Tingginya Kadar Protein dalam Urin

Tingginya kadar protein dalam urin bisa menjadi indikasi dari beberapa gangguan kesehatan yang serius. Protein adalah senyawa organik, yang penting bagi tubuh manusia untuk melaksanakan fungsi-fungsi fisiologis. Sekitar 16% dari total berat badan berasal dari protein. Beberapa bagian tubuh seperti kulit, rambut, kuku, otot, dan jaringan ikat terdiri dari protein. Senyawa ini juga terapat di dalam darah dan terkait dengan fungsi seperti pembekuan darah, melawan infeksi, dan mengatur sirkulasi cairan dalam tubuh. Pada orang sehat, darah melewati ginjal dan ginjal menghilangkan produk limbah dari darah. Dalam beberapa kasus, protein dalam darah dapat bocor ke dalam urin karena berbagai penyebab. Gangguan tersebut dikenal dengan proteinuria atau albuminuria.

Keberadaan jejak protein dalam urin bukanlah kondisi mengkhawatirkan, namun jika tinggi maka dapat menjadi indikasi masalah dengan ginjal. Berbagai jenis protein dapat ditemukan dalam urin, ini adalah tingkat albumin yang diperhitungkan untuk mendiagnosa penyakit ginjal. Kondisi ini biasanya dideteksi melalui urin. Selain penyakit ginjal, berbagai penyakit lain dan gangguan tertentu dapat menyebabkan kondisi ini.

Penyebab tingginya protein dalam urin

Masalah pada ginjal yang meliputi glomerulonefritis, penyakit ginjal polikistik, pielonefritis, kanker ginjal, infeksi saluran kemih, reflux nefropati, alport sindrom, aminoasiduria, nefritis interstisial, sindrom fanconi.

Penyakit tertentu seperti diabetes, vaskulitis, sarkoidosis, rheumatoid arthritis, amiloidosis, hipertensi, kanker, gagal jantung, eklampsia, hemoglobinuria, penyakit sel sabit, mioglobinuria, lupus erythematosus, dll.

Tanda-tanda proteinuria

Hal ini sangat sulit untuk memahami tanda-tanda protein dalam urin terutama pada tahap awal. Penderita dapat mengalami beberapa gejala yang bahkan dapat mengancam jiwa.

  1. Urin dapat menjadi berbuih dan seseorang dapat memiliki nafsu makan yang buruk.
  2. Pembengkakan pada wajah, tangan, perut, dan kaki.
  3. Kelelahan dan penambahan berat badan karena retensi air.
  4. Retensi air di sekitar paru-paru dapat menyebabkan sesak nafas.
  5. Proteinuria parah dapat menyebabkan gejala yang mengancam jiwa seperti nyeri dada.
  6. Tanda-tanda serius lainnya termasuk kebingungan, kehilangan kesadaran, dan susah untuk buang air kecil.
>>  Berbagai Jenis Bakteri dalam Urin

Metode paling umum untuk mendeteksi kondisi ini adalah dengan melakukan tes urin. Kehadiran protein dalam urin dapat dideteksi dengan tes sederhana, tetapi tes ini tidak dapat mengukur jumlah protein secara tepat. Maka itu diperlukan tes laboratorium yang akan memberikan hasil yang lebih baik. Lebih dari 150 miligram protein dianggap abnormal dan kondisi ini disebut dengan proteinuria.

Proteinuria diklasifikasikan menjadi tiga jenis; transien, ortostatik, dan persisten. Penderita proteinuria transien mengalami kondisi yang sebentar-sebentar, dan akan berulang terus menerus mereka dengan tipe persisten. Pada umumnya, proteinuria persisten terlihat pada orang dengan penyakit ginjal yang mempengaruhi fungsi ginjal. Ortostatik atau postural proteinuria terlihat pada penderita dengan ginjal yang menyaring lebih banyak protein ke dalam urin, pada waktu duduk atau posisi berdiri sementara jumlahnya normal ketika berbaring.

Jika anda mendapatkan tanda-tanda protein dalam urin, anda harus segera mengunjungi ahli medis untuk mendiagnosa kondisi ini. Orang-orang yang berada dalam resiko tinggi adalah mereka yang menderita diabetes dan hipertensi. Tes urin secara rutin dapat bermanfaat untuk memantau kadar protein dalam urin. Meskipun jika tingkat protein dalam urin rendah, tetaplah meminta pendapat dari dokter, untuk mengatasi atas penyebab yang mendasarinya. Jika anda mengalami kejanggalan di dalam urin seperti terdapat darah dan protein, hubungi dokter sedini mungkin.

 
  Incoming Keywords: kehadiran protein dalam air kencing, jenis protein pada urin, protein tinggi dalam air kencing, penyakit protein dalam urin, cara mengetahui protein tinggi dalam tubuh, indikasi protein urin, kadar normal protein dalam urin, urine ada proteinnya artinya, kadar protein normal dalam urine, kandungan nutrisi urine

Comments are closed.