Tips Menghilangkan Mual Selama Kehamilan

Mual selama kehamilan adalah hal yang umum, akan tetapi intensitasnya dapat bervariasi pada setiap wanita. Pada kebanyakan wanita, rasa mual akan berhenti setelah 3 bulan pertama, namun pada beberapa wanita terkadang dapat berlangsung hingga empat sampai lima bulan. Hal ini ditandai dengan mual di pagi hari dan mungkin juga akan diikuti muntah. Rasa mual juga dapat dialami sepanjang hari.

Meskipun penyebab mual sewaktu hamil tidak jelas, hal ini dianggap karena adanya perubahan hormonal pada tubuh. Pada wanita selalu mengalami perubahan hormonal setelah pembuahan. Fluktuasi secara tiba-tiba akan terjadi pada pertumbuhan hormon meliputi estrogen dan progesteron, sementara itu tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Perubahan hormonal yang terjadi dalam tubuh dapat menyebabkan rasa sakit. Demikian juga ketidakseimbangan kadar gula darah dapat menjadi penyebab mual selama awal kehamilan. Selama tiga bulan pertama, kadar hormon mengalami peningkatan dan setelah tiga bulan pertama, rasa mual akan berhenti bagi kebanyakan wanita. Gejala yang sering diderita selama kehamilan adalah pusing dan mual. Meskipun ini dalah hal mual waktu hamilyang wajar, tapi ini akan membuat wanita merasa tidak nyaman dan menjadi kurang berselera.

Menghilangkan rasa mual selama kehamilan

Perasaan mual yang dimulai sekitar trimester pertama memunculkan gejala seperti pusing dan mual yang diikuti muntah dapat membuat ibu hamil merasa mudah letih. Selain itu juga akan membuat kehilangan nafsu makan selama kehamilan berkaitan dengan serangan mual yang parah. Pada kasus yang berat akan menyebabkan dehidrasi. Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi rasa mual yang berlangsung selama kehamilan:

  1. Sewaktu terbangun di pagi hari, jangan terburu-buru untuk bangkit dari tempat tidur. Duduklah di tempat tidur selama beberapa menit dan bangkit dari tempat tidur secara perlahan. Gerakan yang tiba-tiba dapat membuat mual yang parah.
  2. Diwaktu bangun tidur cobalah melatih nafas selama sekitar 30 menit. Anda dapat berjalan-jalan di pagi dan sore hari selama kurang lebih 30 menit. Kegiatan fisik di pagi hari adalah salah satu cara terbaik untuk menangani mual pada kehamilan.
  3. Secangkir air hangat dicampur dengan satu sendok teh cuka sari dapat digunakan untuk memulai hari anda. Untuk campuran yang lain dapat digunakan jahe dan cuka yang akan mengurangi rasa mual dan ingin muntah.
  4. Mengkonsumsi biji adas dan raspberry merah dalam teh herbal akan secara efektif membantu untuk menghilangkan mual selama awal kehamilan. Lavender dan mint juga dapat digunakan untuk mengatasi mual diwaktu hamil.
  5. Aromaterapi seringkali direkomendasikan untuk ibu hamil karena ini akan menenangkan saraf dan membantu untuk menghilangkan mual. Beberapa minyak esensial dapat digunakan untuk memijat seperti minyak mawar, lavender, chamomile dan peppermint. Minyak ini telah terbukti cukup manjur untuk menenangkan perut yang terasa mual.
  6. Makanan ringan yang sehat seperti kacang-kacangan yang tinggi protein akan membantu mengurangi mual.
  7. Hindari minuman berlemak seperti susu, kopi dan teh, karena akan sulit untuk dicerna. Selain itu hindari juga asupan makanan pedas, lemak, dan minuman alkohol.
  8. Ventilasi ruangan yang baik akan membuat perasaan lebih segar dan menjauhkan mual.
  9. Jangan menyikat gigi segera setelah anda selesai makan karena hal ini dapat menyebabkan mual.

Mual dan muntah juga dapat disebabkan kekurangan vitamin B6 dan konsumsi rempah maupun lemak yang berlebihan. Oleh sebab itu penting bagi ibu hamil untuk mengekang hasratnya untuk mengkonsumsi banyak makanan berlemak. Selama kehamilan, ibu hami dianjurkan untuk memasukkan banyak suplemen zat besi dalam diet. Zat besi yang disaranakan adalah setidaknya 30 mg setiap hari. suplemen vitamin prenatal yang mengandung vitamin B6 juga bermanfaat untuk ibu hamil, karena membantu untuk mengurangi mual dan muntah.

Mual dan muntah sering terjadi pada wanita hamil. Meski begitu anda harus berkonsultasi dengan dokter jika hal ini menjadi makin parah seperti jika anda muntah lebih dari 3 kali sehari atau sesaat setelah makan atau minum. Jika muntah bercampur darah, maka anda harus segera menghubungi dokter.

,

Comments are closed.