Memanfaatkan Instagram Sebagai Pemasaran UKM

Menggunakan Instagram sebagai strategi pemasaran telah menjadi keharusan bagi setiap UKM untuk tumbuh bersama dengan basis pengguna aplikasi. Instagram baru-baru ini mengumumkan telah lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Hal ini bukanlah hanya jumlah yang mengesankan, akan tetapi Instagram tumbuh lebih dari 100 juta pengguna baru per tahun sebagai jejaring sosial, ditambah 50 juta pengguna dalam enam bulan terakhir .

Selebihnya, Instagram menyajikan kesempatan yang tak tertandingi untuk membangun dan berbagi merek, dengan menunjukkan sisi yang berbeda melalui pemanfaatan media yang sangat visual. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Instagram juga merupakan media pemasaran. Kondisi ini diketahui karena Instagram tidak seperti Facebook dan Twitter yang dapat dikelola dengan mudah. Bagaimanapun, UKM memang memerlukan pihak ketiga untuk membuat pemasaran menjadi lebih efektif.

Instagram dirancang dengan platform berbasis lokasi. Hal ini dibuat agar pengguna dapat mengunjungi tempat manapun di dunia melalui foto dan video Instagram secara real time. Anda juga dapat mengklik pada peta dan melihat apa yang terjadi di sana pada saat itu. Hal ini menjadikan sebagian besar konten akan berlabuh ke suatu tempat dan waktu tertentu.

Struktur Instagram terdiri dari dua metode. Yang pertama, pengguna dapat mengaktifkan lokasi melalui ‘Photo Map Feature’. Ini melampirkan koordinat untuk setiap bagian dari konten, dan memberi kesempatan pengguna untuk melihat foto dan video pada peta serta memberikan konteks penting untuk momen berharga. Kemudian yang kedua, pengguna dapat menandai lokasi konten, di mana foto atau video diambil. Sebagai contoh, seseorang mungkin akan melampirkan foto makanan di restoran dan klip video di kafe musik. Ini memberikan konteks yang unik bagi pengguna dan pengikutnya. Penandaan foto atau video ini berarti pengguna berada di lokasi tertentu dan mereka mendapatkan pengalaman.

>>  Dampak Negatif Situs Jejaring Sosial pada Anak

Pengguna dapat menciptakan dan berbagi konten berkualitas tinggi yang spesifik sebagai lokasi bisnis. Instagram menjadi sumber foto dan video yang relevan untuk lokasi tersebut, dan halaman Facebook menjadi saluran distribusi. Dengan kata lain, banyak konten untuk halaman Facebook diambil melalui Instagram. Hal ini menciptakan siklus yang baik dari keterlibatan pengguna dan membangun komunitas di tingkat lokal.

Instagram dapat menjadi sarana baru yang dapat mencapai skala besar, meski masih banyak dari prinsip-prinsip pemasaran yang sama tetap berlaku. Dengan konsisten terhadap revolusi media baru, Instagram merupakan alat yang tepat untuk dapat terhubung secara langsung, otentik, dan efisien dengan sejumlah besar pengguna melalui media dua arah.

Pemasaran digital sekarang telah berkembang menjadi media visual. Hal ini didorong oleh keterlibatan foto dan video. Apa yang didapat pengguna melalui PC, tablet, atau bahkan smartphone, konten visual telah mendorong sebagian besar keterlibatan konsumen yang memainkan peran penting dalam memproduksi dan mendistribusikannya. Di tengah-tengah kecenderungan ini adalah Instagram, sebuah platform mobile pertama yang dibangun untuk tujuan memperoleh konten visual.

Instagram kini telah mencapai skala yang signifikan dengan kecepatan pertumbuhan dan infrastruktur dasar yang kuat. Investasi yang benar akan mendapatkan keuntungan besar dalam bentuk keunggulan kompetitif dan mengintegrasikan cara-cara baru untuk mencapai target konsumen atas suatu produk.

Comments are closed.