Emboli Paru Penyebab Gejala Mengobati

Emboli paru adalah kondisi penyumbatan pada arteri paru-paru secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan karena pembentukan bekuan darah pada pembuluh darah dari tungkai bawah atau lengan, yang berjalan menuju paru-paru dan membentuk ganjalan di arteri paru-paru.

Ketika bekuan terbentuk di arteri paru-paru, kondisi ini disebut dengan emboli paru. Bekuan dapat terbentuk dari udara, lemak, darah, atau pertumbuhan sel yang tidak wajar. Meski begitu pembekuan darah adalah penyebab utama dari penyumbatan di arteri paru-paru. Bekuan yang ditemukan di paru-paru sebenarnya terbentuk pada pembuluh darah dari daerah yang lebih rendah dari bagian tubuh, seperti kaki, lengan, panggul, dan jantung.

Sebagai contoh, bekuan yang terbentuk di kaki akan berjalan dan menuju pembuluh di paru-paru. Gumpalan yang bergerak dari satu bagian tubuh ke bagian lain disebut embolus. Hal ini terus bergerak ke dalam pembuluh yang lebih kecil dan lebih sempit.

Bekuan mencegah darah berjalan ke sisi lain dari paru-paru, sehingga membuat sebagian dari paru-paru kesulitan dalam menerima oksigen. Dengan demikian, gumpalan darah di paru-paru akan terbentuk. Kekurangan pasokan oksigen menyebabkan jaringan paru-paru menjadi rusak. Tubuh dapat bereaksi dengan memecah gumpalan kecil dengan cepat dan mencoba untuk mengatasi kerusakan. Akan tetapi, gumpalan besar atau emboli dapat menyebabkan daerah di paru-paru menjadi rusak dan dapat mengakibatkan kematian. Sekitar 1% dari populasi manusia menderita emboli paru.

Penyebab emboli paru

Penyebab emboli paru yang paling umum adalah penyumbatan pembuluh darah. Seseorang yang rentan terhadap kondisi ini berada pada resiko yang lebih tinggi untuk menderita emboli paru. Pada kasus yang sangat jarang, cairan ketuban, tetesan lemak, gumpalan parasit, sel-sel tumor, dan bahkan gelembung udara dapat menyebabkan bekuan di paru-paru. Faktor-faktor yang dapat memicu jenis pembentukan bekuan termasuk:

  • Obesitas
  • Cedera pada kaki
  • Operasi yang baru daja dilakukan terutama pada kanker paru-paru
  • Serangan jantung atau stroke
  • Cedera tulang belakang
  • Patah tulang
  • Kekurangan protein
  • Fraktur pinggul atau tulang paha
  • Luka bakar
  • Kehamilan dan persalinan
  • Konsumsi pil KB
  • Merokok
  • Hipertensi

Gejala emboli paru

Gejala emboli paru tidak begitu jelas dan tidak semua gejalanya dapat terlihat dengan mudah. Selain itu, penderita mungkin tidak mengalami gejala apapun juga. Gejala emboli paru pada awalnya pada tahap trombosis adalah nyeri pada otot betis sehingga kesulitan untuk berjalan. Namun, gejala ini dapat hilang dalam waktu beberapa hari. Setelah bekuan mencapai paru-paru, gejalanya akan terlihat berbeda. Beberapa tanda-tanda emboli paru yang paling sering diamati termasuk:

  • Nyeri dada
  • Batuk kering
  • Hipotensi
  • Takikardia
  • Cuping hidung
  • Kulit basah
  • Nyeri panggul
  • Sesak nafas saat beristirahat
  • Pusing atau pingsan
  • Pembengkakan di kaki
  • Semburat kebiruan pada kulit
  • Demam ringan
>>  Air di dalam Paru-paru

Langkah pengobatan

Diagnosa
Hal ini tidak mudah untuk mendiagnosis emboli paru karena gejalanya yang tidak spesifik. Tes darah akan diperlukan untuk membantu mengetahui jika seseorang rentan terhadap pembekuan darah. Metode USG juga digunakan untuk memeriksa tingkat aliran darah di pembuluh darah dari kaki dan juga untuk mengidentifikasi pembekuan darah di paru-paru.

Obat
Obat-obatan pengencer darah (antikoagulan )akan diberikan untuk mengurangi kemampuan darah dalam membentuk bekuan. Obat-obatan ini tidak memecah gumpalan yang sudah terbentuk, namun akan mencegah pembesaran lebih lanjut dari pembekuan darah. Antikoagulan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk pil, injeksi atau intravena melalui jarum yang dimasukkan ke dalam vena. Heparin dan warfarin adalah antikoagulan yang biasanya juga diresepkan. Namun, Warfarin berbahaya selama kehamilan, sehingga hanya heparin saja yang diberikan kepada wanita hamil. Heparin juga bekerja dengan sangat cepat di dalam tubuh. Untuk penderita yang tidak dapat mengkonsumsi heparin, antikoagulan trombin inhibitor akan diberikan.

Ketika emboli paru menjadi parah dan mengancam jiwa, penderita harus segera dirawat di rumah sakit. Para dokter dapat melakukan pengobatan definitif seperti terapi trombolitik untuk melarutkan bekuan darah. Trombolitik adalah obat yang diberikan untuk melarutkan bekuan hanya dalam situasi darurat. Hal ini dikarenakan obat ini dapat menyebabkan perdarahan mendadak. Di sisi lain, wanita hamil, penderita hipertensi, orang-orang yang baru saja sembuh dari stroke tidak akan diberikan trombolitik.

Dokter juga dapat mencoba untuk mencapai bekuan dengan bantuan kateter. Kateter adalah tabung fleksibel yang dimasukkan ke dalam pangkal paha atau lengan melalui pembuluh darah untuk memungkinkan akses ke aliran darah. Melalui kateter, dokter akan dapat mengekstrak gumpalan atau menyuntikkan obat untuk melarutkan bekuan darah.


Orang-orang yang beresiko dengan emboli paru harus mencoba untuk mencegah pembentukan bekuan darah dalam aliran darah. Bergerak sebanyak mungkin akan membantu mencegah dalam pembentukan gumpalan.  Mencegah lebih baik daripada mengobati, maka itu berhati-hatilah.

,

Comments are closed.