Cara Menghilangkan Rendah Diri Penyebab Depresi

H arga diri dapat didefinisikan sebagai nilai pada seseorang dalam menempatkan pada dirinya sendiri. Ini adalah tentang nilai seseorang yang melekat pada dirinya. Terkadang, seseorang memiliki harga diri yang tinggi atas hal-hal tertentu dalam hidupnya, sementara rendah diri juga mungkin akan dimiliki. Sebagai contoh, seorang pengusaha yang sukses, yang telah mencapai puncak karirnya dalam waktu beberapa tahun, mungkin akan memiliki harga diri yang tinggi. Namun, jika dia mengalami kegagalan dalam usahanya, dia dapat mengalami rendah diri dalam kehidupannya. Dia juga mungkin menganggap dirinya gagal dalam membangun dan mempertahankan hubungan.

Ada banyak penelitian yang dilakukan terkait dengan rendah diri dengan depresi. Kesimpulan dari penelitian adalah bawah rendah diri mengarah pada depresi, kondisi yang ditandai oleh perasaan putus asa dan tidak berharga. Kedua kondisi ini berhubungan karena mengembangkan pola berpikir yang hampir sama. Selain itu, sering terlihat bahwa orang-orang yang kurang terbuka dan yang lebih neurotik, lebih mungkin untuk mengembangkan kedua kondisi ini.

Gejala rendah dirimengatasi rendah diri

Mari kita mulai dengan mengetahui gejala-gejala fisik dan emosional dari rendah diri. Berikut adalah beberapa gejala rendah diri yang sering terlihat:

  1. Kurang percaya diri.
  2. Menarik diri dari lingkungan sosial.
  3. Berpikir negatif.
  4. Pandangan pesimistis terhadap masa depan.
  5. Kurangnya keterampilan sosialisasi.
  6. Ketidakmampuan untuk mempertahankan hubungan.
  7. Hipersensitivitas dan sering emosi.
  8. Harapan yang rendah dari orang-orang dan kehidupan pada umumnya.

Gejala depresi

Selanjutnya, kita akan melihat tanda-tanda dan gejala depresi:

  1. Merasa rendah dan sedih sepanjang waktu.
  2. Menangis tanpa alasan.
  3. Tidak memiliki harapan untuk masa depan.
  4. Merasa lelah, mental maupun fisik.
  5. Kurangnya konsentrasi.
  6. Kurang tidur, gelisah, dan bermimpi buruk.
  7. Terlalu banyak makan atau juga sebaliknya.
  8. Berpikir untuk bunuh diri.
  9. Kurangnya minat dalam kegiatan.

Mengatasi rendah diri

Depresi adalah kondisi medis, yang hampir selalu membutuhkan pengobatan dan konseling. Di sisi lain, rendah diri dapat ditanggulangi dengan beberapa langkah.

>>  Cara Meningkatkan Kesehatan Mental

Olahraga teratur
Berolahraga setiap hari, selama sekitar setengah jam, tidak hanya dapat meningkatkan atas kesehatan fisik, tetapi juga membantu perbaikan mental. Penelitian telah menunjukkan bahwa berolahraga melepaskan endorfin ke dalam aliran darah, yang bertindak sebagai peningkat mood, sehingga mengurangi seseorang mengalami stres dan depresi.

Bersosialisasi
Seseorang yang rendah diri sering tertutup, akibatnya kurang sosialisasi. Untuk itu, dengan membuka diri dan bersosialisasi dengan orang lain akan dapat mematahkan banyak hambatan yang diciptakan oleh diri sendiri. Semua langkah-langkah ini dapat memberikan kontribusi untuk membangun harga diri seseorang.

Afirmasi positif
Dengan membuat afirmasi positif untuk diri sendiri, seperti “saya sukses”, “saya dihormati”, “saya terlihat baik”, seseorang akan mampu mengalahkan pikiran negatif yang terlintas dalam benaknya. Mengganti negatif dengan positif dan pesimisme dengan optimisme, maka seseorang akan mampu menanggulangi masalah rendah diri.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan di atas, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi rendah diri dan memerangi depresi. Hal ini dapat termasuk diet yang seimbang, terlibat dalam beberapa kegiatan yang menarik, dan menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda. Berdandan dengan baik dan belajar sesuatu yang baru, juga termasuk dalam meningkatkan harga diri seseorang.

Individu yang merasa rendah diri dipenuhi oleh pikiran negatif. Orang tersebut tidak menyenangkan dan merasa bahwa hal-hal yang buruk akan terjadi pada mereka. Ini adalah akumulasi dari pikiran-pikiran negatif yang akhirnya mengarah pada kecemasan dan depresi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, depresi adalah kondisi medis yang hanya dapat disembuhkan melalui terapi, konseling, dan obat-obatan. Oleh sebab itu, sebelum gejalanya berlarut-larut, segeralah menghubungi ahlinya.

,

Comments are closed.