Berbagai Jenis Bakteri dalam Urin

Adanya beberapa jenis bakteri dalam urin dianggap normal, namun adanya jenis bakteri lainnya merupakan indikasi adanya infeksi. Bakteri dalam urin dapat diketahui melalui prosedur laboratorium yang disebut denan kultur urin dan uji sensitivitas.

Meskipun urin merupakan produk limbah, ini adalah cairan steril yang bebas dari mikroba dan bahan kimia beracun. Bahan utamanya adalah air diikuti dengan urea, hormon, enzim, garam, dan mineral lainnya. Menurut terapi urin, ini memiliki efek penyembuhan, antiseptik, dan sifat antimikroba. Akan tetapi, infeksi bakteri pada saluran kemih dan kulit luar uretra menyebabkan urin terkontaminasi dengan bakteri. Keberadaan bakteri dalam urin diuji dengan cara kultur urin.

Uji sensitivitas urin

Urinalisis dan kultur urin dilakukan untuk mengidentifikasi jenis bakteri, ragi, dan mikroba lain yang hadir dalam sampel urin. Dalam prosedur ini, setetes sampel urin dikumpulkan di dalam botol steril. Hal ini kemudian diinkubasi dalam kondisi terkendali untuk mencermati pertumbuhan mikroba. Jika terdapat bakteri maka membentuk koloni dalam media nutrien agar dalam waktu 1-2 hari. Sementara itu, warna, bentuk, dan ukuran koloni digunakan untuk menfidentifikasi bakteri, jumlah sebenarnya dari koloni menunjukkan jumlah bakteri yang terdapat dalam sampel urin.

Berbagai jenis bakteri dalam urin

Dalam penafsiran urin, biasanya satu jenis bakteri yang utama ditemukan. Akan tetapi, ada juga kasus dimana terdapat dua atau lebih dari koloni bakteri muncul dalam medium agar. Hasil tes tersebut menandakan adanya infeksi oleh lebih dari satu patogen. Penyebab bakteri dalam urin dikaitkan dengan bakteriuria asimtomatik dan infeksi saluran kemih. Selama kehamilan, adanya bakteri dalam urin bukan merupakan masalah yang tidak biasa. Berikut di bawah ini adalah beberapa jenis umum dari bakteri dalam urin:

Escherichia coli
Dalam tubuh manusia, E. coli ditemukan di bagian bawah dari saluran usus. Bakteri gram negatif ini diekskresikan dalam feses pada saat buang air besar. Suatu kemungkinan besar jika E. coli dari tinja atau dalam perjalanan rektum ke uretra, bergerak ke atas ke saluran kemih. Setiap bagian dari saluran kemih dapat terinfeksi oleh bakteri ini meliputi infeksi ginjal, infeksi kandung kemih, dan infeksi urethra.

Enterococcus faecalis
Bakteri ini adalah salah satu jenis umum dari bakteri yang terdapat dalam urin. Sebuah bakteri gram positif, ditemukan di saluran pencernaan pada orang sehat. Dari saluran pencernaan dan kotoran, ini bergerak ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi tak terkendali. Selain ISK, ini juga mampu menginfeksi darah, luka, dan daerah panggul. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini sulit untuk diobati, karena patogen kebal terhadap antibiotik yang umum, termasuk penisilin.

>>  Tips Mengurangi Albumin dalam Urin

Klebsiella pneumoniae
Jenis bakteri lainnya dalam urin adalah K. pneumoniae. Seperti namanya, bakteri ini menyebabkan pneumonia. Bakteri ini berkolonisasi kulit, faring, saluran pencernaan, paru-paru, dan pada sayatan akibat bedah. Infeksi saluran kemih oleh bakteri gram negatif ini dapat terjadi pada anak-anak, orang tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Diagnosis yang benar dan pengobatan infeksi bakteri ini sangat penting, karena patogen tidak responsif terhadap beberapa antibiotik.

Bakteri lactobacillus
Bakteri gram positif ini hadir dalam saluran pencernaan, saluran kemih, dan vagina pada wanita. Ini menciptakan lingkungan asam dengan memproduksi asam laktat, sehingga membuat daerah menjadi tempat bagi pertumbuhan beberapa mikroba berbahaya. Selain itu, ini ditemukan dalam hubungan simbiosis dengan beberapa flora usus. Perkembangan cepat dari bakteri ini bukanlah suatu pertanda baik, melainkan menunjukkan adanya infeksi.

Proteus
Spesies proteus bersama-sama dengan E. coli, klebsiella dan bakteri lainnya membuat flora saluran usus. Infeksi proteus dihasilkan ketika bakteri gram negatif dari usus membuat jalan menuju kandung kemih dan uretra dan mengakibatkan ISK. Untuk penderita yang mengalami infeksi proteus, urin terlihat gelap dan menjadi lebih bau. Terkadang sel-sel darah yang hadir dalam urin membuat penderita mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil beserta dengan dorongan sering buang air kecil.

Biasanya, wanita lebih rentan terhadap infeksi urin dibandingkan pria. Bakteri dari vagina, kulit atau rektum dapat bergerak dan menumpuk di saluran kemih, yang beberapa diantaranya diekskresikan melalui urin.

 
  Incoming Keywords: bakteri urine, urine mengandung bakteri, bakteri pada urin, bakteri dlam urine, penyebab urine ada bakteri, urin terdapat bakteri, bakteri dalam urine, bakteri dalam urin manusia, bakteri dalam urin, bahaya bakteri dalam urine

Comments are closed.