan lebih banyak lagi. Hal ini dikarenakan makanan yang kaya protein juga mengandung lemak jenuh, yang merupakan alasan utama penyebab kadar kolesterol tinggi.

Diet berdasarkan protein memang memberikan efek menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, hal itu masih belum bebas dari efek samping. Orang-orang yang cenderung melakukannya memiliki resiko terhadap masalah ginjal dan jantung lebih tinggi. Di sisi yang lebih aman, diet untuk menurunkan berat badan yang efektif harus berisi jumlah serat yang seimbang, karbohidrat nabati, dan protein, sementara itu juga membatasi lemak. Untuk merencanakan diet dalam menurunankan berat badan yang lebih aman, berkonsultasilah dengan ahli gizi untuk memberikan hasil yang mengesankan.

,

Comments are closed.