Teori Manajemen Waktu Menurut Para Ahli

Memahami pentingnya teori manajemen waktu sangat penting bagi semua orang untuk mencapai kesuksesan. Sebuah kontrol yang digunakan atas sejumlah waktu yang dihabiskan dalam melakukan kegiatan sehari-hari akan memungkinkan anda untuk membagi prioritas, dan menetapkan batas waktu untuk segala macam kegiatan. Dengan demikian maka anda akan dapat mencapai tujuan dalam batas waktu yang telah anda tetapkan.

Manfaat mempelajari teori manajemen waktu akan membantu anda untuk dapat mengatur, merencanakan dan mengatur jadwal tugas, kegiatan, serta tujuan yang paling anda idamkan dalam hidup anda dengan cara yang tepat. Kemudian setelah itu anda akan dapat menyalurkan energi anda untuk meningkatkan produktivitas dengan lebih maksimal.

Teori manajemen waktuteori manajemen waktu

Teori manajemen waktu Pareto
Vilfredo Pareto adalah seorang ekonom Italia dan filsuf yang merumuskan aturan 80-20. Pengamatannya berdasarkan pada kenyataan bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh 20% penduduk. 80% terdiri dari organisi bisnis dan produktivitas tersebut berasal dari 20% karyawan yang bekerja. 20% ini terdiri dari orang-orang yang paling efisien dalam melakukan pekerjaan mereka dalam rentang waktu tertentu, sehingga dapat berkontribusi untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi.

Teori manajemen waktu Pickle Jar
Teori ini sangat sederhana untuk dipahami dan dilaksanakan. Untuk memahami konsep ini, anda dapat mencobanya dengan praktis. Ambil botol dan isi dengan batu. Amatilah bahwa ruang di antara batu bisa diisi dengan kerikil. Setelah botol terisi oleh kerikil, masih terlihat adanya ruang lagi yang dapat dipadatkan dengan pasir. Sekarang tuangkan air di atasnya dan tutup botol tersebut. Anggap saja botol ini adalah replika dari hidup anda. Tanggung jawab utama dari hidup atau tujuan hidup anda digambarkan oleh batuan yang menempati sebagian besar ruang. Hal ini dapat disimpulkan bahwa anda harus mendedikasikan lebih banyak waktu untuk tujuan tersebut. Kerikil melambangkan hobi, yang membutuhkan waktu yang relatif lebih rendah daripada tujuan penting. Tugas sehari-hari dalam hidup anda adalah digambarkan dengan pasir yang bisa ditempatkan diantara tujuan dan hobi. Sedangkan air adalah selingan ataupun hal yang dapat mengalihkan perhatian anda dari jalan menuju kesuksesan. Selain mengajarkan kita cara yang tepat untuk mengelola waktu, teori ini juga membuat kita sadar akan fakta bahwa gangguan yang menyebabkan salah langkah harus dihindari sepenuhnya dan mengikuti jalur yang benar.

>>  Tips Manajemen Waktu yang Efisien

Teori manajemen waktu Abraham Maslow
Teori Maslow ini juga dikenal dengan teori hierarki kebutuhan. Abraham Maslow Harold, adalah seorang profesor psikologi dari Amerika, yang secara efektif mengkombinasikan manajemen waktu dengan kebutuhan. Dia membangun sebuah piramida hipotetis di mana kebutuhan tingkat fisiologis kita yang terdiri dari makanan, air, tempat tinggal, dsb diletakkan di dasar piramida, sementara itu aktualisasi diri ditempatkan di bagian atas piramida.

Teori ini tidak menentukan periode waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan, akan tapi benar-benar membantu untuk memahami pentingnya elemen ini dalam hidup. Setelah memahami kebutuhan, anda dapat membedakan diantaranya dan menetapkan jangka waktu selama yang anda bisa untuk memenuhinya. Motif pertama mendapatkan uang adalah untuk memenuhi tuntutan fisik dan kemudian kita menjadi mampu mengurus keluarga dan hal lainnya. Sebagian besar dari hidup kita dan sebagian besar waktu didedikasikan untuk meningkatkan standar hidup dengan memuaskan diri kita dalam setiap cara yang memungkinkan. Setelah kita memiliki banyak sumber daya sebagai simpanan dan cadangan, kita mengetuk pintu aktualisasi diri yang membutuhkan waktu minimum.

Comments are closed.