Gejala HIV + AIDS pada Wanita

Para ilmuwan belum menemukan obat untuk HIV ataupun AIDS. Dalam dunia modern berteknologi maju, masih perlu untuk menciptakan kesadaran di antara orang-orang tentang bagaimana untuk menghindari HIV/ AIDS, dan bagaimana memperlakukan orang yang didiagnosis terkena HIV/ AIDS. Penyakit menakutkan ini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan. Gejala HIV/ AIDS pada laki-laki dan perempuan hampir sama.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis Lentivirus dalam perkembangan penyakit menakutkan yang dikenal sebagai Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV adalah virus yang menular dan muncul dalam cairan tubuh dari individu yang terinfeksi. Virus ini kemungkinan akan ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kemaluan, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, air mani dari pria yang terinfeksi. Penularan virus ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman, atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. Selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Seperti yang kita semua tahu, sel darah putih (leukosit) merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit membantu melawan semua jenis infeksi dan penyakit. HIV mulai menghancurkan leukosit dalam tubuh dan dengan demikian akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Gejala HIV pada wanita

Gejala awal: 0 – 1 bulan
Seorang wanita pada fase ini akan mengalami penyakit flu dalam seminggu atau sebulan. Ini disebut juga sebagai infeksi HIV akut. Sistem kekebalan tubuh sebagai bagian dari pertahanan tubuh akan mengembangkan antibodi terhadap HIV. Proses tersebut terlihat dari antibodi yang disebut serokonversi. Gejala akan meliputi demam, sakit kepala, nyeri pada seluruh tubuh, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening bengkak, ruam kulit, dan masalah sistem pencernaan. Gejala-gejala ini cenderung tidak diperhatikan atau disalah artikan sebagai penyakit lain yang juga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV dilakukan sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus. Pada beberapa wanita, serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.

1 bulan – 10 tahun
Setelah tingkat gejala di atas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini masuk ke dalam fase asimtomatik. Tidak ada gejala HIV yang diperlihatkan oleh wanita setelah 1 tahun. Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar 10 tahun. Dengan demikian, perempuan positif HIV tidak menunjukkan gejala HIV selama sekitar 10 tahun setelah terkena gejala seperti pilek dan flu. Tetapi meski demikian, virus tetap ada dalam tubuh mereka. Tanpa disadari, mereka secara terus-menerus menularkan virus kepada orang lain melalui hubungan badan tanpa pengaman dan melalui transfusi darah, atau melalui jarum suntik. Jika hal ini terjadi pada wanita hamil, anak-anak mereka ikut terkena HIV/ AIDS. Setelah 5-6 tahun, wanita yang mengidap HIV positif mungkin akan mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, masalah sistem pencernaan, infeksi kulit, tetapi hal ini biasanya sering diabaikan karena tidak disadari.

>>  Perbedaan HIV dan AIDS

11 – 13 tahun
Hal ini disebut sebagai tahap ketiga dari penyakit HIV. Setelah tahap asimtomatik sekitar 10 tahun, penyakit ini mulai menunjukkan lagi gejala seperti flu ringan sampai yang berat, batuk disertai demam, menggigil, keringat malam, diare, dll. Seorang wanita pengidap HIV mengalami penurunan berat badan dan menderita serangan infeksi virus dan bakteri (infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi kandung kemih, infeksi saluran pernapasan, kemaluan). Mereka juga mungkin mengalami kesulitan bernafas. Wanita dengan positif HIV adalah paling mungkin untuk menderita masalah ginekologi seperti; kelainan pada siklus menstruasi, kutil pada kelamin, neuropati, pembengkakan kelenjar di leher, ketiak dan daerah selangkangan, sakit tenggorokan, mual, muntah, dan insomnia. Bintik-bintik putih atau cacat dalam mulut juga terlihat pada wanita pengidap HIV positif.

Setelah sekitar 13 tahun
Setelah lama berselang, sistem kekebalan tubuh benar-benar melemah karena kehilangan leukosit dengan drastis. Ini adalah gejala utama dari AIDS. Ketika sistem kekebalan tubuh benar-benar kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi, AIDS sepenuhnya terjadi pada pria HIV positif dan wanita. Tetapi proses ini memakan waktu beberapa tahun untuk menunjukkan gejalanya. Kondisi penderita termasuk infeksi oportunistik antara lain; tuberkulosis, herpes, dan bahkan penyakit otak yang disebabkan oleh parasit, penurunan berat badan yang parah selama bertahun-tahun, kanker limfoma dan sarkoma kaposi, serta komplikasi neurologis yang sangat mempengaruhi daya pikir, gerakan dan pola perilaku.

Meskipun tidak ada gejala HIV pada wanita yang nampak dengan jelas setelah 1 tahun atau tepatnya selama sekitar 10 tahun, para wanita pengidap HIV positif dapat menularkan penyakit ke semua orang. Pecandu narkoba yang berbagi jarum suntik lebih mungkin untuk menderita HIV/ AIDS. Penggunaan jarum steril diperlukan untuk mencegah HIV/ AIDS. Tes darah dapat membantu mendeteksi HIV dan membantu mendiagnosa HIV.

Waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembangkan sejumlah antibodi HIV bervariasi dari orang ke orang. Tidak ada yang terkena HIV/ AIDS hanya dengan berciuman, berpelukan atau sentuhan fisik normal dalam kehidupan sehari-hari, atau dengan menggunakan peralatan yang telah digunakan oleh orang yang terinfeksi melalui keringat atau air liur. Dengan begitu, janganlah menghindari atau membenci pasien HIV. Mereka membutuhkan cinta dan dukungan keluarga untuk melawannya.

 
  Incoming Keywords: ciri ciri ibu hamil terkena hiv, hiv pada orang hamil, ciri ibu hamil terkena hiv, tanda hiv pada ibu hamil, ciri-ciri HIV pada ibu hamil, ciri ibu hamil yang mengidap hiv, tanda kena hiv saat hamil, HiV saat hamil, ciri ciri ibu hamil yang terkena hiv, hiv pada ibu hamil

, , ,

No comments yet.

Leave a Reply