Tips Mengurangi Albumin dalam Urin

Ginjal merupakan organ tubuh yang berbentuk seperti kacang, yang terletak di bawah tulang rusuk, di bagian belakang di kedua sisi tulang belakang. Ginjal melakukan berbagai fungsi yang penting untuk kesehatan pada tubuh kita, menyaring produk limbah dari darah dan menghilangkannya dalam bentuk urin.

Ginjal menyaring racun dan limbah metabolik bersama dengan garam mineral serta air yang berlebihan. Jika urin mengandung zat-zat yang biasanya diserap ke dalam darah dan tidak disaring, ini merupakan indikasi dari masalah ginjal. Adanya kadar tinggi dari albumin dalam urin juga merupakan indikator gangguan fungsi ginjal. Albumin merupakan protein yang memfasilitasi retensi cairan di dalam darah, dan dalam keadaan normal tidak melewati glomerulus atau filter dari ginjal.

Seperti disebutkan sebelumnya, albumin adalah protein serum yang ditemukan dalam plasma darah, melakukan fungsi vital mengatur volume cairan dan tekanan onkotik darah. Karena albumin memiliki muatan listrik negatif dan juga mempunyai ukuran besar, ginjal yang sehat tidak menyaring albumin sebagai sampah. Jika urin memperlihatkan adanya albumin atau protein dalam jumlah tinggi, maka hal ini dikenal dengan proteinuria. Proteinuria mengacu pada kehadiran protein dalam urin. Pada umumnya, protein dapat masuk ke urin jika filter dari ginjal mengalami peradangan atau tidak berfungsi dengan baik akibat penyakit ginjal atau kondisi medis lainnya. Mereka yang menderita hipertensi atau diabetes berada pada peningkatan resiko memiliki jejak albumin dalam urin. Ketika kadar albumin dalam urin cukup tinggi, seseorang dapat dikatakan menderita macroalbuminuria. Pada saat ini, peningkatan kadar albumin dalam darah juga dapat menyebabkan kehadiran protein dalam urin. Oleh karena itu, sangatlah penting bahwa tingkat albumin dalam plasma darah juga dimonitor bersama dengan albumin kemih. Dalam keadaan normal, konsentrasi albumin dalam urin harus berkisar antara 0-8 mg/ dl. Jika hasil urinalisis menunjukkan kadar albumin yang tinggi, fungsi ginjal wajib diuji dan harus diambil langkah-langkah untuk membawa kembali albumin ke dalam tingkat normal.

Cara mengurangi albumin dalam urin

Jejak albumin dalam urin dapat dideteksi dengan bantuan tes diagnostik yang disebut tes urin microalbumin. Jika terdapat albumin dalam urin, tes diagnostik harus dilakukan untuk menganalisis fungsi ginjal. Berikut adalah tips yang dapat membantu dalam menurunkan kadar albumin dalam urin:

  • Diabetes menyebabkan peningkatan resiko mengembangkan masalah ginjal. Oleh karena itu kadar gula darah wajib dipantau secara berkala. Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini harus sangat berhati-hati. Jejak protein albumin dalam urin merupakan salah satu gejala awal dari penyakit ginjal pada penderita diabetes. Glukosa darah yang tinggi pasti akan memiliki dampak negatif pada mekanisme penyaringan ginjal, itulah sebabnya protein dapat masuk ke dalam urin. Uri berbusa dan retensi cairan adalah beberapa gejala yang dapat muncul akibat masalah ginjal. Cara terbaik untuk mengobati kondisi ini adalah dengan menurunkan kadar glukosa darah normal.
  • Hipertensi adalah kondisi lain yang dapat memperburuk fungsi ginjal dan jika tidak diobati dapat menyebabkan gagal ginjal. Ini adalah alasan mengapa tekanan darah harus dikontrol. Terapi obat ditambah dengan perubahan gaya hidup akan¬† membantu dalam menurunkan tekanan darah. Kita juga harus menurunkan asupan garam dan menahan diri dari mengkonsumsi makanan yang digoreng atau berlemak. Tetap aktif secara fisik juga membantu dalam menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan.
>>  Panas & Terbakar Saat Buang Air Kecil

Kehadiran albumin di dalam urin terkadang dapat terkait dengan kadar albumin yang tinggi dalam darah. Meski biasanya albumin dalam urin merupakan indikator masalah ginjal. Masalah jantung, diabetes, hipertensi, infeksi ginjal, infeksi saluran kemih, dehidrasi, lupus erythematosus, amiloidosis, dan penyakit liver juga dapat menghambat mekanisme penyaringan ginjal. Oleh karena itu, adalah penting untuk mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab dari proteinuria. Jika kadar albumin dalam urin berada di luar kisaran normal, maka tes harus dilakukan secara berkala sehingga dapat menganalisis fungsi ginjal. Jika terdeteksi pada tahap awal, terapi obat dan perubahan gaya hidup terkait dapat membantu dalam mencegah perkembangan penyakit ginjal.

 
  Incoming Keywords: cara menurunkan protein urin pada ibu hamil, cara menurunkan protein urin, cara mengobati albumin dalam urin, cara mengurangi protein dalam urin, microalbuminuria adalah

Comments are closed.