Pembekuan & Pengeringan pada Buah & Sayuran

Percaya atau tidak, metode makanan kering atau dibekukan dimulai dari budaya suku Inca di Peru. Mereka belajar untuk mengeringkan buah dan sayuran dengan menggunakan radiasi matahari. Kemudian makanan ini kering pada suhu dingin pada malam hari di mana ada tekanan udara rendah. Perlu dicatat bahwa bahkan di zaman primitif, suku Inca telah menyempurnakan sistem pengawetan makanan mereka. Jika kita sadari, bahwa bukan hanya manusia tetapi hewan juga cenderung untuk membekukan makanan mereka di bawah salju sebelum mereka berhibernasi.

Manfaat Pembekuan pada Buah dan Sayuran

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan membantu anda memilih buah-buahan dan sayuran beku sebagai sumber nutrisi:

Mengurangi massa: Setiap buah segar atau sayuran diketahui mengandung air hampir 90%. Ketika buah-buahan dan sayuran yang dibekukan, maka kandungan air akan hilang namun tanpa benar-benar kehilangan warna, tekstur, rasa dan nilai gizi.

Melindungi makanan: Hal ini disepakati bahwa tidak ada perbandingan dengan mengkonsumsi buah-buahan segar dan sayuran. Namun, metode pembekuan dan pengeringan  membantu untuk mengawetkan makanan lebih lama. Metode pengeringan mengambil semua kelembaban dari makanan yang membuatnya kurang rentan terhadap degradasi oleh bakteri.

Rehidrasi: Untuk makanan beku dan kering, selalu mungkin untuk mengubahnya kembali ke bentuk aslinya. Yang perlu anda lakukan adalah mencairkan makanan dengan memungkinkan mereka untuk mencair.

Sehat dan enak: Seringkali makanan beku dan kering rasanya lebih baik daripada bentuk aslinya. Sebuah contoh umum adalah bahwa buah-buahan kering yang dikonsumsi oleh kita. Namun ada beberapa pengecualian terhadap faktor gizi dan kesehatan buah-buahan kering dan sayuran. Jika proses pengeringan berlangsung dengan cara alami, buah yang terlebih dahulu direbus dan dikeringkan dengan menggunakan panas matahari, maka hal ini menghilangkan kadar air dari buah-buahan serta bekas dari setiap mikro-organisme dalam buah. Di sisi lain, jika proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti sulfur dioksida, maka yang terbaik adalah menghindaari makanan tersebut.

>>  Mengukur Kadar Oksigen

Penurunan harga: makanan beku dan kering seringkali lebih murah daripada buah-buahan segar dan sayuran karena penurunan berat.

Pengeringan dan Pembekuan Buah dan Sayuran

  1. Penting untuk memilih kualitas terbaik akan buah-buahan matang dan sayuran. Buah-buahan mentah dan sayuran mungkin tidak tampak sangat lezat dalam jangka panjang, sementara buah-buahan matang dan sayuran mungkin terlalu lembek. Makanan harus diperiksa jika terdapat jamur sebelum proses tersebut dimulai.
  2. Buah dan sayuran harus direndam dalam larutan air dan natrium bisulfit selama kurang lebih 15 menit. Proses ini membantu untuk menjaga warna makanan alami dan rasa.
  3. Langkah berikutnya memotong dan mengiris buah-buahan dan sayuran ke dalam potongan berukuran.
  4. Menata buah-buahan dan sayuran pada nampan bersih. Jangan sesaki nampan dengan banyak potongan-potongan.
  5. Sekarang anda dapat menggunakan radiasi matahari alami atau dehidrator untuk mengeringkan buah-buahan dan sayuran. Metode umum lainnya adalah pengering surya dan oven.
  6. Anda dapat memeriksa untuk menyelesaikan proses pengeringan dengan memahami tekstur makanan yang diharapkan.
  7. Setelah selesai dengan proses pengeringan, anda dapat mengisikan buah-buahan dan sayuran ke dalam kantong kedap udara yang bersih dan kering atau kontainer.
  8. Sekarang menyimpan kemasan dan kontainer di kulkas anda. Berhati-hatilah untuk menjaga suhu dalam kulkas setiap saat.

 
  Incoming Keywords: contoh sayuran yang dikeringkan, alat untuk mengeringkan buah potong, cara menghilangkan kadar air pada buah, cara tradisional membuat sayuran kering, Dampak sayuran yang di keringkan, proses pengeringan sayuran

, ,

Comments are closed.