Gejala Protein Berlebihan dalam Urin Selama Kehamilan

Kemunculan protein yang berlebihan dalam urin selama kehamilan dapat menjadi masalah pada kesehatan. Akan tetapi, jika hanya terdapat sejumlah kecil protein dalam urin, maka tidak dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan.

Adanya sejumlah kecil protein dalam urin selama hamil adalah normal. Bahkan, sejumlah kecil protein dapatprotein dalam urin waktu hamil ditemukan dalam urin setelah sesi aktivitas yang berat. Kenaikan sementara di tingkat protein juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti stres, paparan panas atau dingin, dehidrasi, dan demam. Namun, kehadiran protein dalam kadar yang tinggi dalam urin dapat menjadi tanda awal dari kondisi medis tertentu. Istilah medis untuk masalah ini adalah proteinuria, dan banyak ibu hamil dapat mengalami kondisi ini selama kehamilan.

Penyebab proteinuria selama kehamilan

Ginjal kita melakukan penyaringan darah dan menghilangkan semua produk limbah dan racun dari tubuh dalam bentuk urin. Banyak sekali glomeruli pada ginjal yang berhubungan dengan aktivitas filtering ini. Molekul-molekul protein pada umumnya cukup besar untuk dapat melewati glomeruli ini. Oleh karena itu, urin biasanya tidak mengandung sejumlah besar protein.

Maka itu, kemunculan protein yang tinggi dalam urin selama kehamilan atau sebaliknya, dapat berarti bahwa terjadi masalah dengan ginjal dan glomeruli. Penyakit ginjal, seperti glomerulonefritis atau sindrom nefrotik dapat terkati dengan proteinuria.

Pada ibu hamil, sejumlah besar protein yang muncul dalam urin dapat dihubungkan dengan infeksi saluran kemih atau cystitis. Selain itu, ini dikarenakan adanya hubungan antara tekanan darah tinggi dan tingginya kadar protein dalam urin, terutama pada kehamilan akhir. Pada akhir kehamilan, proteinuria dapat terkait dengan preeklamsia. Preeklamsia adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat selama kehamilan normal.

Preeklamsia dapat mengganggu pasokan normal darah ke plasenta, yang dapat mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi ke bayi. Preeklampsia dapat mengakibatkan berat badan yang rendah pada bayi lahir. Tapi jika terdeteksi dan diobati sedini mungkin, ibu hamil dengan preeklamsia akan dapat mengalami persalinan normal.

>>  Penyebab Urin Berwarna Kuning Gelap

Gejala dan pengobatan proteinuria

Pada umumnya kondisi ini tidak menghasilkan gejala apapun. Hal ini biasanya terdeteksi selama tes urin rutin yang dilakukan selama kehamilan. Jika kadar protein urin sangatlah tinggi, ibu hamil dapat mengalami pembengkakan di pergelangan tangan, kaki, dan sekitar mata karena retensi cairan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan urin menjadi berbusa. Jika preeklampsia adalah penyebab dari kondisi ini, maka seseorang dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, mata kabur, muntah, nyeri di bawah tulang rusuk, dan pembengkakan di tangan, kaki, dan wajah.

Proteinuria hanya dapat diobati setelah penyebab yang mendasarinya telah diketahui. Jika disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih, maka antibiotik akan diperlukan untuk pengobatan yang tepat. Tetapi jika preeklamsia adalah penyebab proteinuria, maka pengobatan akan tergantung sesuai tahap kehamilan.

Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi kehamilan tertentu, sehingga penting untuk mendeteksi kondisi ini pada tahap awal. Proteinuria dapat muncul sebagai indikator dari preeklampsia. Oleh karena itu, ibu hamil harus menjalani semua tes dan pemeriksaan rutin yang direkomendasikan oleh para dokter.

 
  Incoming Keywords: bahaya tidak sedang hamil tapi pipis nya mengandung protein, apa penyebab protein positif pada ibu hamil, urin berbusa dlm kehamilan, Kehamilan agar terhindar dari urine positif, hasil protein urine 2, bahayakah bagi janin urine mengandung protein 2, bahaya protein dalam urine semasa hamil, apa penyebab protein urine tinggi?, akibat tingginya protein urine pada ibu hamil, air kencing berbusa saat hamil

, ,

Comments are closed.