Mengajari Anak Belajar Membaca

Membaca adalah sama dengan mendengarkan. Keterampilan ini tidak untuk berbicara dan menulis tetapi untuk memahami teks. Anak-anak yang dapat memahami bahasa verbal dari orang dewasa akan belajar untuk membaca lebih cepat karena mereka hanya mengubah keterampilan komprehensif mereka dalam memahami bahasa verbal ke dalam bahasa tulisan.

Membaca merupakan aktivitas fisik dan mental. Anak-anak siap memasuki sekolah dasar ketika mereka dapat membaca teks. Sorang siswa dituntut untuk bisa membaca. Proses belajar, ternyata bukan hanya bernyanyi, bermain, dan makan bersama tetapi juga membaca dan menulis beberapa mata pelajaran.

Bahan membaca adalah kata-kata, frase, dan kalimat. Mereka harus memiliki korelasi dengan pengalaman anak-anak karena pengalaman adalah sebagai sumber dari subyek. Kata-kata dengan gambar yang baik dapat untuk membantu anak-anak menghafal kata-kata. Anda dapat memberikan gambar di bawah atau di atas teks. Keterampilan membaca adalah bagaimana memahami kata-kata tertulis, frasa, dan kalimat. Keterampilan menyimak adalah dasar dari keterampilan membaca pada anak.

Mengajar anak untuk membaca tidak mengajarkan aturan bahasa atau tata bahasa. Hal ini tidak mengajarkan berpikir logis juga. Anak-anak mengambil arti dari sebuah teks. Mereka belajar untuk memahami dan mengerti akan suatu ide dari teks. Mereka tidak belajar bagaimana menghasilkan kata, frase, atau kalimat. Oleh karena itu, bahan bacaan harus familiar dengan dunia anak-anak.

Membaca tidak menulis. Anak-anak dapat belajar membaca meskipun mereka tidak bisa menulis. Suatu prinsip bahwa “Tidak ada yang harus diucapkan sebelum mendengar, tidak ada yang harus dibaca sebelum diucapkan, dan tidak ada yang harus ditulis sebelum membaca”. Anak-anak dapat belajar untuk membaca sebelum mereka dapat belajar untuk menulis. Menulis adalah keterampilan terakhir dalam belajar bahasa.

>>  Sejarah Seragam Sekolah

Membaca harus menyenangkan. Anak-anak suka bermain. Mereka tidak suka belajar membaca jika mereka merasa hal itu tidak menyenangkan. Guru harus kreatif untuk mengajar anak-anak untuk membaca. Anak-anak juga tidak mau belajar membaca untuk waktu yang lama. Mereka akan bosan. Pada akhirnya, orang tua dan guru harus bekerja sama untuk mengajar anak-anak untuk membaca. Jenis pembelajaran adalah proses individu. Guru harus membuat rencana pelajaran untuk mengajar dengan metode tatap muka karena metode ini jauh lebih efektif dalam mengajar anak-anak untuk membaca.

,

Comments are closed.