Fakta Burung Kiwi

Burung kiwi adalah burung yang terkecil di antara burung-burung yang dapat terbang lain. Berikut adalah beberapa fakta burung kiwimenarik tentang burung ini, yang merupakan burung asli Selandia Baru. Burung kiwi merupakan simbol nasional Selandia Baru yang juga tampil pada berbagai logo organisasi. Ini adalah burung terbang dengan beberapa fitur yang unik dan menarik. Meski begitu, populasi burung kiwi ini telah jauh semakin berkurang.

Burung kiwi memiliki beberapa fitur yang berbeda dari burung lainnya. Burung ini memiliki sepasang sayap vestigial yang begitu kecil dan hampir tak terlihat di bawah ketebalan bulu- bulunya. Pada umumnya, burung dewasa memiliki tulang berongga, sehingga dapat meminimalkan berat badannya. Hal ini membuat terbang menjadi lebih mudah. Namun, burung terbang seperti kiwi memiliki tulang yang lebih berat. Hal ini disebabkan adanya sumsum tulang, yang merupakan fitur umum pada mamalia.

Tidak seperti burung lainnya, lubang hidung burung kiwi berada di ujung paruh. Pada kenyataannya, kiwi adalah satu-satunya burung dengan fitur semacam ini. Paruh burung kiwi hampir sepertiga panjang tubuhnya. Dengan penciuman yang luar biasa, burung menggunakan paruhnya untuk merasakan kehadiran mangsa dan menggalinya keluar dari tanah.

Fakta lain yang unik dan menarik tentang burung kiwi adalah berkaitan dengan telurnya. Bila dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, telur burung kiwi berukuran besar. Telur burung kiwi dapat mencapai hingga 20% dari berat badannya. Bahkan burung unta besar bertelur hanya mencapai 2% dari berat badannya. Berat telur kiwi terbesar yang pernah tercatat adalah 500 gram.

Sebagaimana disebutkan di atas, fitur yang berbeda dari burung ini adalah bulu-bulunya, paruh yang panjang, dan pendeknya sayap dan ekor. Kiwi tutul besar dapat memiliki berat badan 1,5-3,3 kg (betina) dan 1,2-2,6 kg (pejantan). Spesies terkecil adalah kiwi tutul kecil dengan berat badan yang dapat berkisar antara 1-1,9 kg (betina) dan 0,9-1,3 kg (pejantan).

>>  Mengapa Burung Mempunyai Bulu?

Secara umum, burung-burung ini memiliki bulu coklat keabu-abuan. Sedangkan kiwi tutul kecil memiliki pola belang-belang. Burung kiwi memiliki tubuh berbentuk seperti buah pir dengan kepala kecil, leher yang pendek, langsing dan dengan paruh panjang. Setiap kaki memiliki tiga jari yang sering digunakan untuk menggali dan merobek. Sebagian besar burung ini memiliki kumis di sekitar paruhnya dan diyakini bahwa kumis ini membantu mereka dalam bergerak pada malam hari. Mereka memiliki penglihatan yang tidak begitu baik. Akan tetapi indera penciuman dan pendengarannya sangat baik.

Burung-burung ini tidak bisa bermigrasi ke daerah lain. Faktor lain yang menghambat migrasi burung kiwi adalah berdasarkan sifat terbangnya. Tidak seperti burung lainnya, mereka menggali lubang dengan kaki mereka yang kuat. Mereka tidur di liang sepanjang hari dan mencari makanan pada malam hari. Kiwi sering ditemukan di hutan basah atau subtropis, tetapi beberapa spesies juga ditemukan di padang rumput dan semak belukar. Mereka menggunakan perasaan dan penciuman dalam mencari mangsa.

Lama hidup rata-rata burung kiwi dapat mencapai sekitar 30 sampai 40 tahun, tapi ini mungkin berbeda sesuai jenisnya. Ada pula yang menyatakan bahwa beberapa jenis kiwi dapat hidup hingga 80 tahun. Meskipun burung-burung ini telah ada selama jutaan tahun tanpa ancaman apapun, gerakan perluasan manusia mengakibatkan hilangnya habitat burung kiwi.

 
  Incoming Keywords: burung kiwi

Comments are closed.