Sejarah Bunga Rafflesia Arnoldii

R afflesia adalah bunga terbesar dan terberat di dunia dengan bau yang menyengat. Rafflesia sendiri terdiri dari 28 spesies tanaman berbunga parasit, yang merupakan bunga asli hutan topis/ hujan di kawasan Asia Tenggara. Salah satu spesies Rafflesia yang terkenal adalah Rafflesia arnoldii.

Rafflesia merupakan istilah yang merujuk pada bunga Rafflesia Arnoldii. Ini merupakan salah satu bunga terbau di dunia. Rafflesia arnoldii adalah tanaman parasit yang tumbuh dan merambat dari tanaman inang. Keberadaannya dapat diketahui hanya ketika tunasnya muncul. Rafflesia arnoldii membutuhkan waktu sekitar sepuluh bulan bagi tunasnya untuk mekar, meski umur bunganya hanya beberapa hari saja.

Rafflesia arnoldii, merupakan bunga tunggal terbesar. Meskipun bunga titan arum juga dikatakan sebagai bunga terbesar, namun sebenarnya itu adalah bunga terbesar dan bercabang, jadi bukanlah bunga tunggal. Bunga rafflesia terbentuk dengan lima kelopak, tetapi perbedaannya adalah bahwa bunga ini dapat memiliki diameter maksimum 100 cm dan beratnya dapat mencapai sekitar tujuh sampai sepuluh kilogram. Kelopak bunga ini memiliki ketebalan satu 2,5 cm. Bahkan rafflesia arnoldispesies rafflesia lainnya memiliki bunga yang lebih besar, yang terkecil berukuran 12 cm.

Terlepas dari ukurannya yang sangat besar, bunga rafflesia memiliki fitur karakteristik tertentu lainnya yang tidak dapat terlihat pada bunga lain pada umumnya. Bunga ini berwarna merah dengan lima kelopak kasar dengan bintik-bintik berwarna putih mirip kutil. Pada bagian tengah bunga memiliki struktur yang mirip lubang sumur dan mempunyai banyak duri dengan posisi vertikal. Bagian tengah bunga ini dikelilingi oleh diafragma. Rafflesia mempunyai bau seperti daging busuk, maka itu juga dikenal dengan sebutan bunga bangkai.

16 fakta menarik tentang bunga rafflesia

  1. Marga Rafflesia diambil dari nama ‘Sir Stamford Raffles‘, seorang petualang dan pendiri koloni Inggris di Singapura. Dia adalah pemimpin tim ekspedisi hutan tropis di Indonesia, yang pernah menemukan bunga rafflesia, sekitar tahun 1818.
  2. Spesies Rafflesia arnoldii diambil dari nama Dr James Arnold, yang merupakan anggota dari ekspedisi hutan tropis Indonesia yang dipimpin oleh Sir Stamford Raffles.
  3. Habitat bunga Rafflesia meliputi hutan tropis primer dan sekunder meliputi kawasan Sumatra, Malaysia, Jawa, Thailand selatan, Kalimantan, dan Filipina Selatan.
  4. Bau busuk menjadi salah satu adaptasi dari bunga rafflesia, yang membantu tanaman ini untuk menarik penyerbuk seperti lalat. Bau busuk ini terasa lebih kuat sewaktu pagi hari.
  5. Tidak seperti tanaman lainnya, rafflesia tidak memiliki batang, daun, dan bahkan akar. Bunga ini dapat mulai terlihat hanya ketika tunasnya muncul.
  6. Tanaman ini merupakan endoparasit yang tumbuh di dalam batang inang tanaman rambat. Akar-dari rafflesia tumbuh di dalam jaringan tanaman rambat dan mengambil nutrisi dari tanaman inang untuk pertumbuhannya.
  7. Setelah tanaman dewasa, maka akan menghasilkan tunas yang terlihat seperti benjolan kecil pada batang tanaman inang. Kuncup-kuncup berkembang pada tanaman rambat dan memakan waktu sekitar 9 hingga 12 bulan untuk berkembang.
  8. Tunas rafflesia terlihat menyerupai kubis dengan sisik kecoklatan. Tunas biasanya terbuka pada waktu hujan di malam hari. Dibutuhkan waktu sekitar 24 sampai 48 jam untuk mekar sepenuhnya.
  9. Marga Rafflesia diambil dari nama ‘Sir Stamford Raffles’, seorang petualang dan pendiri koloni Inggris di Singapura. Dia adalah pemimpin tim ekspedisi hutan tropis di Indonesia, yang pernah menemukan bunga rafflesia, sekitar tahun 1818.
  10. Spesies Rafflesia arnoldii diambil dari nama Dr James Arnold, yang merupakan anggota dari ekspedisi hutan tropis Indonesia yang dipimpin oleh Sir Stamford Raffles.
  11. Habitat bunga Rafflesia meliputi hutan tropis primer dan sekunder meliputi kawasan Sumatra, Malaysia, Jawa, Thailand selatan, Kalimantan, dan Filipina Selatan.
  12. Bau busuk menjadi salah satu adaptasi dari bunga rafflesia, yang membantu tanaman ini untuk menarik penyerbuk seperti lalat. Bau busuk ini terasa lebih kuat sewaktu pagi hari.
  13. Penyerbukan yang berhasil sangat jarang terjadi. Tidak ada jaminan bahwa bunga jantan dan betina mekar pada periode yang sama.
  14. Bunga-bunga ini hanya berumur lima sampai tujuh hari. Setelah itu, bunga rafflesia layu dan membusuk. Tetapi jika bunganya dibuahi, ini akan menghasilkan buah.
  15. Buah dari bunga rafflesia yang berbentuk bulat memiliki diameter sekitar 12 sampai 15 cm. Buah ini mengandung banyak biji yang disukai oleh tupai dan tikus.
  16. Tanaman endoparasit ini tidak menyebabkan kerusakan pada inangnya, meskipun Rafflesia mengambil makanan dari tanaman inangnya. Bibit Rafflesia dapat masuk ke dalam tanaman inang, hanya melalui batang ataupun akar yang rusak.

Bunga Rafflesia arnoldii sangat jarang ditemukan dan mencapai batas kepunahan karena kehilangan habitatnya. Sementara itu terdapat berbagai faktor lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup rafflesia seperti tingkat kematian dari tunas dan kesulitan dalam hal penyerbukan. Tunas tanaman ini kadang digunakan oleh penduduk setempat sebagai bagian dari obat herbal.

 
  Incoming Keywords: filosofi bunga bangkai, umur bunga bangkai, umur bungga reflesia, filosopi raflesia, raflesia hidup sebagai pada tumbuhan lain, raflesia hidup sebagai, Proses adaptasi raflesia arnoldi termasuk jenis adaptasi, keuntungan dan bahaya bunga bangkai, kenapa bunga bangkai dapat tumbuh, bunga raflesia arnoldi mengeluarkan bau busuk untuk menarik lalat proses adaptasi raflesia arnoldi termasuk jenis adaptasi

One Response to Sejarah Bunga Rafflesia Arnoldii

  1. Min bunga raflesia arnoldi dengan bunga bangkai berbedakan, tapi di masyarakat sering mengira kalau raflesia adalah bunga bangkai, dulunya aku juga gitu min.

    Kira-kira apa karena bau raflesia juga tidak enak ya min?