Kekurangan Vitamin D pada Anak

Tidak hanya anak-anak di negara-negara terbelakang yang didiagnosa menderita kekurangan vitamin D, tetapi juga anak-anak di negara maju. Meningkatnya jumlah bayi dan balita dengan kadar vitamin D yang rendah memang memprihatinkan. Jika tidak ditangani dengan segera, kekurangan vitamin D yang parah pada anak-anak dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan tulang yang ringkih.

Penyebab Defisiensi Vitamin D pada Anak

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, tersimpan dalam tubuh untuk siap digunakan. D2 dan D3 adalah dua bentuk penting dari vitamin ini yang dapat diperoleh melalui konsumsi nabati dan makanan berbasis hewani. Sumber yang paling penting dari vitamin D adalah sinar matahari. Jadi vitamin ini juga dikenal sebagai vitamin sinar matahari. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin ini. Susu, telur, ikan, daging hewan, dll, mengandung vitamin ini. Kekurangan vitamin D dan kurangnya sinar matahari merupakan penyebab utama kekurangan vitamin ini. Di negara beriklim dingin lebih mungkin untuk memiliki kadar rendah vitamin D.

Gejala Kekurangan Vitamin D pada Anak

Tes darah dapat membantu mengukur kadar vitamin D dalam darah. Vitamin ini mendorong penyerapan kalsium dan fosfor dalam usus. Rendahnya kadar vitamin D pada anak-anak menyebabkan kekurangan kalsium dan fosfor. Dalam situasi seperti itu, tubuh mulai menyedot unsur-unsur dari tulang, sehingga kepadatan tulang menjadi kurang atau tulang keropos. Vitamin membantu memperkuat kerangka tubuh dan sistem kekebalan tubuh juga. Kekurangan vitamin D yang parah dapat menyebabkan rakhitis pada anak-anak. Nyeri pada tulang, energi yang rendah, kelainan bentuk pada gigi serta struktur rangka dan otot yang lemah merupakan gejala utama dari rakhitis. Jika gejala tersebut diabaikan pada tahap awal, anak dapat menderita kejang-kejang dan kram terutama di kaki.

>>  Efek Samping Suplemen Vitamin B Berlebihan

Bayi yang kekurangan vitamin D mungkin juga memiliki kulit lebih gelap dari normal, tengkorak yang cacat, kesulitan dalam duduk, berjalan atau merangkak. Gejala seperti pembesaran tulang rusuk dada juga dapat dilihat pada bayi.

Efek Defisiensi Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan perkembangan beberapa komplikasi kesehatan seperti lemah otot, gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh, rakhitis, obesitas, tekanan darah tinggi. Kekurangan vitamin ini juga meningkatkan risiko terkena kanker dan diabetes. Anak-anak penderita asma atau anemia mungkin akan mengalami gejala yang memburuk.

Komplikasi kesehatan karena rendahnya tingkat vitamin D pada anak-anak dapat  dicegah dengan pola makan sehat dan sinar matahari yang cukup. Selain itu juga memberikan suplemen kepada anak-anak, orang tua harus mengikuti petunjuk medis karena overdosis vitamin D juga dapat menimbulkan komplikasi kesehatan.

 
  Incoming Keywords: kekurangan vitamin d pada anak anak dapat menyebabkan penyakit, penyakit kekurangan vitamin d, kekurangan vitamin d pada anak menyebabkan penyakit, Kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan, kekurangan vitamin d pada anak anaj, Kekurangan vitamin D pada anak, kekrangan pitamin d, fungso vitamin D pada tulang dan penyebab dri kekurangan vitamin d pada anak anak, dampak kekurangan vitamin d bagi anak, penyebab kekurangan vitamin d pada anak-anak

,

Comments are closed.