Dampak Buruk Pencemaran Plastik & Cara Mengatasi

Plastik adalah produk non biodegradable yang mempunyai potensi dalam membuat kerusakan parah bagi lingkungan. Pencemaran sampah plastik dapat diartikan sebagai akumulasi dari berbagai jenis bahan plastik baik itu di darat maupun di air seperti lautan, sungai, kanal, dan, danau. Pada umumnya, plastik merupakan polimer sintetik yang terdiri dari senyawa organik dan anorganik, dan sebagian besar berasal dari petrokimia seperti olefin. Bahan plastik yang utama diklasifikasikan sebagai termoplastik dan polimer thermosetting. Meskipun hal ini sangat berguna dalam berbagai keperluan dan telah menjadi bagian penting dari industri polimer global, pembuangan sampah plastik menjadi ancaman yang besar bagi kehidupan semua makhluk di dunia.

Plastik pada umumnya dapat terurai sekitar 500 – 1000 tahun, meskipun kita mungkin tidak pernah tahu waktu yang sebenarnya, karena bahan ini telah digunakan jangka panjang hanya sejak abad terakhir. Selama pembuatannya, banyak bahan kimia berbahaya yang dipancarkan yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia serta binatang. Etilen oksida, xylene, dan benzene adalah beberapa racun kimia yang terdapat di dalam plastik, yang dapat memberikan efek buruk terhadap lingkungan. Dampak buruk plastik juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada makhluk hidup. Beberapa zat aditif ditemukan dalam plastik seperti halnya phthalates, adipates, dan bahkan alkilfenol telah dinyatakan sebagai bahan beracun.

Pencemaran akibat limbah plastik

  1. Plastik memang relatif lebih murah. Namun ketika dibuang di lokasi TPA, plastik tidak dapat terurai secara cepat, dan oleh karena itu akan mencemari tanah di daerah tersebut.
  2. Kebanyakan orang cenderung membuang botol plastik dan kantong plastik. Hal ini secara drastis membuat tingkat pencemaran lingkungan semakin meningkat, baik itu di darat maupun di lautan, terutama di negara-negara berkembang dan terbelakang.
  3. Kantong plastik, botol plastik, komponen elektronik, mainan, dan sebagainya yang telah dibuang, dapat menyumbat sungai dan danau, terutama di daerah perkotaan.
  4. Setiap tahun, sekitar 100 juta ton plastik diproduksi di seluruh belahan dunia. Dari jumlah tersebut, 25 juta ton plastik non degradable semakin bertambah.
  5.  Sekitar 70000 ton plastik dibuang di lautan. Jaring ikan yang dibuang dan bahan sintetis lainnya dimakan oleh hewan air, yang mengarah pada bio akumulasi plastik di dalam tubuh hewan laut.

Dampak buruk sampah plastik


  1. Daerah pedesaan lebih rentan terhadap jenis pencemaran dan dampak yang terkait. Kebanyakan penduduk dari daerah-daerah menggunakan plastik dalam skala besar.
  2. Banyak hewan liar berakhir makan kantong plastik dan botol karena sistem pembuangan yang tidak tepat, dan ini dapat menyebabkan kematian mereka.
  3. Selama musim hujan, sampah plastik yang telah jatuh di jalanan akan hanyut ke dekat penampungan air, yang menyebabkan sungaipun meluap. Selain itu, kualitas air akan menurun akibat bahan-bahan sintetis.
  4. Pencemaran plastik di lautan dapat menyebabkan kematian hewan air yang tak terhitung jumlahnya, dan ini juga akan mempengaruhi tanaman air.
  5. Penyumbatan akibat sampah plastik dapat membuat tempat perkembangbiakan nyamuk dan serangga berbahaya lainnya, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia.
  6. Ketika dibuang di tempat pembuangan sampah, bahan plastik berinteraksi dengan air dan membentuk bahan kimia berbahaya. Jika senyawa ini meresap ke bawah menuju akuifer air dalam tanah, maka dapat menurunkan kualitas air dan menyebabkan air dalam tanah tercemar.
  7. Kualitas air minum di lingkungan kita memburuk, beberapa bahan kimia beracun seperti Styrene Trimer, Bisphenol A, dan produk sampingan dari Polystyrene, meracuni air minum dari hari ke hari. Bisphenol A adalah bahan kimia berbahaya yang merusak sistem reproduksi hewan.
  8. Bio akumulasi plastik dalam hewan adalah salah satu efek terbaru dari pencemaran plastik. Selama bertahun-tahun, akumulasi plastik melepaskan zat kimia berbahaya, dan juga terurai menjadi potongan-potongan kecil, menyebabkan ketidaknyamanan ekstrim untuk hewan. Setelah hewan-hewan tersebut mati, tubuh mereka membusuk, tetapi fragmen plastik mungkin tetap menjadi ancaman bagi hewan lain.
  9. Pembakaran plastik dapat menyebabkan atmosfer terkontaminasi, ini disebabkan adanya pelepasan bahan kimia beracun, yang akhirnya menyebabkan polusi udara.
>>  Fakta Pencemaran Sampah Kantong Plastik

Cara mengatasi & mencegah pencemaran plastik

  1. Meskipun bahan yang terbuat dari plastik sangat berguna, sudah saatnya untuk menjadi sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh plastik bagi kehidupan. Sebelum menjadi lebih buruk, anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan yang efektif untuk mengatasi pencemaran.
  2. Menggunakan kertas atau tas biasa jika sedang berbelanja dan menghindari membawa kantong plastik di rumah.
  3. Plastik yang dibuang dapat didaur ulang dan digunakan sebagai tas tote, dompet, atau kantong plastik. Adanya kantong plastik biodegradable dapat membantu mengatasi pencemaran plastik hingga batas tertentu.

Perubahan ini memerlukan tahapan yang lama, meski begitu mengambil langkah-langkah kecil dapat sangat membantu dalam mengatasi tingginya pencemaran plastik. Sudah saatnya bagi kita untuk mengambil beberapa langkah pencegahan, dan membuat kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 
  Incoming Keywords: dampak negatif penggunaan plastik, dampak sampah plastik, dampak negatif penggunaan plastik dan cara mengatasinya, dampak penggunaan plastik pada lingkungan dan solusinya, dampak penggunaan plastik, sebutkan dampak negativ pengguna plastik dan cara mwngatasinya, dampak pembuangan plastik dan kaleng bekas, cara penanggulangan dampak negatif plastik pada lingkunga, cara mengatasi limbah plastik, dampak negstif penggunaan plastik k

, , ,

Comments are closed.