Sejarah Tembok Berlin

Sejarah tembok Berlin berawal saat perang Jerman dan setelah Perang Dunia II. Tembok ini juga menjadi lambang dari perang dingin antara komunis dan kapitalis. Pada tahun 1943, sekutu mulai masuk ke basis pertahanan Jerman. Amerika menyerbu dari arah Barat dan Rusia menyerang dari arah Timur. Hingga pada tahun 1945, Adolf Hitler harus menyerah pada dari 2 kekuatan adidaya.

2 kekuatan besar masuk ke Berlin dan operasi militer mereka mengakibatkan perang dingin. Kebutuhan untuk membangun supremasi menyebabkan perlombaan gila untuk menyebarkan kapitalisme dan komunisme di seluruh benua. Berlin menjadi korban pertama mereka.

Tembok Berlin memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur sejak pembangunannya pada tanggal 13 Agustus, 1961. Pada mulanya tembok ini hanyalah pagar kawat berduri, kemudian didesain sedemikian rupa dengan elemen beton dan ladang ranjau. Selama masa tersebut, banyak orang tewas ketika mencoba menyeberangi tembok. Paspor resmi akan diperlukan untuk dapat menyeberang dan perintah tembak di tempat menjadi hal yang wajar jika ada yang melanggar. Tembok Berlin dibangun dengan panjang kurang lebih 140 kilometer. Daerah antara pagar diratakan dan dikenal sebagai lajur kematian. Daerah ini tertutupi dengan kerikil, beton dari tulang belulang, dan pipa halus. Sementara itu juga terdapat tak kurang dari dari 116 menara pengawas. Akses ke Berlin Barat hanya dapat dilewati melalui rute kereta api dan feri.

Tembok Berlin menjadi penghalang antara Jerman Timur dan Barat selama 28 tahun lebih 1 hari. Selama 28 tahun berdiri, tembok ini sebagai simbol tirai besi, batas konseptual maupun fisik. Sejak akhir Perang Dunia II, tembok ini berdiri sampai dengan berakhirnya perang dingin.  Tembok Berlin atau orang jerman menyebutnya Berliner Mauer memisahkan Republik Demokratik Jerman di Barat dari kehadiran komunis di Timur. Pemisahan ini juga disebut dengan tirai besi. Dinding tebal ini melambangkan kekuatan super antara USA kapitalis dan komunis Soviet.

>>  Cara Meramal Nasib

Jerman Barat berkembang menjadi negara kapitalis dengan pemerintahan yang demokratis. Di sisi yangberbeda, Jerman Timur didirikan sebagai otoriter, mereka mengikuti ekonomi terencana komunis. Orang-orang dari Jerman Timur tidak dapat melakukan perjalanan ke Jerman Barat. Keluarga mereka menjadi terpisah, banyak orang kehilangan pekerjaan mereka karena permusuhan dari 2 kubu Jerman. Berdasarkan pengamatan, standar ekonomi Jerman Barat sangat meningkat, sementara itu terdapat gejolak di Jerman Timur.

tembok berlin

Runtuhnya tembok berlin

Pada tanggal 23 Agustus 1989 Hongaria menghilangkan pembatasan perbatasan dengan Austria. Pada bulan September, ribuan turis dari Jerman Timur pindah ke Austria. Pada bulan Oktober 1989, orang-orang mulai berdemonstrasi menentang pemerintah Jerman Timur. Erich Honecker yang memimpin Jerman Timur untuk waktu yang lama sampai kemudian, mengundurkan diri pada 18 Oktober 1989. Setelah itu terjadi peningkatan jumlah pengunjuk rasa yang ingin pindah ke Jerman Barat.

Hingga akhirnya pada tanggal 9 November 1989, tembok Berlin menjadi roboh sebagai akibat dari intervensi pemimpin Soviet, Gorbachev. Runtuhnya tembok Berlin memberikan jalan bagi Jerman untuk bersatu kembali. Banyak orang di kedua sisi hiruk-pikuk. Suasana perayaan dan sukacita menyambut keluarga yang dapat bersatu kembali.

Tembok Berlin memang menjadi salah satu sejarah yang paling menyakitkan dan menakjubkan dari sepanjang sejarah Jerman. Tembok Berlin adalah keterasingan simbolik antara Blok Komunis dan Blok Barat yang anti komunis. Tembok Berlin memiliki sejarah dan memiliki banyak kisah menarik untuk diceritakan, mulai dari pembangunan hinggan sampai sampai runtuh dan dibongkar.

No comments yet.

Leave a Reply