Penyebab Berliur Sewaktu Tidur & Cara Mengatasi

Penyebab Berliur Sewaktu Tidur & Cara Mengatasi

Berliur (ngiler) adalah kondisi air liur yang secara abnormal keluar dari mulut. Dalam bahasa medis ini disebut dengan ptialisme. Kondisi ini sangat wajar terjadi pada bayi dan anak-anak, sementara itu, berliur bukanlah kasus yang jarang terjadi pada orang dewasa juga. Banyak orang yang mengalami masalah ini seringkali terbangun dengan bantal dalam kondisi basah, dengan air liur yang terdapat di bantal. Berliur selama tidur bukan hal yang serius karena hal ini dapat dihentikan dengan mengubah perilaku sewaktu tidur. Mengetahui apa yang menjadi penyebab berliur akan dapat lebih mudah melakukan langkah pencegahan agar tidak berliur sewaktu tidur.

Penyebab berliur saat tidur

Pada usia bawah 3 tahun, berliur kerap terjadi karena berhubungan dengan pertumbuhan gigi pada umumnya. Kondisi ini akan mereda setelah perkembangan gigi susu selesai. Penyebab berliur adalah hiperaktivitas kelenjar liur yang menyebabkan kelebihan produksi air liur. Air liur keluar dari mulut dalam keadaan tidak disadari. Berbagai penyebab lain meneteskan air liur selama tertidur antara lain sbb:

  1. Tidur dengan mulut terbuka.
  2. Terdapat masalah pada gigi.
  3. Mulut terbuka sewaktu tidur.
  4. Gangguan sinus.
  5. Bibir tidak menutup dengan tepat
  6. Amandel membesar.
  7. Gangguan sistem saraf.
  8. Obat tertentu yang menyebabkan produksi air liur berlebihan.

Tips untuk mengatasi berliur sewaktu tidur

Bantal basah karena berliur sewaktu bangun dan menetes di pipi bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Berliur sewaktu tidur menjadi lebih parah ketika sedang mengalami sakit batuk. Kondisi berliur juga dapat dialami sewaktu terjadi alergi dan sedang mengalami infeksi saluran pernafasan atas. Mengatasi berliur akan terfokus pada penyebab kausal. Berikut adalah beberapa cara yang efektif untuk mencegah berliur ketika tidur nyenyak:

  1. Saat tidur dengan mulut terbuka, kelenjar ludah menjadi aktif, hal ini menyebabkan penambahan air liur dan berliur dalam tidur. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Meskipun bagi beberapa orang tidak begitu mudah, setidaknya anda dapat mencoba untuk tidur dengan mulut rapat.
  2. Kebiasaan saat tidur dapat menyebabkan berliur. Ketika anda cenderung untuk tidur di menghadap samping, mungkin saja anda dapat meneteskan air liur. Untuk itu cobalah tidur dengan berbaring telentang. Hal ini dapat mengurangi air liur kemungkinan menetes dari mulut. Tidur memakai bantal yang tinggi juga akan lebih baik untuk mencegahnya.
  3. Pada kebanyakan kasus, orang-orang yang tidur dengan bernafas melalui mulut seringkali meliur. Oleh karena ini, pakailah pernafasan melalui hidung saat tidur.
  4. Produksi air liur yang berlebih dapat disebabkan karena efek samping obat tertentu. Untuk mengatasinya, anda harus berkonsultasi dengan dokter mengenai obat tersebut. Ada kemungkinan dokter juga akan memberikan resep untuk mencegah berliur sewaktu tidur.
>>  Tips Tidur Selama dalam Perjalanan

Tidur dengan mulut terkatup rapat dan bernafas melalui hidung menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi berliur ketika tidur. Berliur saat tidur juga dapat meningkatkan resiko air liur dan cairan masuk ke paru-paru.

Jika cara-cara di atas tidak juga berhasil, maka anda wajib mengunjungi pakar medis. Ahli kesehatan akan mencoba untuk mengetahui segala hal yang menjadi penyebab dan memberikan metode terbaik. Mengetahui penyebab pasti akan berguna untuk mencegah berliur sewaktu tidur.

,

No comments yet.

Leave a Reply