Penyebab Air Seni Berbusa

Air seni berbusa dapat menjadi tanda berbagai kondisi medis dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi pada seseorang yang menderita proteinuria, fistula vesicocolic, atau infeksi saluran kemih, yang harus segera diobati. Namun, air seni berbusa juga dapat disebabkan hanya karena buang air kecil yang dipaksakan atau dehidrasi ringan.

Gelembung yang terdapat dalam urin setelah buang air kecil, dapat menyebabkan beberapa orang menjadi panik. Urin adalah hasil oleh ginjal, yang mengandung bahan-bahan limbah ekskretoris dan air. Dengan memproduksi urin, tubuh benar-benar mencoba untuk menghilangkan zat yang larut dalam air, yang tidak diperlukan dalam tubuh. Urin berbusa menunjukkan bahwa tubuh sedang mencoba untuk menghilangkan sesuatu yang menyebabkan busa tersebut.

Hanya karena anda melihat busa dalam urin, belum pasti hal ini adalah sesuatu yang buruk. Maka itu tidak perlu panik! Berikut merupakan beberapa penyebab yang dapat menjadi penyebab busa di dalam urin.

Urin berbusa

Sebenarnya urin berbusa bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Ini mungkin hanya terjadi sebagai akibat sewaktu buang air kecil dengan tekanan yang kuat. Urin menjadi berbusa karena kelebihan udara yang terjebak ke dalam urin. Apalagi jika gelembung busa muncul ketika seseorang buang air kecil di pagi hari, Kondisi ini harus kita pahami bahwa di waktu pagi urin lebih terkonsentrasi dan dapat menyebabkan air seni berbusa. Sekali lagi ini tidak seharusnya menjadi penyebab yang mengkhawatirkan. Namun, jika urin berbusa cukup sering, maka anda perlu berkonsultasi dengan dokter dan mencari tahu apakah kadar protein dalam air seni anda tinggi ataukah rendah.

Tidak minum air dalam jumlah yang memadai dapat mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi ringan. Gejala-gejala dehidrasi ringan adalah kelelahan, sakit kepala, mulut kering, dan penurunan urin, yang terkadang menjadi berbusa. Ketika seseorang mengalami dehidrasi ringan, urin yang terbentuk lebih terkonsentrasi dan terdapat kemungkinan untuk membentuk busa. Kasus dehidrasi ringan dapat sering terlihat pada penderita diabetes. Ketika kadar glukosa darah tinggi, kelebihan glukosa akan dibuang melalui urin. Hal ini menyebabkan produksi urin lebih banyak, yang mengakibatkan hilangnya air. Oleh karena itu hal ini dapat menyebabkan dehidrasi. Selain dehidrasi ringan dan terjadinya busa dalam air seni, penderita diabetes juga akan mengalami sering buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Dalam kasus tersebut, seseorang harus mengunjungi dokter sesegera mungkin.

Urin berbusa selama kehamilan juga dapat menjadi indikator preeklampsia. Pada kondisi preeklamsia, protein akan ditemukan dalam air seni, yang menghasilkan busa saat buang air kecil. Preeklamsia adalah suatu kondisi yang mengkhawatirkan. Jika anda menemukan busa dalam urin bersama dengan tekanan darah tinggi, kunjungilah dokter kandungan segera.

Beberapa wanita biasanya mengalami urin berbusa selama dua hari awal menstruasi. Hal ini dapat terjadi karena dehidrasi dan bukan alasan untuk dikhawatirkan. Dengan minum banyak air busa dalam air seni akan menghilang.

Salah satu penyebab paling umum dari gelembung dalam urin adalah proteinuria. Dalam keadaan normal, sejumlah kecil protein dilepaskan dalam urin. Kehadiran protein dalam urin dapat dikaitkan karena konsumsi makanan yang tinggi protein, seperti daging dan ikan. Ketika kita mengalami kelebihan protein, kelebihan protein akan diekskresikan dalam urin.  Namun, ketika sejumlah besar protein dilepaskan dalam urin, kondisi ini disebut dengan proteinuria. Tingkat protein akan diatur oleh glomeruli pada ginjal. Jika protein telah melalui tahapan filtrasi glomerulus dan telah memasuki urin, ini berarti glomeruli mengalami peradangan. Gejala lain dari proteinuria adalah pembengkakan pada kaki, tangan, wajah.

Pada orang dewasa yang sehat, saluran kemih dari setiap organisme mikroskopis menular, namun kadang-kadang mikroorganisme berhasil menyelinap ke dalam saluran kemih. Kondisi ini disebut infeksi saluran kemih. Selain mengalami rasa terbakar dan dorongan untuk sering buang air kecil di malam hari, seseorang dapat mengalami urin berbusa.

Fistula adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada koneksi abnormal yang terbentuk di antara dua rongga tubuh. Fistula vesicocolic mengacu pada hubungan abnormal yang terbentuk antara kandung kemih dan usus besar. Fistula vesicocolic adalah jenis yang paling umum dari pembentukan fistula antara saluran pencernaan dan kandung kemih. Hal ini terjadi lebih sering pada pria daripada wanita. Edema atau pembengkakan terbentuk pada dasar kandung kemih dan cairan akan terakumulasi di bawah kulit. Busa terbentuk dalam urin dan dapat menjadi indikator kondisi medis seperti tumor dan penyakit crohn.

Ginjal berkaitan erat dalam pembentukan urin. Kerusakan atau infeksi yang terjadi pada ginjal akan dihasilkan dalam bentuk pelepasan protein dalam urin. Kebocoran protein ini menyebabkan pembentukan gelembung saat buang air kecil. Tanda-tanda lain dari penyakit ginjal adalah kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan tekanan darah tinggi.

Untuk memeriksa apakah urin berbusa karena bahan kimia atau beberapa masalah fisiologis, cobalah buang air kecil di sebuah gelas steril dan periksalah apakah urin masih berbusa. Jika busa masih tetap ada, sebaiknya lakukan urinalisis. Cara terbaik untuk mengidentifikasi masalah adalah dengan melakukan tes urine 24 jam, yang lebih akurat dibandingkan dengan tes dipstick.

>>  Berbagai Jenis Bakteri dalam Urin

 
  Incoming Keywords: kencing berbusa, kencing berbuih, air kencing berbusa, urin berbusa, kencing berbusa normal, berbahayakahair kencung berbuih saat hamil, air seni berbuih, air kencing berbuih, gejala kencing berbusa, glukosa urin menjadikan urin berbusa

, , , ,

Comments are closed.