Antihistamin Alami Meringankan Alergi

Antihistamin alami merupakan senyawa yang dapat ditemui pada makanan dan rempah-rempah tertentu yang dapat mengurangi sekresi histamin dan kepekaan terhadap alergen, serta berguna untuk meringankan gejala alergi. Istilah ‘antihistamin’ mengacu pada obat yang digunakan untuk menyembuhkan alergi. Proses ini bekerja dengan cara menghambat pelepasan histamin, yang merupakan bahan kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh selama terjadi reaksi alergi. Reaksi alergi merupakan hipersensitivitas dari sistem kekebalan tubuh, di mana sistem ini mengenali adanya zat berbahaya tertentu seperti serbuk sari, debu, dan beberapa makanan sebagai partikel asing yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu hal ini akan merangsang produksi histamin untuk menghancurkan zat-zat tersebut. Obat antihistamin akan membantu dalam mengontrol atau mengurangi gejala alergi dengan menangkal dampak histamin. Meski begitu penggunaan obat-obatan ini kadang dapat menyebabkan efek samping tertentu, maka itu kita akan mencoba untuk menggunakan sesuatu yang alami.

Antihistamin alami

Antihistamin alami tidak hanya dapat mengurangi gejala alergi, tetapi juga dapat mengurangi frekuensi alergi dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Beberapa nutrisi alami dengan sifat antihistamin seperti tertera di bawah ini:

Vitamin C
Nutrisi yang paling penting dan memiliki sifat antihistamin yang kuat adalah vitamin C. Ini adalah antioksidan yang kuat dalam melawan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan meringankan gejala alergi. Hal ini juga diyakini dapat mengurangi kepekaan terhadap alergen tertentu. Itulah sebabnya vitamin C disebut sebagai salah satu antihistamin alami terbaik. Beberapa sumber vitamin C meliputi: pisang, nanas, pepaya, stroberi, jambu biji, buah kiwi, jeruk, kolrabi, paprika, brokoli, kembang kol, sawi, kubis.

Meskipun pisang, nanas, jeruk, strawberry, pepaya, dan buah kiwi, merupakan sumber vitamin C yang baik dan memiliki sifat antihistamin, buah-buahan ini juga diketahui dapat merangsang produksi histamin. Beberapa orang juga dapat mengalami alergi nanas, meski ini merupakan hal yang tidak umum.

Setiap orang akan bereaksi dengan cara yang unik akibat kelebihan histamin dalam tubuhnya. Beberapa orang mungkin saja dapat mengkonsumsi nanas dan pepaya dengan aman, sementara yang lain mungkin saja dapat mengalami reaksi yang menyakitkan. Jika anda mempunyai alergi atau intoleransi histamin, maka anda akan harus mencari tahu makanan yang menjadi pemicu dan menghindari mengkonsumsinya.

>>  Gejala Alergi Parfum, Penyebab dan Pengobatan

Vitamin lain yang dapat membantu mengontrol reaksi alergi adalah vitamin A. Tubuh kita dapat memperoleh vitamin A dari karotenoid tanaman yang memiliki sifat antioksidan yang kuat. Karotenoid dapat secara luas ditemukan pada mangga, ubi jalar, wortel, pepaya, dan paprika.

Omega 3
Asam lemak omega 3 juga sangat membantu dalam meringankan berbagai reaksi alergi. Hal ini diketahui karena kandungan sifat anti inflamasi. Asam lemak dapat ditemui dalam makanan seperti salmon, minyak biji rami, minyak canola, biji rami.

Flavonoid
Pycnogenol dan quercetin adalah flavonoid yang memberi warna pada bunga tertentu, buah-buahan dan sayuran. Keduanya dapat menghambat pelepasan histamin oleh sel mast. Quercetin dapat ditemukan pada anggur merah, brokoli, bawang merah, paprika, bawang putih, teh, dan apel merah. Di sisi lain, pycnogenol dapat ditemukan pada kulit pinus. Selain sebagai antihistamin alami, baik quercetin dan pycnogenol merupakan antioksidan yang kuat.

Terlepas dari vitamin dan nutrisi, enzim yang dikenal dengan bromelain memiliki sifat anti inflamasi. Enzim bromelain dapat ditemukan pada buah nanas. Sedangkan mineral yang bekerja sebagai antihistamin alami termasuk magnesium sitrat, kalsium sitrat, dan selenium. Antihistamin lain adalah L-histidin, yang merupakan asam amino yang berguna untuk menghambat pelepasan histamin berlebihan.

Antihistamin alami tidak hanya dapat meringankan alergi yang parah, tetapi juga dapat mengontrol kondisi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, makanan yang memiliki sifat antihistamin dalam makanan sehari-hari telah terbukti cukup efektif untuk mengurangi frekuensi perkembangan alergi. Beberapa tumbuhan dan makanan juga dapat menyebabkan efek samping tertentu, apalagi jika dikonsumsi bersama dengan obat yang lain. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat herbal atau makanan sebagai terapi pengobatan.

 
  Incoming Keywords: obat antihistamin terbaik, makanan antihistamin

,

Comments are closed.