Kelebihan Kalium dalam Darah

Hiperkalemia terjadi ketika tingkat kalium dalam darah menjadi tinggi. Bila terdapat kadar kalium yang rendah dalam darah, hal itu disebut Hipokalemia. Kalium memang diperlukan tubuh untuk kesehatan, namun, tingginya tingkat kalium juga dapat memberikan efek buruk. Kalium diperlukan untuk melaksanakan beberapa fungsi yang paling penting dari tubuh. Hal ini bertugas untuk mengendalikan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh otot-otot. Dalam kondisi normal, ini bertugas mengatur irama listrik jantung, serta sinyal-sinyal listrik dari sistem saraf.

Hiperkalemia yang parah dapat menyebabkan otot dan rangsangan listrik di sekitar jantung berhenti berfungsi dan menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Di sisi lain, tingginya kadar kalium di atas normal dapat menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur. Kadang-kadang gangguan ini dapat mengganggu fungsi dari otot-otot dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Makanan sebagai sumber kalium termasuk adalah kentang, tomat, jeruk, pisang dan daging. Mineral ini dianggap penting karena mencegah sel-sel kita dari dehidrasi. Terlalu banyak kalium dalam darah dapat mempengaruhi fungsi jantung. Jika tidak segera diobati, kondisi ini akan dapat menyebabkan kematian.

Penyebab hiperkalemia

Kalium merupakan komponen penting dari semua sel-sel tubuh. Hampir 2% dari total kalium dalam tubuh kita terdapat dalam darah. Luka yang serius, luka bakar parah, operasi, alkoholisme, penyalahgunaan obat, dan penghancuran sel-sel tumor adalah beberapa faktor yang dapat merusak sel dan jaringan hingga melepaskan kalium dalam jumlah tinggi ke dalam darah.

  • Salah satu penyebab utama hiperkalemia adalah disfungsi ginjal. Hal ini karena kalium dalam tubuh diekskresikan melalui ginjal. Setiap terdapat masalah pada ginjal terlalu sering akan mengakibatkan peningkatan kadar kalium dalam jumlah tinggi dalam tubuh.
  • Suplemen kalium atau obat-obatan seperti obat anti inflamasi juga dapat menyebabkan hiperkalemia.
  • Kelenjar adrenal yang terletak di sebelah ginjal memproduksi hormon. Salah satu hormon ini disebut aldosteron. Hormon ini membuat ginjal untuk menahan natrium dan mengekskresikan kalium melalui urin. Adanya gangguan ataupun penyakit seperti penyakit addison juga dapat menyebabkan gangguan pada kelenjar adrenal.
  • Diabetes juga diketahui dapat menjadi penyebab hiperkalemia. Penderita diabetes sering memerlukan insulin untuk mempertahankan kadar glukosa. Ketika terjadi kekurangan insulin dalam tubuh, sel-sel lemak dalam tubuh mengalami kerusakan. Hal ini dapat menyebabkan cairan dan kalium dalam sel-sel ini untuk berpindah ke dalam aliran darah.
>>  Dampak Buruk Kurangnya Kalium pada Tubuh

Gejala kelebihan kalium

Tingkat kalium dalam darah, dimana sedikit lebih tinggi dari tingkat normal biasanya tidak memiliki gejala apapun. Bahkan ketika kalium dalam darah meningkat secara perlahan, gejala hiperkalemia yang dialami tidak begitu jelas. Pada kasus lain, gejala yang paling sering terjadi adalah detak jantung yang lambat dan denyut nadi melemah. Kedua gejala ini disertai dengan kelelahan ekstrim, mual, sesak nafas, kelemahan pada otot yang sering membuat sulit untuk menggerakkan anggota tubuh. Jika kondisi bertambah menjadi lebih parah, maka jantung akan berhenti berdetak sepenuhnya. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, hiperkalemia merupakan kelainan genetik, tingkat kalium dalam darah mendadak menjadi meningkat dan menyebabkan kelumpuhan otot.

Tingkat kalium yang tinggi dalam darah dapat didiagnosis dengan melakukan tes darah. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk menurunkan tingkat kalium dalam darah yang terlalu tinggi. Melalui diagnosis yang tepat, dokter dapat mengetahui penyebab yang mendasari dan mengobati kondisi kesehatan tertentu. Selain itu, obat-obatan yang sesuai juga diresepkan untuk menurunkan kadar kelebihan kalium dalam darah. Penderita disarankan untuk menghindari makanan yang kaya kalium. Ketika terjadi peningkatan kadar kalium yang sedikit, penderita dapat ditangani dengan rawat jalan saja. Namun, dalam kasus-kasus di mana kenaikan kalium menjadi terlalu tinggi, penderita harus dirawat secara intensif agar dapat dipantau dengan ketat.

Kalium sangat penting untuk fungsi dari otot-otot tubuh, jantung, dan saraf. Hal ini mengendalikan aktivitas berbagai otot-otot tubuh, termasuk otot-otot jantung. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kadar kalium normal dalam tubuh. Bagi anda yang memiliki riwayat kesehatan dengan hiperkalemia, haruslah mengikuti petunjuk dokter untuk menjaga kondisi tetap di bawah kontrol. Selama masa pengobatan, kadar kalium dalam darah dapat dikendalikan secara efektif dengan diet yang tepat.

 
  Incoming Keywords: hiperkalemi dan ckd, kadar kalium tinggi dalam darah, kalium bikin gagal jantung, kelebihan kalium bisa membahayakan, makanan yg menurunkan kalium

, , ,

Comments are closed.