Cara Mengukur Tekanan Darah Normal Pria

T ekanan darah menjadi suatu indikator utama dari kondisi kesehatan dan mental seseorang. Secara luas, hal ini digunakan dalam mendiagnosis beberapa masalah kesehatan. Tekanan darah juga digunakan untuk menunjukkan kondisi jantung dan bagaimana tubuh seseorang dapat merespon berbagai faktor meliputi stres, perubahan tubuh yang alami, nutrisi, dan berbagai obat-obatan. Tekanan darah yang diukur, tidak lain adalah tekanan yang diberikan pada dinding pembuluh darah dengan darah yang beredar ke seluruh tubuh, setelah dipompa oleh jantung. Nilai tekanan darah maksimum ketika darah dipompa keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh, ini dikenal dengan tekanan darah sistolik. Tekanan darah kemudian masuk ke kapiler dan kemudian ke jaringan tubuh. Sedangkan nilai minimum disebut tekanan darah diastolik. Tekanan darah minimum adalah ketika jantung beristirahat di antara ketukan. Dengan demikian, tekanan darah terdiri dari dua yaitu sistolik dan diastolik.

Tekanan darah sebelumnya diukur dengan menggunakan sphygmomanometer yang mengandung merkuri. Namun pada sphygmomanometer modern tidak lagi menggunakan alat yang mengandung merkuri. Sphygmomanometer digital juga banyak terjual bebas saat ini.

Tekanan darah pria berdasarkan kelompok usia

Kisaran tekanan darah yang diterima dapat bervariasi sesuai dengan usia seseorang dan kondisi fisik. Sebuah riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi atau obesitas juga dapat meningkatkan resiko mengembangkan tekanan di atas normal pada pria. Tekanan darah normal rata-rata untuk orang dewasa adalah 115/75, sedangkan pada anak-anak akan lebih rendah sekitar 5-10 mm merkuri tergantung pada usia anak. Telah dipercaya bahwa tekanan darah sistolik normal adalah 100 ditambah dengan usia. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi orang dengan usia di atas 40 tahun. Pembacaan untuk pria dapat berkisar dari 120/80 20 tahun (kondisi sehat), dan sekitar 140/90 pada pria usia 60 tahun.

Nilai tekanan darah yang normal adalah 120/80, akan tetapi juga dapat mengalami variasi sepanjang hari, dan dapat meningkat atau menurun tergantung pada makanan yang anda makan dan jumlah aktivitas fisik. Peningkatan tekanan darah dapat terjadi pada saat stres atau setelah makan makanan terutama makanan asin, dan menurun setelah rutin melakukan aktivitas berat. Tanda-tanda tekanan darah tinggi dapat mencakup hipertensi, gangguan jantung, obesitas, dan penyakit ginjal. Sedangkan tekanan darah rendah dapat menyebabkan pusing, kelemahan, dan lelah berlebih.

Tekanan darah yang berkisar antara 120/80 hingga 140/90 dianggap tekanan darah normal.

Tips mengukur tekanan darah dengan benar

Terdapat beberapa cara mengukur tekanan darah yang mencakup metode non invasif serta metode invasif. Cara termudah dan paling sering digunakan oleh para dokter adalah metode auskultasi, yaitu dengan menggunakan stetoskop dan sphygmomanometer.

>>  Pengaruh Minuman Kafein Terhadap Tekanan Darah

Cara yang benar untuk mulai mengukur tekanan darah adalah dengan menempatkan manset karet di sekitar lengan atas pada ketinggian yang sama dengan jantung. Ketika manset karet dipompa maka akan menjadi kencang dan ketat. Setelah itu udara akan dilepaskan secara perlahan dan stetoskop digunakan untuk mendeteksi suara. Di sini akan terdengar suara darah yang meninggalkan jantung secara cepat. Tekanan selama gerakan ini menunjukkan tekanan sistolik. Setelah suara secara bertahap memudar, pembacaan tekanan darah pada saat ini menunjukkan tekanan diastolik. Agar pembacaan tekanan darah dapat lebih akurat maka faktor-faktor berikut wajib diingat:

  1. Tangan yang akan diukur harus berada pada ketinggian yang sama dengan jantung dan tangan pada posisi yang santai atau terletak pada permukan dan tidak menggantung.
  2. Mengukur tekanan darah harus dilakukan dengan lengan telanjang, karena setiap kain yang melindungi kulit dapat memberikan pembacaan yang tidak akurat.
  3. Beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi akurasi pembacaan tekanan darah termasuk minum kopi,  merokok, atau sesi olahraga lebih dari 30 menit sebelum mengukur tekanan darah. Selain itu rasa ingin buang air kecil juga dapat mempengaruhi pembacaan.

Waktu terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah setelah anda bangun tidur, sebelum makan pagi, atau setelah anda selesai bekerja di akhir hari.

Seperti yang telah disebutkan di atas, pria mendapat resiko lebih besar mengembangkan tekanan darah tinggi. Beberapa cara untuk menjaga tekanan darah tetap normal untuk pria adalah dengan olahraga yang teratur, diet yang sehat di mana menghindari garam dan lemak, pantang merokok dan mempunyai istirahat yang cukup. Pemeriksaan kesehatan dan memantau tekanan darah dengan teratur juga akan membantu untuk membuat anda tetap sehat.

 
  Incoming Keywords: cara mengukur tekanan darah, cara mengukur tekanan darah pria, mengapa tekanan darah pengukuran pada lengan atas di ketinggian jantung, waktu mengukur tekanan darah paling baik

,

Comments are closed.