Efek Samping Obat Herbal

Obat herbal diketahui mempunyai sifat terapeutik dan telah banyak digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia sejak zaman dahulu untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Meski begitu, menurut penelitian paling baru telah mengungkapkan terdapat beberapa efek samping obat herbal, yang dapat dialami jika obat herbal dikonsumsi secara berlebihan.

Obat herbal telah menjadi sangat populer di kalangan pengobatan alternatif untuk mengurangi sejumlah masalah kesehatan. Hal ini meliputi seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan jua beberapa jenis penyakit kanker. Akan tetapi, berbagai penelitian dan studi telah menyoroti beberapa efek samping obat herbal yang dapat terjadi, jika ramuan herbal ini dikonsumsi secara berlebihan, atau menyebabkan komplikasi serius jika dipadukan dengan beberapa obat konvensional.

Efek samping obat herbal

Meskipun telah banyak manfaat kesehatan dari obat-obatan herbal untuk mengendalikan dan mencegah sejumlah penyakit, banyak penelitian telah menyatakan bahwa penggunaan obat herbal yang berlebihan dapat menghasilkan efek samping yang parah. Ginseng, bawang putih, goldenseal, chamomile, dan gingko adalah beberapa tanaman herbal yang seringkali digunakan untuk pengobatan, selain itu dapat menghambat pembekuan darah.

Jika anda mempunyai gangguan apapun yang berhubungan dengan pembekuan darah, maka jangan mengkonsumsi ramuan herbal ini untuk tujuan terapeutik tanpa konsultasi dokter sebelumnya. Seseorang yang memakai obat antikoagulan seperti aspirin dan warfarin juga perlu berhati-hati, karena obat tanaman herbal ini memiliki efek yang sama seperti yang dilakukan oleh warfarin atau aspirin. Oleh karena itu, hal ini dapat meningkatkan resiko perdarahan, jika diminum bersama dengan obat antikoagulan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang serius, terutama jika diminum setelah operasi.

Seseorang dengan masalah autoimun juga harus berhati-hati saat mengkonsumsi obat herbal. Gangguan autoimun biasanya dapat diobati dengan obat penekan kekebalan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Di lain sisi, tanaman herbal seperti echinacea dan goldenseal memiliki efek merangsang pada sistem kekebalan tubuh, selain itu juga dapat melawan efek imunosupresan.

Obat pencahar herbal seperti senna, digunakan untuk menginduksi gerakan usus yang teratur, ini juga dapat memiliki beberapa efek samping. Jika senna diminum untuk jangka waktu yang panjang maka dapat menyebabkan diare kronis, kelemahan otot, irama jantung yang tidak teratur, selain itu juga dapat merusak ginjal dan hati.

>>  Manfaat Teh Merah dibandingkan Dengan Teh Hijau

Banyak tanaman herbal seperti seperti lidah buaya, bawang putih, teh hijau, dsb dapat menghasilkan reaksi alergi pada beberapa orang. Teh hijau mengandung kafein, asupan yang berlebihan yang dapat menyebabkan kecemasan, lekas marah, insomnia, dan gugup. Komfrey adalah ramuan herbal lain yang digunakan untuk meredakan sejumlah masalah kesehatan seperti gangguan pencernaan, gangguan tiroid, hernia, perut dan usus besar, batuk, masalah paru-paru, perdarahan, dan bahkan juga kanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi komfrey bisa mempunyai efek buruk, karena mengandung senyawa pyrrolizidine alkaloid, yang hepatotoksik dan karsinogenik. Akumulasi pyrrolizidine dalam tubuh dapat menghambat vena hepatik dan menyebabkan kerusakan hati sampai gagal liver.

Licorice secara luas digunakan dalam pembuatan permen. Hal ini juga digunakan untuk mengatasi sejumlah penyakit termasuk pilek, sakit tenggorokan, bronkitis, alergi, iritasi usus, dan TBC. Akan tetapi konsumsi licorice berlebihan mempunyai dampak buruk yang membahayakan bagi liver dan sistem kardiovaskular. Konsumsi licorice berlebihan juga dapat menyebabkan hipertensi dan edema. Hal ini biasanya tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan penderita dengan gangguan ginjal.

Oleh sebab itu, obat herbal harus digunakan secara hati-hati dan di moderasi. Tetapi jika anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya untuk tujuan pengobatan, maka lebih bijaksana untuk berkonsultasi dengan dokter atau otoritas medis dahulu, untuk mengetahui lebih banyak tentang manfaat obat herbal, efek sampingnya, dan dosis yang tepat. Ini berguna untuk menghindari konsekuensi serius yang dapat timbul dari efek samping obat herbal.

 
  Incoming Keywords: efek samping obat tradisional, efek obat herbal pada ginjal, efek samping obat herbal dalam jangka waktu psnjg, efek samping obat herbal, efek obat herbal, efek samping pengobatan alternatif, efek samping obat herbal keling, efek obat tradisional, efek samping suplemen herbal, bagaimana efek samping dari penggunaan obat tradisional

Comments are closed.