Gejala & Penyebab Malaria

Penyakit malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit, organisme kecil yang hidup pada organisme lain yang disebut inang. Parasit ini berasal dari genus plasmodium sedangkan pembawanya adalah nyamuk betina dari genus anopheles. Parasit masuk ke korban ketika digigit nyamuk. Meskipun penyakit ini dapat diobati dan dicegah, setiap tahun penyakit ini dapat menimbulkan korban jiwa setiap tahunnya.


Penelitian menyatakan bahwa protozoa malaria adalah patogen manusia, sejak manusia itu ada. Catatan paling awal dimulai pada abda 27 SM, di Cina. Pada tahun 1880, seorang dokter tentara Perancis, Alphonse Laveran mengamati parasit untuk pertama kalinya. Dokter ini kemudian mendapatkan nobel untuk fisiologi pada tahun 1907 untuk penemuannya. Istilah plasmodium  diciptakan oleh ilmuwan Italia Ettore Marchiafava dan Angelo Celli. Ronald Ross dari Inggris menerima nobel tahun 1902 atas pembuktian transmisi malaria oleh nyamuk pada tahun 1898. pada tahun 1820, kulit pohon kina didistribusikan oleh Joseph Bienaimé Caventou dan Pierre Joseph Pelletier sebagai obat malaria.

Penyakit malaria umumnya menjangkiti anak-anak di bawah usia 5 tahun, wanita hamil, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyakit ini biasanya terkait dengan kemiskinan, kondisi hidup yang tidak sehat, dan daerah yang tertinggal secara ekonomi.

Kondisi penyakit ini ditandai dengan hemoglobinuria, kerusakan retina, dan bahkan kejang-kejang. Demam berkepanjangan menyebabkan tekanan intrakranial, sikap abnormal, dan juga gangguan kognitif. Jika tidak diobati, malaria serebral diketahui menyebabkan kerusakan neurologis, retina memutih, dan bahkan kematian.

Penyebab malaria

Malaria merupakan salah satu infeksi penyakit yang tersebar di daerah tropis. Penyebab malaria oleh karena parasit protozoa dan dianggap sebagai salah satu penyakit menular di dunia. Parasit tersebut menginfeksi kelenjar air liur nyamuk betina. Terdapat 5 spesies plasmodium yang menginfeksi manusia. Infeksi yang disebabkan oleh plasmodium vivax, openyebab malariavale, malariae, dan knowlesi yang tidak begitu serius, sedangkan Plasmodium falciparum dapat mengancam jiwa. Sebagian besar kasus malaria disebabkan oleh falciparum. Setelah nyamuk terinfeksi oleh parasit yang telah berkembang pada tahap tertentu, maka gigitan nyamuk dapat menyebabkan seseorang terserang malaria. Parasit mikroskopis akan ditularkan dari satu manusia ke yang lain melalui nyamuk anopheles betina. Nyamuk ini berkembang dalam sel-sel darah merah. Sedangkan jika nyamuk betina menggigit korban malaria, maka nyamuk ini dapat menularkannya kepada orang lain tanpa menginfeksi dirinya sendiri. Ini yang disebut dengan istilah nyamuk vektor.

Gejala penyakit malaria

Gejala malaria secara umum adalah anemia, sesak napas, demam, mual, dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan koma. Jika diabaikan, kondisi ini dapat berujung pada kematian. Nyamuk anopheles berkembang biak di genangan air. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk membuat genangan air mengalir. Vaksin dan obat pencegahan dapat diberikan untuk mengurangi resiko terkena infeksi. Pilihan pengobatan termasuk obat profilaksis dan antimalaria, seperti kina.

Gejala malaria sangat bervariasi, mulai tidak ada gejala sama sekali atau gejala yang ringan hingga yang sangat parah dan bahkan menyebabkan kematian. Penyakit ini dibagi menjadi dua kategori yaitu yang ringan dan yang parah.

Masa inkubasi dapat berkisar dari seminggu hingga sebulan, tergantung pada jenis parasit. Orang-orang yang sebelumnya berkunjung ke daerah rawan malaria harus tetap memberitahu dokter setelah itu, karena meski mereka telah meminum obat antimalaria, beberapa jenis penyakit malaria akan tetap dapat menyerang. Gejalanya mungkin dapat muncul 1 tahun setelahnya. Ini membuktikan bahwa malaria merupakan penyakit yang berbahaya!

Gejala malaria ringan tanpa komplikasi

Serangan malaria umumnya berlangsung 6 hingga 10 jam. Terdapat beberapa tahap untuk malaria ringan dan biasanya kembali setiap 2-3 hari tergantung pada jenis parasit.

  • Deman, menggigil, dan merasa kedinginan.
  • Panas, muntah, demam, sakit kepala, dan kejang pada anak-anak.
  • Berkeringat dan mengantuk.

Pada beberapa penderita, dapat terjadi pembesaran limpa, demam, berkeringat, rasa lemas. Jika seorang penderita terinfeksi falciparum, maka dapat mengembangkan gejala pembesaran hati dan meningkatnya laju pernafasan.

Gejala malaria yang berat dengan komplikasi

Gejala yang parah ini umumnya terjadi di mana tingkat kekebalan tubuh lemah terhadap penyakit malaria. Gejala malaria yang parah ini dapat menyebabkan kelainan darah dan organ, termasuk cairan di paru-paru, dan hilangnya fungsi ginjal.

>>  Penyebab Mengapa Nyamuk Suka Menggigit Manusia

Dalam kasus ini kondisi penderita dalam keadaan darurat dan harus diambil tindakan secepat mungkin karena tanpa pengobatan pada akhirnya menyebabkan kematian. Jika ibu hami hamil mengalaminya, maka mungkin bayi akan lahir prematur. Dalam beberapa kasus ekstrim, ada kemungkinan terminasi kehamilan dini.

Ketika penderita terserang infeksi falciparum yang serius, maka ini akan menghasilkan kegagalan fungsi organ. Selain itu juga dapat menyebabkan kelainan pada darah dan metabolisme penderita. Komplikasi yang terjadi akibat malaria yang parah ini adalah:

  1. Anemia parah akibat penghancuran sel darah merah.
  2. Hemoglobinuria
  3. Edema paru dan sindrom gangguan pernafasan akut.
  4. Penurunan trombosit darah yang mengarah pada pembekuan darah.
  5. Tingkat gula darah rendah atau hipoglikemia, terutama pada wanita hamil.

Penyakit malaria diyakini telah menyebabkan tekanan terbesar pada genom manusia. Tingkat peningkatan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit malaria menjadi keprihatinan global saat ini. Penelitian mengungkapkan bahwa parasit malaria berkaitan dengan mutasi gen yang berakibat atas serangan penyakit sel sabit dan talasemia. Malaria membunuh ribuan orang di dunia setiap tahunnya. Dengan pengobatan secepatnya penderita malaria dapat sembuh dari penyakit ini. Anda juga harus mengikuti semua langkah-langkah untuk mencegah malaria. Untuk informasi lebih luas, hubungi layanan kesehatan untuk lebih jelasnya.

, ,

Comments are closed.