Manfaat Flavonoid Bagi Kesehatan

Berbagai penelitian ilmiah telah menyatakan mengenai besarnya manfaat flavonoid bagi kesehatan baik itu kulit dan tubuh. Flavonoid yang juga dikenal dengan sebutan bioflavonoid, yang merupakan bagian phytochemical disintesis tanaman. Bioflavonoid adalah pigmen yang berperan penting untuk memproduksi pigmentasi pada kelopak bunga. Selain memfasilitasi penyerbukan, phytochemical juga memberikan perlindungan terhadap gangguan serangga dan mikroorganisme yang membahayakan.

Pada dasarnya terdapat 6 kelas utama pada phytochemical yakni: flavonol, flavon, flavanon, isoflavon, flavanols, dan antosianin. Flavonoid lebih sering ditemui pada makanan yang mengandung proanthocyanidin oligomer, myricetin, catechin, quercetin, epicatechin, dan xanthohumol.

Manfaat flavonoid

Phytochemical berfungsi sebagai antioksidan dan menetralisir unsur radikal bebas. Phytochemical membantu meminimalkan dampak buruk yang merusak dari radikal bebas terhadap sel-sel dan jaringan tubuh. Radikal bebas merupakan molekul kimia yang tidak stabil karena kehilangan satu elektron dari kulit terluarnya. Dengan kata lain, radikal bebas memiliki elektron yang tidak berpasangan tunggal dengan kulit paling luar.

Hilangnya satu elektron dari kulit terluar membuat radikal bebas yang sangat reaktif. Maka itu untuk menstabilkan, molekul-molekul ini membutuhkan elektron, dan ini adalah alasan mengapa ini mengoksidasi sel-sel dan jaringan tubuh yang sehat. Radikal bebas seringkali diproduksi sebagai produk sampingan dalam proses biokimia penting yang terjadi dalam tubuh.

Radikal bebas dapat masuk ke dalam tubuh secara eksternal, hal ini biasanya terjadimanfaat flavonoid bagi kesehatan karena asap rokok, mengkonsumsi alkohol, radiasi elektromagnetik, terbakar sinar matahari, konsumsi makanan instan, polusi udara, dsb. Tidak hanya itu, stres juga dapat menghasilkan radikal bebas pada tubuh kita dalam jumlah yang tinggi. Flavonoid sebagai antioksidan akan membantu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas, sehingga tidak dapat merusak sel-sel dan jaringan tubuh yang sehat. Flavonoid memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit, meliputi penyakit kanker, penyakit jantung, tumor dan diabetes.

Phytochemical juga dapat membantu mencegah aterosklerosis, yang merupakan penyakit dengan gejala deposisi lemak dalam dinding arteri. Dengan demikian menghalangi aliran darah ke organ vital, seperti jantung dan otak. Maka itu, penyakit ini dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung dan stroke. Flavonoid akan dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner dengan mencegah aterosklerosis terjadi.

>>  Efek Samping di balik Manfaat Suplemen Antioksidan

Phytochemical juga diketahui mengandung sifat anti inflamasi, anti alergi, dan antivirus. Kandungan ini mempunyai manfaat kesehatan dalam menurunkan resiko terkena osteoporosis, alergi, arthritis, dan penyakit yang disebabkan oleh herpes simplex virus, virus parainfluenza, dan adenovirus. Phytochemical dapat menekan agregasi platelet, yang berhubungan dengan penyakit seperti aterosklerosis dan pembentukan trombus trombosit akut. Beberapa penelitian ilmiah juga menyatakan bahwa phytochemical seperti quercetin dan epicatechin berkhasiat sebagai antidiare.

Flavonoid pada makanan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, flavonoid memang hanya dapat ditemukan pada tumbuhan. Flavonoid dapat dijumpai dalam jumlah yang banyak pada buah dan sayuran. Beberapa sumber makanan yang merupakan unsur paling penting dari phytochemical ini adalah buah stroberi, jeruk, blueberry, bawang, kacang-kacangan, ginkgo biloba, dan bayam. Teh hitam ataupun teh hijau juga sangat kaya akan kandungan flavonoid. Coklat dan anggur merah juga merupakan 2 sumber penting dari phytochemical ini. Madu juga merupakan sumber dari phytochemical tergantung pada jenis bunga dan nektar yang didapatkan.

Bioflavonoid pada dasarnya adalah polifenol yang memiliki antioksidan, anti kanker, anti inflamasi, anti virus, anti tumor, dan anti diare. Selain itu juga mempunyai manfaat dalam meningkatkan respon kekebalan tubuh secara alami terhadap alergen dan infeksius.

Comments are closed.