Kegagalan dalam Wawancara Kerja

gagal wawancara kerja

Wawancara kerja adalah bagian dari kehidupan hampir semua pencari kerja. Kita harus menghadapi wawancara saat melamar pekerjaan di perusahaan – swasta atau pemerintah, mencari dokumen penting, dll. Tapi, pertanyaannya adalah – mengapa sebagian besar orang dapat gagal? Jawaban atas pertanyaan ini, sikap orang-orang sukses sama sekali berbeda dibandingkan dengan orang yang gagal. Ada beberapa kelemahan atau kekurangan dalam orang yang telah gagal. Jika seseorang mengambil upaya yang konsisten dan terfokus, maka itu dapat menyingkirkan kekurangan dan mencapai keberhasilan dalam setiap wawancara yang dihadapi. Tapi, pertama-tama kita harus menyadari kelemahan wawancara kerja, yang telah menciptakan hambatan di jalan menuju sukses bagi banyak orang.

Hambatan yang mempengaruhi Wawancara Kerja

Kurangnya pengetahuan
Kurangnya pengetahuan yang tepat dan memadai merupakan salah satu kelemahan yang paling umum. Seringkali, calon yang muncul untuk wawancara tidak menyadari fakta-fakta yang berkaitan dengan bidang studi mereka. Misalnya, jika seorang mahasiswa Fisika tidak mampu menjawab pertanyaan yang terkait dengan istilah penting dalam Fisika, seperti gerak lurus, gravitasi, percepatan, dll, maka bagaimana mungkin dapat berhasil dalam wawancara? Satu-satunya solusi untuk masalah ini adalah perhatian penuh, sementara kita belajar konsep-konsep dan merevisi berkali-kali, sehingga secara permanen disimpan dalam memori kita. Pengetahuan yang dipelajari harus sedemikian rupa sehingga kita harus dapat mereproduksi hal itu di atas kertas atau memberitahu secara lisan, seperti dalam hal wawancara kerja. Kurangnya pengetahuan yang tepat, menciptakan kesan buruk tentang calon pekerja dan menempatkan tanda tanya besar pada kapasitas calon pekerja untuk memberikan kinerja yang baik, jika terpilih.

Kurangnya keterampilan komunikasi
Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting untuk wawancara apapun dan merupakan subyek dalam persepsi bagi banyak orang. Bahkan jika anda memiliki banyak pengetahuan tentang subyek anda, anda harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara dengan berkomunikasi dengan baik, menggunakan tata bahasa yang benar, sementara itu juga harus mengekspresikannya dengan tepat. Salah satunya harus terlihat percaya diri pada wajah dan merasa tertarik, antusias dan berpengetahuan.

>>  Mengatasi Gelisah & Gugup Selama Wawancara Kerja

Kurangnya keyakinan
Kurangnya kepercayaan diri juga merupakan salah satu kelemahan terbesar wawancara di antara banyak calon pekerja. Banyak calon pekerja bingung saat menjawab pertanyaan seperti; apa kelemahan anda. Jawaban atas pertanyaan ini harus diberikan dengan cara yang jujur, tetapi anda juga harus menyatakan langkah-langkah yang anda ambil untuk memperbaiki kelemahan anda. Pewawancara mungkin juga menilai apakah anda tegas dan percaya diri dengan pendapat anda, dengan mengajukan pertanyaan yang saling melengkapi. Keyakinan calon karyawan memastikan pewawancara bahwa ia akan dapat mengambil langkah yang berani dan bertindak dengan penuh percaya diri dalam mendukung perusahaan, jika direkrut.

Kurang bisa menyajikan diri
Banyak orang tidak tahu bagaimana untuk menampilkan diri di depan pewawancara. Mengenakan baju lusuh dan kumuh untuk wawancara, berbicara dengan cara yang arogan, menggerakkan tangan dan kaki saat berbicara, menghindari kontak mata dengan pewawancara, berbicara terlalu pelan atau terlalu keras adalah beberapa kekurangan dalam menyajikan diri anda selama sesi wawancara.

Anda dapat mencari bimbingan dari konselor karir atau pusat pengembangan kepribadian untuk beberapa tips wawancara kerja, untuk mengatasi kelemahan wawancara kerja anda. Dengan mengatasi cacat ini, anda akan mampu mencapai tujuan karir dengan lebih mudah.

Comments are closed.